Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 31 Oktober 2015 11:15

Dampak Teknologi Komunikasi pada Gaya Hidup (31)

Dampak Teknologi Komunikasi pada Gaya Hidup (31)

Pada kesempatan sebelumnya kami telah membahas dampak merusak pemakaian tak tepat telepon seluler/ponsel bagi hubungan kekeluargaan. Realitanya adalah penggunaan tak tepat terhadap teknologi canggih telah menciptakan beragam kesulitan bagi manusia. Dampak ini bukan sekedar mengarah pada sisi individu, namun juga mempengaruhi hubungan keluarga dan sosial manusia. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami mencoba mengkaji dampak merusak penggunaan tak tepat ponsel pada hubungan sosial.

 

 

Ponsel termasuk teknologi baru dan menjadi bagian tak tepisahkan dari kehidupan manusia abad ini. Meski teknologi ini memiliki saham besar dalam mempermudah komunikasi manusia, namun penggunaan fasilitas pengiriman pesan pendek (SMS) melalui ponsel telah menurunkan komunikasi tradisional manusia. Artinya, tingginya penggunaan komunikasi jenis ini telah menurunkan komunikasi tatap muka manusia.

 

Realitanya adalah komunikasi yang dikemas melalui pesan kering dan tidak tidak memiliki semangat, tidak akan pernah mampu menggantikan komunikasi verbal dan emosional antar teman atau manusia. Komunikasi seperti ini secara tidak langsung telah menutup atau membatasi peluang belajar tata cara hidup secara praktis dan melalui komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat secara tatap muka.

 

Penggunaan tak tepat fasilitas seperti SMS dan bluetooth untuk mengirim serta menyebar gambar atau ungkapan tak senonoh adalah salah satu contoh pemanfaatan keliru teknologi ini. Sangat disayangkan di banyak negara, teknologi ini digunakan untuk mengirim serta menerima kata-kata kotor atau gambar tak senonoh, dari pada digunakan secara tepat. Kita kerap menyaksikan sejumlah orang khususnya remaja dan pemuda melalui teknologi ini tengah saling tukar gambar atau artikel yang sangat berbahaya bagi keselamatan sosial, budaya dan mental anggota masyarakat.

 

Selain itu, dewasa ini sejumlah negara menggunakan fasilitas SMS untuk hiburan. Sebagian SMS tersebut mengandung pesan tak bermoral dan pelecahan yang mengakibatkan hancurnya nilai-nila moral. Pesan ini yang kebanyakan berisi pelecehan dan penghinaan kepada orang lain, secara bertahap membuat sebuah masyarakat tak bermoral. Di sejumlah negara, pesan pendek ini mengandung ungkapan yang melecehkan kepada minoritas agama dan etnis seperti warga kulit hitam dan warga Indian.

 

Penyebaran lelucon yang menghina orang lain juga keluar dari nilai-nilai kemanusiaan dan moral serta pada akhirnya berujung pada kebencian terhadap agama dan etnis. Tak diragukan lagi ungkapan yang menghina menciptakan peluang perpecahan di antara kelompok dan lapisan masyrakat  serta meningkatkan kekerasan dan tensi di tengah masyarakat.

 

Penyebaran isu dan desas desus, satu lagi dari dampak negatif penggunaan ponsel. Pengiriman sms yang mudah, cepat dan minimnya filter teknologi ini membuatnya menjadi sebuah media yang mudah diatur oleh penggunanya. Pengguna ketika mendapat sms baik itu hanya sebatas berita biasa atau yang sensitif, langsung menyebarkannya kepada teman-temannya, sehingga mereka terlibat dalam jaringan media ini.

 

Isu dan desas desus biasanya berujung pada meningkatnya kekhawatiran dan menurunnya keamanan mental masyarakat. Mengingat sensitifitas isu dan isi informasi yang direfleksikan dengan tidak benar, akan memunculkan beragam reaksi yang tidak ada kaitannya dengan masalah. Hal ini tentu saja tidak menguntungkan siapa pun.

 

Privatisasi dan kehidupan khusus sesorang merupakan zona yang tidak seharusnya dilanggar. Namun sangat disayangkan, sejak musuknya ponsel ke kehidupan manusia, semua orang baik itu disadari mau pun tidak terancam pembicaraannya dibajak serta direkam oleh pihak lain. Dengan mudah sejumlah isi pembicaraan yang berkaitan dengan masalah pribadi didengarkan oleh pihak lain. Namun demikian sejumlah orang dengan sengaja merambah zona privat tersebut.

 

Sangat disayangkan tentunya sejumlah oknum yang mencari keuntungan dengan mengambil foto atau video dari ruang privat seseorang serta menyebarkannya kepada publik atau dengan mengancam akan menyebarkannya, melakukan tindakan tak terpuji seperti pemerasan. Riset yang ada menunjukkan bahwa hingga kini banyak kerugian yang tak mungkin ditebus akibat penggunaan tak tepat teknologi ini.

 

Komunikasi melalui ponsel menjadi salah satu target utama para hacker. Mereka dengan leluasa merekam dan mendengar percakapan telepon siapa pun dan dengan demikian mereka juga mampu menembus serta mengunduh file, informasi pribadi dan bahkan foto yang diambil melalui ponsel. Sejumlah oknum ini bahkan merancang program untuk mencuri data dan mereka mampu mencuri seluruh data yang disimpan di ponsel. Dengan demikian foto dan film pribadi seseorang dapat disebar ke publik dan hal ini dapat memicu stress para korban.

 

Penggunaan ponsel ketika mengendarai kendaraan juga menjadi salah satu pemicu kecelakaan dan menimbulkan masalah trafik (kemacetan) di jalan-jalan kota. Jika kita menyimak berbagai berita terkait kecelakaan kendaraan, kita dengan baik akan menyadari bahwa ponsel menjadi salah satu penyebab kecelakaan tersebut. Menerima telepon atau bahkan menelepon serta membaca SMS ketika menyetir kendaraan membuat perhatian sopir terpecah dan pada akhirnya mengakibatkan kecelakaan yang terkadang tidak dapat ditebus. Oleh karena itu, peraturan yang ditetapkan oleh polisi lalu lintas melarang keras menggunakan ponsel ketika mengendarai kendaraan.

 

Setiap pembuatan sarana teknologi telah menghabiskan banyak pengorbanan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika sarana ini digunakan dengan tepat dan ditujukan untuk memberi kenyamanan baik bagi pengguna maupun orang lain, sehingga keselamatan mental kita dan orang lain tetap terjaga. Sejumlah orang secara sadar atau tidak, ternyata tidak menjaga ketentuan ini. misalnya sejumlah orang mengistal nada dering yang keras dan menganggu di ponselnya serta menggunakannya di setiap tempat, bahkan di rumah sakit yang harus dijaga ketenangannya.

 

Orang seperti ini biasanya tidak memiliki kemahiran dalam berkomunikasi dan bersosial serta tidak memahami orang lain. Atau bahkan menganggap hal-hal seperti ini remeh dan tidak penting. Namun harus kita sadari bahwa tidak ada yang berhak dan dengan jalan apa pun mengecewakan serta menganggu orang lain. Oleh karena itu, kita harus menggunakan nada dering ponsel yang tepat demi menjaga ketenangan orang lain.

 

Contoh lain adalah dari penggunaan ponsel di tempat umum. Sangat disayangkan sejumlah orang tanpa mengindahkan hak orang lain menggunakan telepon seluler di tempat umum. Misalnya penggunaan ponsel di taksi akan menganggu penumpang yang lain dan bahkan dapat membuat orang lain kecewa. Atau penggunaan ponsel di rumah sakit akan menganggu orang lain. Perhatian dan dijaganya hal-hal seperti ini sangat tergantung dengan rasa tanggung jawab dan persahabatan seseorang. Namun ketika kepribadian orang beragam, dan sebagian mereka tidak memiliki rasa tanggung jawab, maka disamping kemunculan setiap teknologi, harus dibarengi dengan pendidikan penggunaan yang tepat sehingga orang lain akan merasaa nyaman dan tidak terganggu.

 

Kemajuan teknologi di bidang komunikasi bukan saja mempermudah dan memperluas komunikasi global, bahkan dengan produksi besar-besaran serta penurunan harga produk elektornik, semua orang memiliki peluang untuk menggunakannya. Meski sarana komunikasi merupakan sarana untuk memperluas hubungan dan pertukaran informasi, namun mayoritas perusahaan produsen alat-alat ini dengan menambah sejumlah fasilitas tambahan, membuat penggunanya mengalami perubahan drastis.

 

Fasilitas tambahan ini sejatinya dimaksudkan untuk melayani manusia, namun kita menyaksikan penggunaan yang tak tepat atas teknologi ini yang pada akhirnya menimbulkan dampak negatif di berbagai sisi kehidupan manusia. Hasilnya adalah hubungan keluarga dan kesehatan serta ketenangan mental anggota masyarakat terganggu. Oleh karena itu, di samping adanya teknologi modern, juga harus dibudayakan penggunaan yang tepat atas teknologi ini. Langkah ini tentunya membutuhkan bantuan pemerintah, lembaga pendidikan dan kerjasama masyarakat.(IRIB Indonesia)

Add comment


Security code
Refresh