Wawancara dengan Jose Rizal: Menepis Fitnah Suriah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Imbas krisis Suriah terasa hingga Tanah Air, fitnah ditebar di mana-mana. dr. Jose sebagai aktifis pro-Palestina sedih umat Islam gampang diadu domba. Dia harus menjawab pertanyaan-pertanyaan sesamanya dengan sabar. Fitnah yang menyakitkan di antaranya, "dok, …Syiah lebih berbahaya dibandingkan Zionis Israel. Setelah Syiah dihabisin di Suriah, baru kita habisin Israel. Jose menirukan ucapan umat Islam yang tidak tahu dari mana alur berpikirnya. Itulah fitnah yang menurut dr. Jose mengerikan, orang berbeda fiqih bisa dibunuh.

 

Terkait  hal ini, kontributor IRIB Indonesia berkesempatan mewawancarainya secara langsung saat berada di kantor Voice of Palestine (Vop), Jakarta, Senin (15/4).

 

Anda seorang dokter, bagaimana anda menepis fitnah kasus Suriah?

 

Tahun 2006, saya  membawa pemred Hidayatullah, Wisnu Pramudia, waktu itu dia beranggapan kerjasama Hizbullah dan Hamas pura-pura. Biar  percaya saya tunjukkan kantor Hamas yang berdekatan dengan kantor Hizbullah. Saya katakan jangan lagi percaya katanya, anda melihat sendiri, tulis yang benar, karena anda seorang wartawan. Perang tahun 2006 itu dahsyat, bagaimana bisa Hizbullah pura-pura, banyak korban jiwa dan gedung hancur, saya saksikan sendiri.

 

Apa kaitan krisis Suriah dengan masa depan Palestina?

 

Saya tanya, mana sih ada move-move yang ada di Timur Tengah lepas dari kepentingan zionis Israel.

 

Bagaimana gambaran anda, negara Suriah seperti apa?

 

Saya dua kali masuk Suriah, saat perang Irak, beli obat di sana untuk korban perang di Irak. Industri farmasi di Suriah bagus, makanya obat murah. Suriah tanahnya subur, negaranya termasuk civilize tidak seperti Libya, negara suku, makanya di Libya kalau tidak tangan tegas, susah diperintah. Memang, suasana militer di Suriah saya memahami, karena imbas perang Suriah vs Israel, banyak mata-mata Israel masuk Suriah.

 

Ada isu di internet, tidak ada satupun peluru Suriah yang ditembakkan ke Israel?

 

Kalau ada berita tak satupun  peluru Suriah masuk Israel berarti orang itu  ahistoris, Perang Yom Kippur, perang yang terjadi pada tanggal 6 - 26 Oktober 1973 antara Israel melawan Mesir dan Suriah. Israel waktu itu hampir kalah, tapi karena ilmu tipu daya Amerika, Israel tidak jadi kalah.

 

Bagaimana dengan ikwanul muslimin pernah ditindas oleh rezim Bassar Assad?

 

Memang Bassar Assad dan Hafiz memerintah dengan tangan besi, tapi itu bisa saya pahami, ada sisi positif dan negatifnya, tapi tidak hitam-putih. Dilihat dari masyarakatnya, sebenarnya mayoritas muslim di Suriah itu moderat, semangat persatuan umatnya tinggi.

Mayoritas Sunni Alawiyah, karakter ulama moderat, menginginkan adanya persatuan muslimin, salah satu ulamanya Syekh al-Buti, ulama moderat yang mengkritik salafi dalam bukunya, sebenarnya dalam buku ini mengajak persatuan, tetapi kita bersedih, setelah fatwa Yusuf Qardowi, beliau dibunuh saat mengajar agama di masjid.

 

Banyak orang berpandangan krisis Suriah adalah perang akhir zaman, bagaimana anda melihat kaitanya dengan gerakan zionisme Internasional?

 

Israel sebagai entitas itu ideologis. Saya membagi dunia terjadi perang ideologis.  Perang itu antara kelompok Islam, Katolik dan Zionis. Ketiganya, ada keinginan untuk membangun empire-nya. Katolik terbesar Amerika Selatan, sedangkan Protestan bagian dari rancangan freemasonry. Saya tidak membagi Liberal, Kapitalis dan Komunis, karena ketiganya hasil kreasi dari freemasonry untuk menciptakan konflik. Inget, Zionis akan eksis kalau ada konflik. Seperti dalam sejarah, suku Aus dan Khazraj, begitu keduanya didamaikan, orang-orang Yahudi kehilangan pencaharian. Begitu Madinah ditata Rasulullah Saw, pasar dibereskan, sehingga tidak ada riba, tapi Yahudi terus menimbulkan konflik. Prinsip mereka how to get, untuk mendapatkan sesuatu dengan sangat licik, orang mendirikan asuransi, mereka mendirikan asuransi,  yang tidak perlu keringat.

 

Anda sesalu mengaitkan Krisis Suriah dengan Libya, sebenarnya apa yang terjadi?

 

Khadafi dijatuhkan itu problem, karena melibatkan mujahidin, yang dikomandani Abdul Hakim bil Haj, bekas tahanan Guantanamo yang ditangkap CIA di Bangkok. Dialah yang memimpin penaklukan Tripoli. NATO dan AS terlibat merancang Humanitarian Intervension, menciptakan seolah-olah terjadi krisis kemanusiaan, kemudian memberlakukan no fly zone.

 

Keadaan seolah kacau, kemudian tentara NATO dan seolah-olah bersama rakyat Libya, menumbangkan Khadafi. Saya tidak setuju itu, apapun alasanya jika meminta NATO dan AS artinya melupakan tangan AS dan NATO berdarah-darah di Afganistan dan Irak.

 

Pertanyaan kenapa meminta bantuan AS dan NATO untuk menumbangkan Khadafi yang dianggap otoritarian. Kalau saya dibantu NATO dan AS untuk menumbangkan SBY enggak mau saya. Arsitek pengatur pergantian rezim Khadafi dan Bassar Assad adalah sama, Hakim bil Haj yang ikut terlibat rapat-rapat di Turki.

 

Apa pelajaran umat Islam yang bisa diambil?

 

Peristiwa 9/11 menjadi pelajaran bagaimana AS membuat opini publik bahwa yang menjadi musuh umat Islam. Apakah itu tidak cukup, bahwa NATO dan AS itu berbahaya.  Problem Suriah adalah bagaimana membuat the new road map. Fokusnya mengamankan Israel, bumbu-bumbu isu yang dimainkan adalah demokrasi, tiran, dan Syiah-Sunni itu variable. Apa Qatar, Arab Saudi itu demokratis sehingga mereka bisa menuntut Suriah harus demokratis. Kesalahan terbesar umat Islam dari dulu adalah menentukan musuh bersama, dan saya mencoba konsisten, musuh itu Zionis. (IRIBIndonesia/Muhammad Ma'ruf/PH)

Tags:


3Comments

Comments

Name
Mail Address
Description