Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sumber-sumber Yaman mengabarkan tewasnya ratusan orang dalam serangan terbaru militer Arab Saudi di dua pulau negara itu di Laut Merah.
Wakil Dewan Tinggi Revolusi  Yaman menilai kelompok teroris al-Qaeda dan ISIS sebagai produk Arab Saudi.
Rusia dan Yordania sepakat untuk membentuk sebuah pusat bersama untuk bertukar informasi tentang aksi militer di Suriah, sebagaimana telah telah dikornfirmasi para pejabat dari kedua negara.
Juru bicara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi menegaskan kelanjutan agresi militer ke Yaman.
Serangan udara terbaru Arab Saudi ke Provinsi Saada di utara Yaman telah merenggut nyawa belasan warga sipil.
Jumat, 23 Oktober 2015 07:55

Jet Tempur Saudi Bunuh 10 Nelayan Yaman

Serangan baru oleh jet tempur Saudi di pantai barat laut Yaman telah menewaskan sedikitnya 10 nelayan di saat korban warga sipil terus meningkat dalam berlanjutnya serangan Saudi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memerlukan 60 juta dolar untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada rakyat Yaman menyusul serangan brutal Arab Saudi dan sekutunya ke negara Arab ini.
Arab Saudi baru-baru ini menuntut penundaan perundingan di Jenewa tentang krisis Yaman. Tuntutan ini merupakan upaya untuk menghambat dialog Yaman guna mengkhiri krisis di negara Arab ini.
Militer Arab Saudi melanjutkan serangan udaranya ke berbagai wilayah Yaman termasuk di ibukota negara ini.
Operasi yang dilancarkan militer Yaman menarget pos-pos pasukan Arab Saudi berhasil menewaskan lima militer Saudi di wilayah perbatasan Asir.
Gubernur Saada menyatakan, “Jika serangan jet tempur koalisi Arab pimpinan Arab Saudi ke Provinsi Saada, utara Yaman terus dilanjutkan, maka wilayah ini akan dilanda tragedi kemanusiaan.”
Salah satu media Amerika Serikat mengakui terjadinya kejahatan perang di Yaman yang dilakukan oleh Arab Saudi dan sekutu-sekutunya.
Ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman mengkritik kebungkaman masyarakat internasional atas kejahatan-kejahatan Arab Saudi di Yaman.
Anggota Dewan Politik Ansarullah, Yaman memperingatkan pasukan Sudan yang dikerahkan ke Aden untuk membantu Arab Saudi.
Ribuan warga Yaman menggelar unjuk rasa di Sanaa untuk menuntut diakhirinya serangan militer Arab Saudi dan sekutunya ke negara mereka.
Juru bicara Gerakan Rakyat Yaman Ansarullah menyebut Arab Saudi sebagai penghalang kelanjutan dan kemajuan dialog nasional di Yaman untuk mengakhiri krisis di negara ini.
Militer Sudan membenarkan penempatan satu brigade pasukan negara itu di kota Aden untuk bekerjasama dengan Arab Saudi dalam menyerang Yaman.
Berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) Yaman menuding Arab Saudi melakukan kejahatan terhadap rakyat negara ini.
Ketua Komite Tinggi Revolusi Rakyat Yaman mengkritik reaksi PBB terhadap kejahatan-kejahatan rezim Al Saud di Yaman.
Sekretaris Jenderal PBB meminta Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri dan buron untuk berunding dengan gerakan rakyat Yaman, Ansarullah.