Tradisi Eid Nouruz Di Negeri Persia
Oleh: Emi Nur Hayati Ma'sum Sa'id
Wahai Yang membolak balikkan hati dan pandangan
Wahai Yang mengatur malam dan siang
Wahai Yang mengubah tahun dan keadaan
Perbaikilah keadaan kami menjadi lebih baik!
Hari ini adalah tahun baru Hijriah Syamsiah tepat pada tanggal 1 Farvardin 1391 (20 Maret 2012). Tahun baru ini tidak hanya dirayakan oleh bangsa Iran saja, tapi dirayakan juga oleh bangsa Kurdi di sebagian wilayah Iraq dan Turkey, penduduk Afghanistan, Tajikistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Turkmenistan , Kyrgyzstan dan Pakistan. Tahun baru kali ini oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-udzma Sayid Ali Khamenei dinamakan sebagai tahun "Produksi Nasional, Perlindungan Kerja dan Investasi Iran.
Menjelang tahun baru Nouruz, masyarakat Iran tampak sibuk dan gembira menyambut datangnya tahun baru Hijriah Syamsiah yang akar hadir tepat pada tanggal 1 Farvardin bersama dimulainya musim semi. Tahun baru Nouruz adalah tahun berdasarkan perputaran matahari. Alam khususnya pepohonan mulai bangun dan hidup kembali, mereka bersemi setelah tiga bulan gugur dan istirahat menggundul tanpa dedaunan. Di awal tahun baru Nourouz ini Masyarakat Iran menyambut dan merayakannya dengan pelbagai macam adat dan tradisi yang telah berlaku di tanah airnya selama ribuan tahun.
Hari raya Nouruz ini dirayakan dengan penuh keramaian dan keseriusan sebagaimana kita bangsa Indonesia merayakan hari raya Idul Fitri.
Sebulan sebelum di mulainya tahun baru, masyarakat Iran memiliki tradisi "khaneh tekani" yang secara harfiah berarti menggoyang rumah. Khaneh tekani adalah istilah bagi masyarakat Iran untuk membersihkan dan menata kembali rumahnya dengan rapi. Mulai dari membersihkan dinding rumah, mencuci seluruh karpet, sofa sampai membongkar dan merapikan lemari-lemari pakaian dan kabinet-kabinet dapur. Tradisi khaneh tekani ini dilakukan secara bersamaan oleh anggota keluarga. Dengan kondisi rumah dan perabot rumah dalam keadaan bersih dan rapi, bangsa Iran memulai tahun barunya dengan suasana baru.
Di akhir musim dingin, di pelbagai kota di Iran, pemerintah membuka "Namayeshgah Bahari" pameran musim semi yang menjual segala keperluan sehari-hari. Pameran ini dipenuhi oleh stand-stand para penjual dan pengusaha kecil yang menjual barang-barang dagangannya. Mulai dari menjual pakaian, makanan dan perabot rumah tangga dengan harga 15 % sampai 20 % lebih murah dari harga yang ada. Dengan adanya pameran ini masyarakat bisa memenuhi kebutuhan tahun barunya dengan harga miring. Masyarakat bisa membeli keperluannya selama dua minggu.
Seminggu sebelum dimulainya tahun baru, masyarakat Iran merayakan pesta kasih sayang yang istilah bahasa Persianya adalah "Jashn Atefe". Pesta ini diselenggarakan dengan cara membuka stand-stand di setiap bunderan kota dan perempatan jalan dengan menyajikan kotak-kotak bantuan bagi para penderma. Para penderma menyumbangkan uang dan pakaian untuk mustadhafin dengan tujuan agar mustadhafin sebangsanya juga bisa merayakan tahun barunya dengan senang. Sumbangan ini menjadi tanggung jawab Komite Emdad Imam Khomeini, sebuah lembaga yang didirikan atas instruksi langsung Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Imam Khomeini, pada 5 April 1979 (sebuah lembaga yang mirip lembaga BAZIS di Indonesia), tepat 22 hari pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, 22 Bahman 1357 Hs. Komite Emdad inilah yang mengumpulkan sumbangan-sumbangan masyarakat Iran dan membagikannya kepada mustadhafin. Melihat tradisi ini membuat kita ingat pada gubahan Saadi yang berbunyi:
Anak Adam bak satu tubuh
ketika salah satu anggota badan sakit
yang lain akan merasakannya
jika tidak demikian,
maka tidak layak disebut sebagai manusia.
Selain merayakan Jashn-e Atefe, di tepi-tepi jalan dijual pelbagai macam keperluan Sufreh Haft Sin yang berarti Taplak Tujuh Sin. Sufreh Haft Sin ini dihamparkan untuk menyambut pergantian tahun . barang-barang yang akan disajikan di atas taplak, awal katanya dimulai dengan huruf sin yang terdiri dari:
Sir (bawang putih), sib (apel), sabzeh (tumbuhan hijau), senjed (sejenis buah semak) serkeh (cuka), samanu (bubur kecambah gandum ), somagh (sumac) dan tidak lupa pula dihiasi dengan al-Quran, cermin, lilin, bunga hidup, ikan emas, telur, kurma, dan uang logam. Masing-masing dari sajian ini memiliki simbol yang bermakna.
Beberapa menit sebelum pergantian tahun anggota keluarga berkumpul terutama di rumah sesepuh keluarga untuk membaca doa bersama dan membaca al-Quran dengan harapan mendapatkan keselamatan dan keadaan yang lebih baik. Selama dua minggu mereka melakukan kunjungan-kunjungan antara sesama keluarga dan kerabat, mengucapkan selamat dan saling memaafkan sesamanya.
Tentunya tahun baru Hijriah Syamsiah ini dimulai dengan penuh spritual yang tidak hanya diselenggarakan di setiap rumah saja, bahkan tidak sedikit masyarakat yang menyambut dan memulainya dengan berdoa bersama-sama di masjid-masjid, mushalla, tempat-tempat ziarah dan makam pahlawan. Kanal-kanal televisi menyiarkan acara pergantian tahun secara langsung dan bagi mereka yang tidak bisa ikut hadir di tempat-tempat umum, bisa mengikutinya melalui televisi atau siaran radio.
Dalam menyambut dan merayakan tahun baru Nouruz, anak-anak sekolah diliburkan selama dua minggu. Sementara kantor-kantor resmi negara libur selama empat hari. Di saat liburan tahun baru inilah masyarakat Iran menikmatinya dengan bertamasya ke tempat-tempat hiburan dan ziarah di pelbagai kota negaranya. Awal musim semi adalah masa yang tepat untuk menghirup udara segar musim semi yang suhunya sangat ideal, tidak panas dan juga tidak dingin.
Hari raya Nouruz ini dipergunakan oleh negara Iran sebagai simbol solidaritas dan persatuan untuk memperkuat perdamaian, persahabatan dan keamanan dengan menyelenggarakannya secara bersama di Tehran pada tahun lalu dengan dihadiri para pejabat tinggi negara Tajikistan, Afghanistan, Turkamanistan , Iraq, Turkey dan Azerbaijan yang memiliki budaya dan tradisi yang sama dan ditetapkan sebagai hari raya internasional. (IRIB Indonesia)