Mengenal Cendekiawan Kontemporer Iran, Ayatullah Naser Makarem Shirazi (Bagian Kedua)

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google


Tafsir Nemuneh (al-Amtsal) adalah salah satu karya paling berharga Ayatullah Naser Makarem Shirazi bersama sejumlah ahli dan peneliti al-Quran. Tafsir ini terdiri dari 27 jilid dan ditulis dalam bahasa Persia, namun saat ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa lainnya seperti Inggris, Arab dan Urdu. Tafsir ini menggunakan bahasa sederhana, ekspresif, dan mudah dipahami serta dapat dikonsumsi oleh masyarakat umum. Keistimewaan terpenting tafsir ini adalah amat kekinian dan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, tafsir ini  cenderung mengarah kepada aspek pendidikan dan bimbingan.

 

Metode pemaparan isi dalam Tafsir Nemuneh secara umum sebagai berikut. Tahap pertama, setelah menjelaskan poin-poin umum di setiap surat dan menjelaskan hal-hal yang mendominasi surat, baru kemudian menyinggung topik-topik penting terkait setiap surat. Setelah itu, isi ayat dikaji dan dijelaskan dengan metode analisis  disertai dengan penjelasan mengenai masalah kehidupan dan bimbingan manusia.

 

Ayatullah Makarem Shirazi menyertakan sejumlah poin penting terkait akhlak dalam Tafsir Nemuneh. Selain itu, isi tafsir yang berbicara tentang masalah-masalah sosial, budaya dan bahkan politik telah menghadiahkan kepada masyarakat akan sebuah tafsir baru dan informatif. Di sisi lain, mengingat tafsir ini mudah dipahami maka dapat dimanfaatkan oleh semua lapisan masyarakat dan hal ini menunjukkan betapa berharganya karya ini.

 

Sebagai contoh, dalam jilid kedua tafsir Nemuneh disinggung mengenai tatanan dan keteraturan serta pentingnya keteraturan itu sendiri. Disebutkan bahwa kehidupan individu dan sosial tidak akan teratur tanpa sebuah tatanan yang benar.  Oleh sebab itu, Tuhan memberikan sebab-sebab keteraturan itu kepada manusia. Gerakan teratur bumi dalam porosnya dan secara teratur bergerak mengitari matahari serta pergerakan bulan yang teratur pula sebagai contoh bagi manusia untuk menyusun agenda kehidupan materi dan spiritualnya di bawah sebuah tatanan yang benar. Coba Anda pikirkan, jika tatanan tertentu tentang siang, malam, matahari dan bulan tidak ada dan skala untuk mengatur waktu juga tidak ada, maka kekecauan apa yang akan menimpa kehidupan kita?

 

Dengan demikian, keteraturan dunia ini merupakan salah satu anugerah besar Allah Swt sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 5, "Dialah yang menjadikan matahari bersinardan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya bagi bulan manzilah-manzilah supaya kalian mengetahuibilangan tahun dan perhitungan waktu.Allah tidak menciptakan yang demikian itumelainkan dengan hak.Dia menjelaskantanda-tanda kepada orang-orang yang mengetahui (yakni orang-orang yang mau berpikir)."

 

Islam dar Yek Negah  adalah karya Ayatullah Makarem Shirazi lainnya yang sangat berharga. Ia meyakini bahwa Islam adalah pengetahuan tentang kosmologi, ideologi dan prinsip-prinsip keyakinan serta pelaksanaan perintah-perintah. Oleh karena itu, umat Islam harus mempunyai pengetahuan yang benar dan meyakinkan tentang ajaran-ajaran Islam di bidang ushuluddin maupun furuuddin. Salah satu poin penting dalam buku Islam dar Yek Negah adalah penjelasan tentang filsafat pendidikan dan sosial terkait hukum-hukum Islam yang disampaikan dengan bahasa yang indah dan mudah dipahami sehingga pembaca dapat melaksanakan hukum-hukum Islam dengan wawasan yang lebih baik.

 

Dalam buku Islam dar Yek Negah, Ayatullah Makarem Shirazi menjelaskan tentang definisi agama. Menurutnya, untuk memahami peran agama dalam kehidupan manusia maka terlebih dahulu harus memahami definisi dan hakikat agama itu sendiri. Agama secara ringkas dapat didefinisikan sebagai berikut; agama adalah sebuah gerakan menyeluruh untuk memperbaiki pemikiran, keyakinan dan membimbing prinsip ketinggian moral manusia. Agama mengantarkan hubungan masyarakat menjadi lebih baik dan menghapus segala bentuk diskriminasi. Selain itu, agama membimbing dan meluruskan perilaku manusia di bawah naungan iman kepada Allah Swt dan rasa tanggung jawab dalam diri manusia.

 

Ayatullah Makarem Shirazi dalam buku Islam dar Yek Negah juga menjelaskan sebab-sebab kebutuhan manusia kepada agama dalam lima tema. Menurut pandangannya, agama adalah pendukung bagi prinsip moral (akhlak) dan sandaran untuk melawan segala bentuk kesulitan hidup.  Dengan agama, manusia dapat melawan kevakuman ideologi dan membantu kemajuan ilmu pengetahuan serta melawan diskriminasi.

 

Dalam agama Islam, takwa adalah tolok ukur kemuliaan seseorang di atas yang lainnya. Oleh karena itu, perbedaan warna kulit, hitam dan putih, kaya dan miskin, laki-laki dan perempuan akan ditimbang Allah Swt berdasarkan ketakwaan mereka bukan berdasarkan faktor-faktor materi dan warna kulit. Buku Islam dar Yek Negah dapat menambah pengetahuan-pengetahuan seseorang tentang Islam. Buku ini menjelaskan berbagai argumentasi kebutuhan manusia terhadap agama secara lengkap dan tepat.

 

Kitab Nahjul Balaghah yang menjelaskan pidato-pidato Imam Ali as sangat penting dan mempunyai daya tarik yang luar biasa bagi manusia. Ucapan-ucapan Imam Ali as dalam kitab ini telah banyak memberikan solusi terhadap berbagai masalah sosial dan individu saat ini, bahkan telah mengobati berbagai penyakit jiwa manusia. Meski telah ada banyak penafsiran dan penjelasan dari para cendekiawan besar Islam tentang isi Nahjul Balaghah, namun kitab yang sangat berharga ini memerlukan penjelasan yang lebih mendalam dan luas khususnya  terkait masalah kekinian.

 

Melihat hal itu, Ayatullah Makarem Shirazi setelah menyelesaikan penulisan tafsir Nemuneh, ia langsung menulis penjelasan dan penafsiran baru tentang isi Nahjul Balaghah. Karyanya tersebut berjudul "Payam-e Imam Ali as" yang hingga saat ini telah ditulis sampai 13 jilid dalam bahasa Persia dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.

 

Buku Payam-e Imam Ali as (pesan Imam Ali as) mempunyai keistimewaan yang menarik. Semua kalimat yang menjelaskan ucapan Imam Ali as dikemas dalam bahasa yang mudah dan disebutkan pula akar dari semua kata yang penting. Selain itu, ditulis pula tentang hal-hal bersejarah yang terkait dengan berbagai pidato dan surat Imam Ali as secara teliti. Ayatullah  Makarem Shirazi dalam bukunya itu juga membahas tentang akidah, akhlak, sosial dan politik dengan menganalisa berbagai permasalahan di masa Imam Ali as sehingga pembaca akan lebih mudah memahaminya.

 

Zendegi dar Partu-e Akhlakadalah karya lain Ayatullah Makarem Shirazi yang menjelaskan dengan indah tentang peran akhlak dalam mendidik manusia. Ia memberikan perhatian khusus tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan manusia. Dalam mukaddimah buku ini, ia mengulas pandangan-pandangan Barat dan menulis, aturan yang berlaku di dunia dengan segala upaya yang tampaknya memperbaiki dan melaksanakan peraturan itu sebenarnya tidak akan dapat memberikan kehidupan yang ideal kepada manusia dan bahkan justru akan menghilangkan harapan bagi masa depan umat manusia. Aku tidak tahu kepada siapa prinsip-prinsip yang sudah usang ini diujikan. Prinsip-prinsip ini bahkan tidak mampu menolong penganut dan pemeliharanya, terus bagaimana mungkin dapat menolong orang lain?

 

Ayatullah Makarem Shirazi meyakini bahwa akhlak mampu memberikan ketenangan kepada manusia dalam menghadapi naluri yang terus memberontak dan merusak. Selain itu, akhlak dapat melunakkan emosi manusia serta mengubahnya menjadi seorang yang jujur, tulus dan penuh kebaikan bagi masyarakat.

 

Ayatullah Makarem Shirazi sangat memperhatikan masalah akhlak dan menulis, prinsip akhlak adalah laksana gelombang kuat yang mampu melalui segala bentuk rintangan dan menemukan jalan di dalam jiwa manusia serta mengubah dan membentuk manusia dengan kepribadian baru yang dipenuhi dengan sifat-sifat mulia Ilahi.

 

Manusia dengan cakrawala pemikiran luas tidak akan berpikir sempit atau terjebak dalam tindakan yang mengganggu dan menindas orang lain, dan tidak akan menjadi pribadi yang pendendam, bahkan sebuah komunitas yang realistis akan terbentuk bersama orang-orang yang sepaham dengannya.

 

Ayatullah Makarem Shirazi dalam bukunya Zendegi dar Partu-e Akhlak menulis bahwa pendidikan dan bimbingan adalah alat paling penting dalam membentuk manusia sejati. Ia menilai manusia sebagai wujud yang dapat berubah dimana dengan pendidikan, sifat-sifat yang baik akan mengakar dengan kuat dalam jiwa manusia. Tentunya pendidikan yang di ajarkan adalah pendidikan yang didasarkan pada ajaran dan perintah agama Islam, al-Quran, Nabi Muhammad Saw dan Ahlul Baitnya yang suci. Pendidikan Islam ini akan mengajarkan kepada seseorang bagaimana mengembangkan sifat baik dan menggunakannya untuk melawan hawa nafsu yang terus memberontak. Ayatullah Makarem Shirazi dalam buku tersebut juga mengulas sebagian pendapat para filsuf Barat khususnya tentang ilmu akhlak.

 

Masalah pendidikan, interaksi dengan orang-orang baik dan pentingnya situasi sosial dalam pendidikan manusia serta masalah-masalah aplikatif lainnya juga di bahas oleh Ayatullah Makarem Shirazi dalam bukuZandegi dar Partu-e Akhlak. Secara umum, buku ini memberikan petunjuk dengan baik untuk mengenal pentingnya akhlak dan jalan untuk memperoleh sifat-sifat terpuji. (IRIB Indonesia)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description