Surat Imam Khomeini kepada Khamenei empat hari setelah diteror

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Surat Imam Khomeini kepada Khamenei empat hari setelah diteror

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Hujjatul Islam wal Muslimin Haji Sayid Ali Khamenei Damat Ifadhatuh

 

Saya bersyukur kepada Allah Swt karena menjadikan mereka yang memusuhi Islam sebagai kelompok dan pribadi-pribadi yang tolol. Saya juga berterima kasih kepada Allah bagaimana sejak awal Revolusi Islam mereka merencanakan segala cara baik lewat konspirasi maupun pidato-pidato mereka, tapi rakyat Iran menunjukkan bahwa mereka semakin solid dan siap berkorban. Mereka menjadi bukti ucapan ini "Senantiasa Islam dikuatkan oleh orang-orang fajir dan sesat".

 

Setiap kali mereka berpidato, sebesar itu pula mereka membongkar kedoknya sendiri. Setiap kali mereka menulis artikel, rakyat semakin sadar siapa mereka. Setiap kali mereka melakukan teror terhadap tokoh-tokoh, kekuatan untuk menghadapi mereka di tengah-tengah rakyat semakin kokoh.

 

Saat ini mereka melakukan teror terhadap Anda sebagai keturunan Rasulullah Saw dan dari Husein bin Ali as. Kesalahan Anda hanya karena melayani negara Islam dan berkhidmat kepada Islam. Seorang tentara yang mengorbankan dirinya di medan tempur, seorang guru yang baik ketika berada di atas mimbar, seorang khatib yang hebat dalam khotbah hari Jumat dan seorang pemberi petunjuk yang ramah dan penyayang dalam revolusi Islam. Kualitas berpikir dan ide-ide dalam membela rakyat banyak dan menentang kezaliman telah Anda buktikan.

 

Aksi teror yang dilakukan terhadap Anda telah membuat rakyat Iran bahkan dunia terluka. Mereka benar-benar tidak memiliki cara pandang politik yang jelas sehingga setelah pidato Anda di Majlis, hari Jumat dan di hadapan rakyat, mereka melakukan aksi kejahatan yang seperti ini. Mereka melakukan aksi terornya terhadap seorang yang suaranya mengajak pada perbaikan dan reformasi kepada seluruh masyarakat Muslim dunia.

 

Perbuatan yang tidak berperikemanusiaan ini dengan tujuan menakut-nakuti. Namun, hasilnya adalah jutaan kaum Muslimin semakin pasti langkahnya dan barisan mereka semakin rapat. Apakah tindakan kejahatan yang tidak pilih kasih ini masih belum dapat menyadarkan anak-anak muda untuk membebaskan dirinya dari tipuan mereka selama ini? Orang-orang tua hendaknya tidak membiarkan anak-anaknya mengikuti hawa nafsunya. Mereka harus mewanti-wanti anak-anaknya untuk tidak ikut dalam perbuatan kejahatan seperti ini.

 

Apakah mereka tidak tahu bahwa melakukan tindakan kejahatan seperti ini berarti membiarkan anak-anak mereka dalam kehancuran?

 

Kami bangga di hadapan Allah dan di hadapan Wali-Nya yang hak, Imam Mahdi,Arwahuna Fidahu, sebagai tentaranya di medan perang dan di belakang medan perang. Malamnya kami isi dengan ibadah dan siangnya kami isi dengan melakukan jihad di jalan Allah.

 

Saya mengucapkan semoga Allah memberi berkah kepada Anda Khamenei, orang yang saya muliakan. Di medan pertempuran Anda tampil dengan baju militer sebagai seorang pejuang dan bila kembali dari medan perang dengan baju seorang ulama Islam dan melayani kaum Muslimin. Saya memohon kepada Allah agar memberikan keselamatan kepada Anda untuk dapat berkhidmat kepada Islam dan kaum Muslimin.

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

 

Ruhullah al-Musawi al-Khomeini

 

 

Jawaban surat Khamenei kepada Imam Khomeini

 

Bissmillahirrahmanirrahim

 

Empat hari setelah kejadian ini menimpa saya. Dengan pertolongan ilahi dan dengan bantuan tim medis rumah sakit saya mendapati kondisi saya sangat baik. Setiap kali saya mengingat kejadian ini yang membuat Imam memberikan perhatiannya kepada kami dan isi pesannya yang menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya, sementara rakyat Iran membacakan doa kepada saya, semua ini membuat saya merasa malu.

 

Dalam menjalankan kewajiban, peristiwa ini bukan sebuah kejadian penting sehingga semua perhatian dan kasih sayang Imam dan rakyat serta tim medis rumah sakit yang bertugas siang dan malam harus dimunculkan seperti ini…

 

Dengan surat ini, saya ingin mengungkapkan salam dan kecintaan saya yang tidak akan punah kepada Imam. Saya ingin menyampaikan kepada beliau bahwa dalam kejadian seperti ini, saya berharap tidak menyulitkan dan menyusahkan beliau. Kami berkeyakinan,"Kebesaran hati membuat selamat dan kekerdilan membuat celaka". (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description