Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 16 Desember 2015 15:35

Dimensi Surat Rahbar kepada Pemuda Barat (5)

Dimensi Surat Rahbar kepada Pemuda Barat (5)

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran baru-baru ini kembali melayangkan surat kepada pemuda Barat. Sekitar 10 bulan sebelumnya, Ayatullah Udzma Sayid Ali Khamenei telah mengirimkan surat serupa kepada pemuda Barat yang menjadi perhatian publik dunia. Salah satu fokus dari surat tersebut adalah ajakan kepada pemuda Barat untuk mengenali Islam secara langsung dari sumber utamanya, al-Quran dan Nabi Muhammad Saw.

 

Ayatullah Khamenei di bagian surat pertamanya kepada pemuda Barat menulis, “Saya berbicara kepada kalian para pemuda, bukan berarti saya mengabaikan orang tua kalian, melainkan karena masa depan bangsa dan negara berada di tangan kalian. Saya menemukan semangat untuk mencari kebenaran di hati kalian; yang lebih hidup, lebih kuat, dan lebih sadar. Saya juga tidak berbicara dengan politisi dan pejabat negara kalian dalam pesan ini, karena saya yakin mereka dengan sadar telah memisahkan jalur politik dari jalan kejujuran dan kebenaran.”

 

Di bagian kedua suratnya kepada pemuda Barat, Rahbar menyinggung fitrah suci para pemuda. “Saya yakin, hanya kalian para pemuda yang mengambil pelajaran dari peristiwa ini yang akan mampu menemukan jalan baru untuk membangun masa depan, sekaligus benteng dari berbagai penyimpangan yang telah mengantarkan Barat hingga ke noktah [hitam] sekarang ini,” ujar Rahbar dalam suratnya.

 

Surat Ayatullah Khamenei terhadap pemuda Barat mengemuka di saat diplomasi pemuda menjadi bagian penting dari diplomasi sebuah negara. Di era diplomasi dewasa ini terdapat dua istilah, yaitu diplomasi tradisional dan diplomasi publik. Kemudian belakangan muncul istilah baru diplomasi pemuda. Diplomasi konvensional meliputi semua kewajiban dan aksi diplomasi seperti kementerian luar negeri dan duta besar di setiap negara. Sedangkan diplomasi publik lebih luas maknanya sebagai sarana bagi aksi diplomasi konvensional. Lalu apa peran diplomasi pemuda?

 

 

Karakteristik bernilai yang terdapat dalam diri pemuda senantiasa menjadi perhatian para ilmuwan, terutama psikolog. Implementasi diplomasi pemuda terutama spirit khususnya menjadi alat penting kebudayaan sebuah negara. Para pakar berkeyakinan bahwa spirit para pemuda bukan tipe konservatif, tapi reformatif. Pemuda juga dipenuhi oleh semangat dan percaya diri yang tinggi.

 

Dengan berbagai karakteristik tersebut, diplomasi pemuda -dalam terminologi politik internasional dewasa ini- dipergunakan untuk mewujudkan tujuan negara. Inggris sejak awal menjadi negara yang telah memanfaatkan potensi besar pemuda, terutama para mahasiswa di perguruan tinggi demi kepentingannya.

 

Para aktivis mahasiswa Inggris memanfaatkan energi bergelora pemuda dengan menampilkan dirinya sebagai model bagi mahasiswa asing yang belajar di berbagai universitas negara itu. Ketika para mahasiswa asing tersebut kembali ke negaranya masing-masing, mereka menjadi tribun bagi pemerintah Inggris.

 

Kemudian, negara-negara Barat lainnya mengikuti jejak Inggris memanfaatkan diplomasi pemuda demi kepentingan mereka. Prancis melakukan tindakan serupa terhadap para pemuda di negara-negara yang dahulu menjadi jajahannya untuk menghapus memori buruk mereka tentang Prancis sebagai negara penjajah yang telah terekam selama bertahun-tahun.

 

Meskipun demikian, diplomasi pemuda yang memanfaatkan energi besar pemuda tidak selalu dipahami sebagaimana Inggris, Prancis dan negara-negara Barat lainnya terapkan. Sebab ada makna lain, yang lebih mulia dan agung dalam diplomasi pemuda, sebagaimana yang disampaikan Ayatullah Khamenei dalam suratnya kepada pemuda Barat.

 

Rahbar mengajak para pemuda Barat untuk berpikir dan mencari kebenaran sejati dengan menggugah hati nurani dan kemanusiaannya. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengajak pemuda menggunakan potensi yang dianugerahkan Tuhan untuk mewujudkan perdamaian dunia dan penegakkan nilai agung kemanusiaan seperti keadilan dan perlawanan terhadap kelaliman.

 

Pemuda adalah periode yang terpenting dan paling sensitif dari perjalanan usia manusia. Sebab di masa itulah masa depannya akan ditentukan. Ketika perhatian sebuah bangsa dan negara terhadap pemuda tinggi, maka akan tercapai kemajuan yang diharapkan.Sebab para pemudalah yang memainkan peran penting sebagai motor penggerak sebuah bangsa dan negara.

 

Pemuda relatif tidak larut dalam pengaruh lingkungannya dan cenderung masih idealis untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, keadilan dan pembelaan terhadap orang-orang yang tertindas. Pemuda lebih cepat untuk menerima keyakinan dan bertindak tanpa tendensi kepentingan tertentu. Selain itu, pemuda akan membela dan mempertahankan sesuatu yang diyakininya benar.

 

Karakteristik lain seorang pemuda sebagaimana dijelaskan dalam pandangan al-Quran adalah keberanian dan tekad bajanya. Oleh karena itu, para pendukung para Nabi Ilahi didominasi para pemuda. Terkait hal ini, Nabi Muhammad Saw bersabda, “Berbuat baiklah kepada remaja dan pemuda. Mereka memiliki hati yang bersih dan bisa menerima kebenaran. Allah swt mengutusku sebagai Nabi untuk menyampaikan rahmat ilahi kepada masyarakat, dan mengejak mereka menjauhi azab-Nya. Para pemuda menerima perkataanku dan mereka mengikat janji setia, tapi orang-orang tua menolaknya, bahkan menentangku,”.

 

Al-Quran merekam kesetiaan para pemuda kepada Nabi Musa. Surat Yunus ayat 83 menerangkan, “Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka.”

 

Dari ayat tersebut terdapat dua poin penting yang bisa dipetik. Pertama, para pemuda sejak dahulu menjadi orang-orang yang terdepan menerima kebenaran agama. Kedua, para pemuda tidak melepaskan keyakinan agamanya, meskipun harus menghadapi penyiksaan.

 

Ajaran Islam memandang semua manusia, dari usia apapun terhormat. Begitu banyak hadis yang menjelaskan penghormatan terhadap orang tua. Rasulullah Saw bersabda, “Keberadaan orang tua lanjut usia di kalangan pengikutku akan menambah rahmat Allah swt dan meningkatkan karunia ilahi”.

 

Oleh karena itu, keberadaan orang-orang tua jangan dipandang tidak bermanfaat, sebab mereka dipenuhi harta karun pengalaman, dan sebagian dari mereka adalah para ilmuwan yang matang di bidangnya masing-masing. Tapi, yang dimaksud ayat al-Quran di atas adalah penegasan pemuda sebagai kekuatan besar untuk membangun dan mereformasi sebuah bangsa dan negara, dengan berpijak kepada perbaikan kualitas para pemudanya.

 

Ayatullah Khamenei memahami dengan baik pesan ilahi tersebut. Dengan mengetahui peran besar pemuda dalam menentukan nasib bangsa dan negaranya, disertai keyakinan terhadap fitrah sucinya, Rahbar menyampaikan pesan kepada pemuda sebagai generasi baru. Surat Rahbar kepada pemuda Barat membuka lembaran baru dialog pemikiran dengan generasi baru yang memfokuskan pada masalah “Analisis terhadap peristiwa global dengan perspektif kemanusiaan dan agama”. Dibukanya lembaran ini menjadi model bagi para ulama, tokoh masyarakat dan politikus serta pusat-pusat Islam di dunia.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran di bagian suratnya kepada pemuda Barat menulis, “Saya berharap kalian para pemuda membangun pilar-pilar sebuah interaksi yang benar dan terhormat dengan dunia Islam berdasarkan prinsip penilaian yang benar dan mendalam, serta memanfaatkan berbagai pengalaman getir (sebelumnya). Ketika itulah, di masa yang tidak terlalu jauh, kalian akan menyaksikan berdirinya sebuah bangunan di atas pondasi meyakinkan; yang menjamin kepastian dan kepercayaan para arsiteknya; yang mempersembahkan keamanan dan ketenangan bagi mereka, dan menyalakan pelita harapan bagi masa depan yang cerah di muka bumi”.

 

Diplomasi pemuda, sebagaimana yang disampaikan Ayatullah Khamenei kepada pemuda Barat mengejar tujuan yang lebih mulia dan agung dari model yang diterapkan di tempat lain. Di setiap baris dari surat ini berhembus pencerahan dan seruan kesadaran.

 

Dengan menyinggung penderitaan besar yang ditanggung oleh bangsa-bangsa dunia, Ayatullah Khamenei mengajak para pemuda untuk menganalisis secara benar atas realitas yang terjadi di dunia dewasa ini, dan mengajak mereka menemukan solusi demi membangun masa depan yang lebih baik.Tipe diplomasi ini tidak menjadikan pemuda sebagai alat untuk mewujudkan tujuan negara tertentu, tapi menjadikan mereka sebagai motor penggerak bagi reformasi agung dan luhur.(IRIB Indonesia/PH)

 

Add comment


Security code
Refresh