Qatar-Turki Pemicu Serangan Israel ke Suriah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Mingguan Al Manar mengungkap pertemuan rahasia dan membahayakan yang digelar di kota Tel Aviv serta dihadiri oleh Qatar dan Turki. Dalam pertemuan itu kedua negara mendesak rezim Zionis Israel untuk melakukan intervensi langsung dan terbuka di Suriah.

 

Mingguan Palestina, Al Manar seperti dikutip Fars News, Jumat (1/2) menulis, "Dalam upaya untuk membentuk sebuah koalisi baru yang dipicu oleh kekhawatiran tersisanya rezim Suriah, sejumlah pihak yang terlibat dalam perang teroris melawan bangsa, militer dan pemerintah Suriah meyakinkan Israel agar menunjukkan keikutsertaannya secara transparan dan langsung di koalisi yang terbentuk dari beberapa bangsa itu. Mereka mendesak Israel untuk melanjutkan invasi militernya di Suriah."  

 

Ditambahkan, pertemuan rahasia tersebut digelar Ahad (20/1) dan diikuti oleh delegasi dari Qatar dipimpin Perdana Menteri negara itu dan pejabat tinggi militer serta politik Israel, termasuk utusan PM Israel di Tel Aviv. Utusan itu merupakan orang terdekat OM Israel, Benyamin Netanyahu dan biasa diberi wewenang untuk melaksanakan tugas-tugas khusus. Salah satu tugasnya adalah menyampaikan pesan-pesan Netanyahu kepada petinggi negara-negara Arab di kawasan.  

 

Delegasi pemerintah Qatar yang tiba di Tel Aviv dengan pesawat khusus itu terdiri dari dua pejabat sipil dan tiga pejabat badan keamanan. Salah seorang pejabat keamanan Qatar itu merupakan anggota tim intelijen trans regional yang di dalamnya tergabung petinggi-petinggi militer Turki dan salah satu negara Teluk Persia. Ia dikabarkan berkunjung ke Tel Aviv dua hari sebelum kedatangan PM Qatar. Pertemuan rahasia tersebut berlangsung selama empat jam.

 

Sebuah tim intelijen yang terdiri dari pejabat Turki, Qatar dan pejabat keamanan salah satu negara Teluk Persia, Jumat (18/1) pagi tiba di Tel Aviv dan pukul dua waktu setempat meninggalkan kota itu. Tim intelijen tersebut membicarakan nasib Suriah dan menghimpun gerombolan-gerombolan teroris serta beberapa anggota pasukan pemerintah yang memisahkan diri. Arab Saudi yang bertugas menyuplai dana bagi gerombolan dan tentara desersi tersebut.

 

Tim intelijen itu bertemu dengan komandan-komandan militer Israel. PM Qatar berjanji berusaha sekuat tenaga untuk menekan petinggi Palestina dan memaksa mereka untuk bergabung mengelola konflik dan bukan menyelesaikannya. Ia juga akan berupaya untuk mencegah berdirinya negara merdeka Palestina dan melanggengkan perpecahan di tubuh bangsa Palestina.

 

Menurut Al Manar pertemuan rahasia di Tel Aviv itu merupakan kelanjutan dari pertemuan-pertemuan sebelumnya yang digelar dengan pejabat Israel di Doha dan beberapa ibukota negara Arab serta Eropa. (IRIB Indonesia/HS)

 

Baca Juga:

Protes Serangan Israel, Suriah Panggil Komandan UNDOF

Suriah Akan Berikan Balasan Mengejutkan untuk Israel

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description