AOHR Kutuk Aksi Penculikan Teknisi Iran di Suriah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Kepala Organisasi Arab untuk Hak Asasi Manusia (AOHR) mengutuk penculikan tujuh insinyur Iran di kota Homs Suriah baru-baru ini dan menilainya sebagai tindakan yang tidak manusiawi.


Mahmoud Merei pada Jumat (30/12) mengatakan bahwa orang-orang yang menculik para insinyur Iran adalah anggota kelompok teroris regional atau internasional dan sebelumnya mereka telah merencanakan penculikan.

Pejabat itu menambahkan, motif utama di balik penculikan itu adalah ingin merusak hubungan antara Damaskus dan Tehran serta melemahkan poros perlawanan anti-Israel.

"Menghasut konflik etnis dan agama (antara Syiah dan Sunni) merupakan motif lain sebagai langkah awal untuk menciptakan pertikaian antarsuku dan etnis di Suriah," tambahnya.

Merei menandaskan,  dirinya yakin adanya badan-badan intelijen internasional yang berada di balik plot anti-Suriah guna menciptakan konflik etnis di negara ini dan melakukan berbagai penculikan termasuk penculikan terhadap teknisi Iran.

"Meningkatkan solidaritas nasional dan hubungan antara rakyat Iran dan Suriah serta memperkuat front perlawanan di kawasan adalah cara terbaik untuk menangani masalah tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut, Kepala AOHR menandaskan bahwa lembaga ini telah mengambil langkah untuk mengatur dan membantu pembebasan insinyur Iran serta telah menemukan beberapa petunjuk tentang hal itu.

Pada Rabu ( 21/12) delapan teknisi, termasuk lima insinyur listrik Iran, diculik dalam perjalanan mereka ke pembangkit listrik di kota Homs Suriah yang sedang mengalami konflik. Mereka diculik oleh sekelompok orang bersenjata tak dikenal.

Dua ahli Iran yang mencoba untuk memperjelas kondisi lima insinyur yang telah diculik akhirnya menjadi korban penculikan juga dan hingga kini belum ada laporan tentang keberadaan mereka.

Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Damaskus telah mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pada pemerintah Suriah untuk segera mengambil tindakan guna membebaskan lima insinyur Iran yang telah diculik dan mengidentifikasi para penculik.

Para teknisi tersebut telah membangun kota pembangkit listrik Jandar selama dua tahun terakhir dan saat ini insinyur dan ahli Iran sedang mengerjakan proyek pembangunan di Suriah senilai lebih dari 1,7 miliar dolar.

Kota Homs Suriah telah menjadi ajang kerusuhan sejak pertengahan Maret lalu karena adanya demonstrasi yang digelar baik menentang atau mendukung Presiden Bashar Assad.

Gerombolan bersenjata baru-baru ini telah banyak melakukan penculikan terhadap warga sipil dan pasukan keamanan Suriah di kota tersebut.

Pemerintah Suriah menyebut negara-negara asing berada di balik kelompok bersenjata yang melakukan tindakan teroris di negara Arab ini. (IRIB Indonesia/RA)
 

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description