Situasi Suriah Memanas, Qatar Peruncing Keadaan

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Setidaknya 11 tentara Suriah tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam bentrokan terbaru antara pasukan keamanan dengan milisi bersenjata di provinsi Dara'a, selatan Damaskus.Tim pemantau HAM Suriah menyatakan pertempuran meletus hari Ahad (8/1) sebelum fajar di desa al-Harir Basr.

Pada hari Jumat (6/1) sebuah ledakan dengan target bus polisi di pusat Damaskus juga menewaskan lebih dari 20 orang, dan melukai 60 lainnya. Sebelumnya, 26 orang tewas dan puluhan lainnya cedera ketika seorang penyerang tak dikenal meledakkan bom di sebuah perempatan padat penduduk al-Midan di Damaskus.

 

Gelombang kerusuhan terbaru di Suriah memicu kecaman dari berbagai kalangan. Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam serangan bom mematikan di Damaskus, ibukota Suriah yang merenggut nyawa puluhan orang.

 

"Saya menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan para korban. Saya tetap prihatin atas situasi yang memburuk di Suriah, "kata Ban Ki-moon dalam sebuah pernyataan Sabtu (7/1).

Sekjen PBB menegaskan, semua kekerasan tidak bisa diterima dan harus segera dihentikan.


Para pengamat Liga Arab menyampaikan temuan pertama mereka mengenai kerusuhan di Suriah pada pertemuan menteri luar negeri Liga Arab di Kairo pada hari Ahad.

 

Sebelumnya, Petinggi Suriah mengkonfirmasikan penangkapan perwira tinggi intelijen Qatar yang memasuki Damaskus melalui maskapai penerbangan salah satu negara Arab. Televisi al-Alam melaporkan, perwira intelijen Qatar ini memasuki Damaskus dengan menggunakan paspor palsu.

 

Situs Yordania Akhbaru Baladina memberitakan pejabat keamanan Suriah menangkap perwira intelijen Qatar tersebut di dekat pos keamanan bandara Damaskus. Di depan tim interogasi Suriah, ia mengakui misi rahasianya sebagai mata-mata Qatar di Damaskus.

 

Press TV hari ini (Ahad,8/1) melaporkan, Doha membentuk sebuah barisan pasukan tentara Wahhabi untuk membantu menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

 

Qatar baru-baru ini menyerukan supaya negara-negara Barat terlibat langsung sebagai tim pemantau di Suriah yang semakin memperkeruh krisis internal di negara Arab itu.(IRIB Indonesia/PH)

 

 

 

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description