Menhan Austria: Lieberman “Biang Onar” Bagi Israel

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Menteri Pertahanan Austria Norbert Darabos menilai kehadiran Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman membuat masalah bagi kabinet Israel.


Dalam sebuah wawancara dengan harian Austria, Die Presse, Darabos mengkritik kebijakan Israel, dengan penekanan khusus pada kelanjutan pembangunan permukiman ilegal Zionis, dan tuduhan nuklir militer terhadap Iran.

"Serangan terhadap fasilitas nuklir Iran akan memicu api tak terkendali di kawasan. Hal ini akan menciptakan solidaritas dan empati bagi Iran di dunia Arab yang biasanya kritis terhadap Iran, dan dunia pada umumnya," kata Darabos.

Menteri Pertahanan Austria mengkritik Israel karena "menunjuk jari pada musuh luar negeri seperti Iran dan Palestina untuk menghindari berurusan dengan isu-isu sosial internal."

Amerika Serikat, Israel dan beberapa sekutu mereka berulang kali menuduh Iran mengejar tujuan militer dalam program energi nuklirnya. Washington dan Tel Aviv kembali mengancam Tehran dengan opsi serangan militer terhadap fasilitas nuklir sipilnya.

Padahal, sebagai penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.

"Jujur saja, sikap Lieberman sebagai anggota pemerintah Israel tidak bisa dibiarkan," kata Darabos dalam kritik pedasnya yang belum pernah terjadi sebelumnya dari seorang pejabat Eropa terhadap menteri luar negeri Israel.


Meskipun menjabat posisi senior di kabinet, Lieberman secara sadar dibiarkan keluar dari pembicaraan yang melibatkan Tel Aviv. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri jarang mengirimnya untuk negosiasi dengan para pemimpin Arab.

Presiden AS Barack Obama juga menolak bertemu Lieberman dalam tiga tahun terakhir.

Politisi Soviet kelahiran Israel, yang berbicara dengan aksen Rusia yang kuat itu memainkan peran penting dalam tawaran untuk memperluas hubungan Tel Aviv dengan Rusia dan republik lainnya di Uni Soviet.

Lieberman tinggal di permukiman Zionis di Nokdim, yang terletak di Gurun Yudea di Tepi Barat sejak tahun 1988. Permukiman Zionis telah mendatangkan kemarahan warga Palestina dan masyarakat internasional.

Sejak 13 tahun lalu, polisi Israel mengajukan sejumlah tuntutan terhadap Lieberman yang juga telah berselisih dengan pimpinan Mossad.

Martin Peretz, editor-in-chief dari The New Republic, sebuah publikasi terkemuka pro-Israel menggambarkan Lieberman sebagai "neo-fasis ... seorang gangster bersertifikat ... setara dengan Jorg Haider."

Selama kampanye 2009, Meretz, sayap kiri partai Zionis di Israel, merilis sebuah memo internal membandingkan Lieberman  dengan Jean-Marie Le Pen di Perancis, Haider di Austria, dan Zhirinovsky di Rusia. (IRIB Indonesia/PH)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description