Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian

Pada kesempatan sebelumnya kami telah membahas dampak merusak pemakaian tak tepat telepon seluler/ponsel bagi hubungan kekeluargaan. Realitanya adalah penggunaan tak tepat terhadap teknologi canggih telah menciptakan beragam kesulitan bagi manusia. Dampak ini bukan sekedar mengarah pada sisi individu, namun juga mempengaruhi hubungan keluarga dan sosial manusia. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami mencoba mengkaji dampak merusak penggunaan tak tepat ponsel pada hubungan sosial.

Rabu, 28 Oktober 2015 15:11

Zionis, Sinema dan Iranphobia

Rezim Zionis Israel sejak dibentuk hingga kini memiliki pandangan istimewa terhadap dunia sinema sebagai salah satu tantangan bagi kelanggengannya. Rezim Zionis terus mencoba beragam metode dalam hal ini. Di tahun-tahun pertama, unit budaya Israel dan pendirinya fokus pada sinema Amerika, khususnya produksi film di Hollywood. Maka tak heran jika Zionis sangat aktif di Hollywood dan memiliki pengaruh luas. Melalui industri perfileman ini, Israel memperkokoh ideologi Zionisnya.

Penyebaran virus Ebola di Afrika pada setiap periode, menimbulkan krisis serius di Benua Hitam itu. Pada kasus terbaru, penyebaran virus dimulai pada tahun 2013, dan dalam beberapa bulan terakhir mulai berkurang dan bahkan berdasarkan sejumlah laporan, telah berhasil dibendung. Virus Ebola untuk pertama kalinya ditemukan pada 1976 dan untuk ke-26 kali epideminya, dimulai pada bulan Desember 2013 di Guinea Bissau dan dengan cepat menyebar ke berbagai negara regional termasuk Sierra Leone dan Liberia. Virus Ebola pada putaran terbaru telah merenggut 25 ribu nyawa di tiga negara itu di mana 11 ribu di antaranya tewas dalam 18 bulan pertama. Meski media massa Barat melakukan manuver luas soal berakhirnya epidemi Ebola, akan tetapi bukti-bukti yang ada mengindikasikan aktivitas baru virus Ebola di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyinggung peningkatan kasus Ebola dan menyatakan bahwa virus tersebut belum benar-benar tertanggulangi, dan masih banyak tantangan yang dihadapi.

Minggu, 25 Oktober 2015 15:10

Tragedi Mina dan Perspektif Rahbar

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran telah bertemu dengan para pejabat dan staf Organisasi Haji Republik Islam Iran pada Senin siang, 19 Oktober 2015. Haji tahun lalutelah meninggalkan kenangan pahit dan sangat menyedihkan bagi umat Islam.Tragedi Mina di Hari Raya Idul Adha,Kamis, 24 September 2015 merupakan peristiwa terburuk dalam sejarah haji, di mana hampir 8.000 jemaah haji dari berbagai negara, meninggal dunia dalam tragedi ini termasuk lebih dari 460 jemaah haji Iran.

Sebelumnya kami telah menyebutkan dampak merusak telepon seluler/ponsel bagi anak dan remaja. Kali ini kami ingin mengkaji dampak teknologi ini bagi kehidupan keluarga. Dewasa ini, dengan semakin majunya sains dan teknologi, telepon seluler selain menjadi sarana komunikasi, juga memiliki beragam kegunaan lain. Kemudahan komunikasi, foto, video, sharing gambar atau video, akses internet, aktivitas perbankan serta berpetualang di dunia maya, termasuk fasilitas yang dimiliki ponsel.

Pameran buku internasional Frankfurt tahun ini dimulai dengan berbagai kontroversi yang langsung direaksi oleh para penerbit Iran. Para panitia penyelenggara pameran tersebut mengundang Salman Rushdie, penulis murtad Inggris, untuk berpidato pada acara pembukaan pameran tersebut. Salman Rushdie adalah salah satu pionir dalam penistaan nilai-nilai sakral umat Islam dan dalam gerakan islamphobia di Barat. Tiga dekade lalu dia menistakan Nabi Muhammad Saw dan juga al-Quran dengan menulis buku Ayat-Ayat Setan. Dalam bukunya itu, Rushdie tidak mengkritik al-Quran sebagaimana yang diklaim Barat. Melainkan bukunya tidak lebih dari penistaan terhadap agama yang dipeluk lebih dari satu miliar umat Islam.

Tahun 2011 bergulir dengan penuh mimpi buruk bagi rezim Zionis Israel. Pada Januari 2011, Zeineddin ben Ali, terguling dari kekuasaannya di Tunisia dan lari ke Arab Saudi. Pelarian Zeineddin ben Ali, menjadi titik dimulainya efek domino bagi para penguasa yang baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi bersekutu dengan Israel. Termasuk di antara para penguasa tersebut adalah Hosni Mubarak yang setelah berkuasa selama tiga dekade, terguling pada 25 Januari 2011.  Mubarak hanya mampu bertahan selama 17 hari di hadapan protes serempak dan menyeluruh rakyat Mesir. Tidak diragukan lagi bahwa Mubarak merupakan sekutu Israel paling penting dan peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi Tel Aviv.

Selasa, 20 Oktober 2015 10:52

Ritual Peringatan Asyura Di Iran

 

Ritual memiliki beragam bentuk dan juga punya banyak definisi. Dalam sebuah pendekatan sosial, ritual adalah serangkaian kegiatan dan gerakan yang melibatkan berbagai sarana dan hubungan emosional yang sudah diatur oleh aturan tertentu dan untuk tujuan tertentu pula. Ritual dilaksanakan berdasarkan suatu agama atau tradisi dari sebuah komunitas yang sudah mengakar dan menjadi tradisi di tengah mereka. Untuk menyaksikan pelaksanaan ritual-ritual khusus, kita cukup mengunjungi suatu tempat pada momen tertentu di sepanjang tahun sehingga kita dapat melihat bagaimana penduduk setempat melaksanakan ritual mereka.

Minggu, 18 Oktober 2015 11:30

IRIB dan Perang Lunak di Mata Rahbar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Senin (12/10) bertemu dengan jajaran direktur dan staf lembaga penyiaran nasional (IRIB) serta anggota dewan pengawas lembaga penyiaran ini. Di pertemuan tersebut, Rahbar memaparkan dengan gamblang tujuan dari perang lunak terorganisir dan luas kekuatan imperialis dunia terhadap Republik Islam Iran. Menurut beliau tujuan terpenting perang lunak tersebut adalah mengubah pandangan dan ideologi bangsa Iran. Beliau menekankan peran utama media nasional untuk secara serius menyusun program terencana dan cerdas guna merealisasikan kewajiban media nasional.

Sabtu, 17 Oktober 2015 16:31

Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia

Tanggal 17 Oktober setiap tahunnya, masyarakat dunia memperingati Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia (The International Day for the Eradication of Poverty). Peringatan ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 1992. Momen ini untuk pertama kalinya dilangsungkan di Paris pada 1987 ketika para pegiat Hak Asasi Manusia dari seluruh dunia berkumpul di Human Rights and Liberties Plaza untuk menghormati korban kelaparan, kemiskinan, kekerasan, dan ancaman.