Mencari Ilmu, Pesan Doa Hari Ketiga Bulan Ramadhan

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Di hari ketiga bulan Ramadhan kita membaca:

 

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيهَ وَ بَاعِدْنِي فِيهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيهِ وَ اجْعَلْ لِي نَصِيبا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيهِ بِجُودِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِينَ

 

Allahummar Zuqnii Fiihidz Dzihna wat Tanbiih wa Baa'idnii Fiihi Minas Safaahah wat Tamwiih waj ‘Allii Nashiban Min Kulli Khairin Tunzilu Fiihi Bijuudika Yaa Ajwadal Ajwadiina

 

Ya Allah...

Berikan aku rezeki berupa akal dan kewaspadaan. Jauhkanlah aku dari kebodohan dan kesesatan. Sediakanlah bagian untukku dari segala kebaikan yang Kau turunkan. Demi kemurahan-Mu, Wahai Zat Yang Maha Dermawan dari semua yang dermawan. (klik file suara di sini)

 

Dalam doa hari ketiga bulan Ramadhan ada tiga tema penting; pikiran yang terbuka, dijauhkan dari kebodohan dan memiliki sifat-sifat baik. Doa hari ketiga ini menekankan pentingnya kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari kebodohan dan kesesatan. Karena kebodohan adalah pangkal kesesatan seseorang.

 

Berikut ini beberapa hadis tentang kebodohan:

 

1. Imam Ali as berkata, "Musibah terbesar adalah kebodohan." (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal 151, hadis 36472)

 

2. Imam Ali as berkata, "Tidak ada agama dan kepercayaan yang akan tumbuh dengan orang-orang bodoh." (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal 151, hadis 36472)

 

3. Dalam buku Nahjul Balaghah, Imam Ali as berkata, "Betapa banyak orang mulia yang dihinakan oleh kebodohannya." (khutbah 184)

 

4. Beliau juga berkata, "Akal menunjuki dan menyelamatkan, tapi kebodohan menyesatkan dan membinasakan." (khutbah 184)

 

5. Imam Ali as berkata, "Kebodohan merupakan pusat segala keburukan." (Nahjul Fashahah, hadis 781)

 

6. Imam Ali as secara gamblang menjelaskan, "Ilmu adalah pembunuh kebodohan." (At-Tauhid, hal 127)

 

7. Rasulullah Saw bersabda, "Orang bodoh berbuat maksiat terhadap Allah, sekalipun wajahnya tampan dan memiliki posisi yang tinggi." (Nahjul Balaghah, khutbah 178)

 

8. Rasulullah Saw bersabda, "Hati yang tidak berisi hikmah, sama seperti rumah yang hancur. Oleh karenanya, belajarlah dan mengajarlah. Belajarlah! Dengan demikian kalian tidak pernah mati dalam kondisi bodoh. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menerima alasan dari orang-orang yang bodoh." (Nahjul Balaghah, khutbah 91)

 

9. Imam Ali as berkata, "Seandainya tidak ada lima sifat ini, niscara seluruh manusia menjadi orang saleh; merasa puas dengan kebodohan, rakus akan dunia, kikir akan kelebihan yang dimiliki, riya dalam beramal, berbangga diri." (Ghurar al-Hikam, jilid 2, hal 451, hadis 3260)

 

10. Imam Shadiq as berkata, "Allah tidak mengambil janji dari orang bodoh agar mereka belajar, sehingga harus mengambil janji orang pintar guna mengajari orang bodoh. Karena ilmu ada sebelum kebodohan." (Ghural al-Hikam, jilid 6, hal 441, hadis 10926)

 

11. Imam Ali as berkata, "Kebodohan membunuh orang yang hidup dan mengekalkan kesulitan." (Ghurar al-Hikam, hadis 1464)

 

12. Imam Ali as berkata, "Zakatnya akal adalah menanggung orang-orang bodoh." (at-Tauhid, hal 127)

 

13. Rasulullah Saw bersabda, "Kebaikan dunia dan akhirat dengan ilmu. Sementara keburukan dunia dan akhirat dengan kebodohan." (Kanz al-Ummal, jilid 13, hal 151, hadis 36472)

 

14. Imam Ali as berkata, "Barangsiapa yang banyak bergurau akan dianggap orang bodoh." (Ghurar al-Hikam, jilid 5, hal 183, hadis 7883)

 

15. Imam Kazhim as berkata, "Bercocok tanam di tanah yang rata, bukan di atas batu yang keras. Begitu juga dengan hikmah hanya dapat masuk di hati orang yang tawadhu, bukan hati yang sombong. Allah menjadikan tawadhu atau rendah hati sebagai perantara akal dan kesombongan sebagai perantara kebodohan." (Tuhaf al-Uqul, hal 396)

 

16. Imam Ali as berkata, "Kejujuran adalah kemuliaan dan kebodohan adalah kehinaan." (Tuhaf al-Uqul, hal 356)

 

17. Imam Ali as berkata, "Engkau tidak akan melihat orang bodoh kecuali memiliki sifat ekstrim lebih atau kurang." (al-Nihayah, jilid 3, hal 435)

 

18. Imam Ali as berkata, "Tidak ada kekayaan seperti akal, tidak ada kemiskinan seperti kebodohan, tidak ada peninggalan seperti adab dan tidak ada dukungan seperti musyawarah." (Tuhaf al-Uqul, hal 89)

 

19. Imam Ali as berkata, "Betapa banyak orang pintar yang dibunuh oleh kebodohannya, padahal ia bersama ilmunya, tapi tidak memberi manfaat kepadanya." (al-Irsyad, hal 144)

 

20. Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada kefakiran yang lebih buruk dari kebodohan dan tidak ada harta yang lebih bermanfaat dari akal." (Ushul al-Kafi, jilid 1, hal 30)

 

21. Rasulullah Saw bersabda, "Ilmu adalah puncak dari semua kebaikan dan kebodohan adalah puncak dari segala keburukan." (Bihar al-Anwar, jilid 77 hal175, hadis 9) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Tags:


2Comments

Comments

Name
Mail Address
Description