Video Eksekusi Tentara Suriah Mungkin Kejahatan Perang

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Badan Hak Asasi Manusia PBB mereaksi sebuah video yang diunggah di YouTube, di mana pemerontak Suriah sedang mengeksekusi tentara pemerintah dan menyatakan bahwa video itu mungkin menunjukkan kejahatan perang.

 

PBB juga mengatakan pada hari Jumat (2/11) bahwa video tersebut dapat digunakan sebagai bukti untuk menyeret para pelaku ke pengadilan, Press TV melaporkan.

 

"Sangan mungkin itu adalah kejahatan perang," kata Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

 

Sebuah video yang mempertontokan prilaku bengis pemberontak Suriah yang melakukan pembunuhan terhadap 20 tentara Suriah, Kamis (2/11), beredar di dunia maya. Dalam tayangan video itu, terlihat pemberontak Suriah menginjak tubuh 20 tentara yang telah diperintahkan berbaring di atas aspal. Selanjutnya, pemberontak mengeksekusi mereka dengan senapan otomatis.

 

Video tersebut juga memicu kecaman dari organisasi-organisasi HAM dunia, termasuk Amnesty Internasional.

 

Coville menggarisbawahi bahwa mereka yang melakukan eksekusi jangan berpikir bisa lolos dari jeratan hukum.

 

"Akuntabilitas akan menyusul. Video itu dapat dijadikan sebagai bukti dalam proses hukum," tegas Coville.

 

Dewan Nasional Suriah (SNC) juga mengatakan pada hari Kamis bahwa Barat dan sekutunya menghasut radikalisasi dalam krisis di negara Arab itu.

 

Suriah telah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011. Banyak orang, termasuk sejumlah besar personil militer dan keamanan, tewas dalam krisis itu. (IRIB Indonesia/RM/NA)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description