Tunisia Tingkatkan Upaya untuk Cegah "Jihad Al-Nikah"

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Kementerian urusan Perempuan Tunisia mengatakan pihaknya akan mengembangkan rencana untuk mencegah perempuan negara itu dari bepergian ke Suriah untuk menjadi wanita penghibur bagi militan Takfiri yang disponsori oleh berbagai pihak asing.

Dalam sebuat pernyataan yang dirilis pada Sabtu (21/9), Kementerian urusan Perempuan Tunisia mengatakan, "Kementerian bermaksud meningkatkan kerjasama pemerintah dengan badan-badan non-pemerintah pada masalah ini untuk mencari cara yang tepat untuk menggagalkan rencana mereka yang mendorong praktek-praktek seperti itu."

Kementerian tersebut menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja untuk mempersiapkan sebuah langkah untuk memperingatkan perempuan dan keluarga mereka tentang keseriusan praktik ini.

Menteri Dalam Negeri Tunisia Lotfi ben Jeddou pada Kamis mengatakan bahwa perempuan Tunisia yang melakukan perjalanan ke Suriah telah bekerja sebagai wanita penghibur bagi militan yang tengah memerangi pemerintah Damaskus.


"Di sana, mereka mengobarkan `jihad seksual`dengan  melakukan hubungan badan dengan 20, 30, atau 100 laki-laki. Setelah itu, mereka kembali ke Tunisia dalam keadaan hamil,"imbuhnya.

 

Sementara itu, Departemen Kesehatan Tunisia pada Sabtu mengatakan, "peningkatan jumlah perempuan muda yang berangkat untuk apa yang disebut sebagai `jihad al-nikah` telah dicatat. "

 

Belum jelas berapa banyak wanita Tunisia yang pergi ke Suriah, namun laporan media menyebutkan bahwa jumlahnya mencapai ratusan.

Ratusan pria Tunisia juga telah meninggalkan negara mereka untuk bergabung dengan militan di Suriah untuk memerangi pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Mayoritas militan yang beroperasi di Suriah berasal dari negara-negara asing. Negara-negara Barat dan sekutu regional mereka terutama Qatar, Arab Saudi dan Turki adalah pendukung utama militan di Suriah. (IRIB Indonesia/RA)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description