26 Rabiul Awal, Imam Hasan as Berdamai dengan Muawiyah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Imam Hasan as Berdamai dengan Muawiyah

 

Setelah syahadah Imam Ali as, pengikut Syiah di Kufah membaiat Imam Hasan as, anak Imam Ali as dan memilihnya sebagai khalifah, pengganti ayahnya. Imam Hasan as mengirim 12 ribu pasukan yang dipimpin oleh Qais bin Saad untuk memerangi Muawiyah dan beliau sendiri pergi ke kota Madain.

 

Sebelum terjadi perang terhembus isu kematian Qais bin Saad yang membuat pasukan Imam Hasan as tidak solid lagi. Sebagian pada waktu itu sampai berani menjarah bendera Imam Hasan dan yang lain menusuk paha beliau dengan pisau. Kondisi ini sangat tidak menguntungkan Imam Hasan as dan melanjutkan perang tidak ada gunanya dengan pasukan yang rendah semangatnya.

 

Oleh karenanya, Imam Hasan as menulis surat kepada Muawiyah yang berujung pada perundingan. Pada tanggal 26 Rabiul Awal perundingan terjadi yang hasilnya Imam Hasan as harus mengundurkan diri dari kursi kekhalifahan dengan syarat, pasca pemerintahan Muawiyah, ia tidak berhak menunjuk anaknya sebagai penggantinya. Syarat lainnya adalah Muawiyah tidak menjelek-jelekkan Imam Ali as.

 

Sekalipun batin Imam Hasan as tidak menerima hasil perundingan itu, kondisi yang ada memaksanya menerima itu. Akhirnya setelah lewat lima setengah bulan dari pengunduran dirinya dari kursi kekhalifahan, Imam Hasan as dan keluarganya pergi ke Madinah.

 

Ayatullah Zanjani Meninggal

 

Tanggal 26 Rabiul Awal tahun 1330 Hijriah, Ayatullah Abul Makarim Zanjani, seorang ulama besar Iran, meninggal dunia. Beliau dilahirkan tahun 1255 Hijriah di kota Zanjan, Iran dan menuntut ilmu-ilmu agama di hauzah ilmiah kota Najaf. Setelah mencapai derajat mujtahid, Ayatullah Zanjani kembali ke kampung halamannya dan menjadi marji atau ulama tempat rujukan kaum muslimin.

 

Selama masa Revolusi Konstitusional, Ayatullah Zanjani, sebagaimana para ulama pejuang lain di Iran, turut aktif memimpin rakyat dalam menentang pemerintah Iran saat itu yang despotik. Ayatullah Zanjani juga menulis berbagai buku, di antaranya berjudul Makharijur-Ridhwan dan Miftahuz-Zhafr. (IRIB Indonesia)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description