Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 10 Oktober 2015 15:47

Buku Palestina dan Kemarahan Netanyahu

Isu pendudukan Palestina selama bertahun-tahun menuai beragam reaksi luas di seluruh dunia. Salah satu reaksi penting adalah sikap yang ditunjukkan ulama Syiah dan hingga sekarang terus berlanjut tanpa ada perubahan. Shahid Muthahari, saat mengkaji karakteristik ulama Syiah di isu Palestina menulis, “Ulama Syiah adalah lembaga independen. Dari sisi spiritual mereka bertawakkal kepada Allah dan dari sisi sosial didukung basis massa. Oleh karena itu, sepanjang sejarah mereka tampil sebagai kekuatan tandingan penguasa zalim. Kini mengingatkan karakteristik ini, kita harus menyadari apa sikap kelompok cendikiawan Islam ini terhadap berbagai isu seperti pendudukan Palestina dan pengaruh rezim Zionis Israel.”

Ada beberapa skenario yang bisa diprediksi untuk masa depan transformasi di Yaman dengan memperhatikan peran Barat dalam pergolakan itu. Skenario pertama yang mungkin dijalankan Amerika Serikat dan Barat adalah membagi wilayah Yaman menjadi dua bagian utara dan selatan.Opsi pembagian Yaman pernah terjadi pada era kekuasaan Inggris atas Yaman Selatan pada dekade 1960.Yaman Selatan memiliki potensi untuk berpisah dari utara karena sejarah pembagian kedua wilayah itu dan perkembangan yang tercipta pasca perang saudara Yaman pada tahun 1994. Kelompok pemberontak selatan juga sudah bertahun-tahun mengangkat senjata untukmemisahkan diri dari Yaman Utara.

Kamis, 08 Oktober 2015 14:50

Mempertanyakan Penyebab Tragedi Mina

Sejumlah tokoh Lebanon menilai peristiwa Mina bersumber dari salah urus dan mismanajemen para pejabat Arab Saudi. Untuk itu mereka menegaskan pentingnya melakukan penyidikan terkait apa penyebab tragedi ini. Sheikh Maher Hamoud, Sekjen Organisasi Internasional Ulama Muqawama di Lebanon dalam wawancaranya dengan televisi Alalam menekankan pembentukan komite pencari fakta tragedi Mina.

Selasa, 06 Oktober 2015 10:09

Di Balik Tragedi Mina

Tragedi Mina terjadi 13 hari setelah bencana ambruknya crane di Masjidil Haram yang menewaskan 107 orang dan menciderai 238 lainnya. Tragedi Mina sendiri menelan korban jiwa lebih dari 4.000 orang, dan menciderai 2.000 orang. Sejumlah sumber lainnya menyatakan bahwa otoritas kerajaan Arab Saudi merilis jumlah korban resmi lebih dari 700 orang.

Selasa, 06 Oktober 2015 10:02

Pencemaran Media oleh Petrodolar Saudi

Mungkin pada detik-detik awal hari Kamis 24 September 2015, hari terjadinya tragedi kemanusiaan di Mina, Arab Saudi, tidak ada orang yang akan menyangka musibah itu akan memiliki dimensi sedemikian mengerikan. Namun semakin hari berlalu, kian terkuak berbagai aspek tragis baru dari musibah Mina. Berdasarkan banyak laporan, jumlah korban jiwa musibah Mina mencapai ribuan orang. Jika jatuhnya derek bangunan di Masjidul Haram, Mekkah, mengindikasikan manajemen haji yang buruk oleh rezim al-Saud, maka musibah Mina telah memastikan ketidaklayakan Arab Saudi untuk mengurus kongres agung umat Islam ini.

Selasa, 06 Oktober 2015 09:59

Bencana Mina, Salah Urus Saudi !

Ibadah haji merupakan simbol persatuan sekaligus kongres umat Islam internasional yang datang dari seluruh penjuru dunia. Pada acara ritual haji, para jemaah berputar mengitari Kabah dan menjalankan manasik haji yang telah diletakan pondasinya oleh Nabi Ibrahim. Tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, umat Islam berdatangan ke tanah wahyu untuk menunaikan ibadah haji. Meskipun jumlah jemaah haji tahun ini lebih sedikit dari sebelumnya karena adanya pembangunan di kawasan Mekah, tapi ibadah haji tahun ini menjadi tahun paling berdarah dengan korban terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, Rabu (30/9/2015), hadir dalam acara lulusan, penyematan pangkat untuk para taruna Akademi Militer Republik Islam Iran di Akademi Ilmu Maritim Imam Khomeini, Noushahr. Dalam acara tersebut, Rahbar menyampaikan pidato penting terkait musibah di Mina. Beliau juga menekankan kesiapan penuh Angkatan bersenjata Iran di semua aspek.

Senin, 05 Oktober 2015 10:56

Kepentingan Barat Dalam Perang Yaman (2)

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman – dengan memperhatikan letak geografis negara itu –memiliki alasan geopolitik dan motif ekonomi, di mana bisa membawa dampak besar bagi masa depan kekuatan global, khususnya dalam perebutan pengaruh di antara kekuatan-kekuatan adidaya untuk menguasai Samudera Hindia dan Teluk Persia. Oleh karena itu, Barat terutama Amerika Serikat memantau dari dekat perkembangan Yaman serta berusaha mengontrol dan mengelolanya. Misi Barat dalam mendukung serangan Arab Saudi ke Yaman dapat dibagi dalam dua motif politik dan ekonomi.

Pada pertemuan sebelumnya kita telah membahas bersama pengaruh jejaring dan media sosial terhadap anak dan remaja. Selain anak dan remaja, orang dewasa dan kedua orang tua juga tidak lepas dari pengaruh jejaring ini. Dewasa ini internet dan media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Bahkan orang dewasa pun menghabiskan banyak waktunya untuk berinteraksi dengan teman-temannya melalui media sosial.

Selasa, 29 September 2015 15:19

Tragedi Mina dan Kebisuan Saudi

Ritual ibadah haji tahun ini diwarnai dua insiden mematikan yang membuat dunia Islam berduka. Ritual terbesar Islam serta simbol persatuan dan solidaritas kaum Muslim dunia berubah menjadi acara duka. Dua pekan sebelum manasik haji dimulai, sebuah crane roboh menimpa jamaah di Masjidil Haram.Insiden ini menewaskan dan melukai puluhan tamu Allah Swt. Dua pekan kemudian dalam pelaksanaan ritual lontar jumrah di Mina, sebuah tragedi besar terjadi akibat penumpukan jamaah dan manajemen yang kacau balau. Petaka Mina sejauh ini telah menewaskan dan melukai ribuan orang serta ratusan jamaah masih dinyatakan hilang.