Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 12 Desember 2015 09:56

Dimensi Surat Rahbar kepada Pemuda Barat (3)

Dimensi Surat Rahbar kepada Pemuda Barat (3)

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khemenei pada 29 November 2015, menulis surat terbuka kepada pemuda Barat dan mengirimnya ke media. Dalam pesannya itu, Rahbar mengkritik kebijakan kontradiktif Amerika Serikat terkait isu terorisme, serangan militer di Dunia Islam, peristiwa teror di Paris, pertumpahan darah di Palestina serta kekerasan ISIS di Irak dan Suriah. Selain itu, Rahbar menekankan urgensitas memberantas pemikiran ekstrim dan terorisme sebagai keprihatinan bersama Dunia Islam dan Barat. Ia mengajak generasi muda untuk secara langsung dan teliti mempelajari agama Islam.

 

 

Pesan penting ini ditulis setelah serangan teroris di Perancis dan menyebar cepat di media-media kawasan dan dunia. Bagian tertentu surat Ayatullah Khamenei untuk pemuda Barat mendapat respon cepat media-media Timur Tengah, sebut saja pesan tentang pentingnya memikirkan solusi dan dialog untuk menyelesaikan berbagai kemelut. Pada pembukaan suratnya, Rahbar menulis, “Peristiwa pahit yang ditimbulkan oleh terorisme buta di Perancis, sekali lagi telah menggerakkan saya berbicara dengan Anda para pemuda.”

 

Ayatullah Khamenei menulis, “Bagi saya, ini sangat disayangkan bahwa insiden tersebut harus menjadi kerangka pembicaraan. Namun realitasnya adalah bahwa jika masalah-masalah yang menyakitkan tidak menghadirkan peluang untuk menemukan solusi dan kesepahaman, maka kerusakan yang ditimbulkan bisa lebih besar lagi.”

 

Penerbitan surat itu mendapat sorotan luas di hampir semua media Timur Tengah dan kebanyakan dari media itu memfokuskan pada ulasan Rahbar tentang esensi terorisme dan para pendukungnya di dunia. Sebagai contoh, televisi al-Mayadeen atau situs berita al-Ahed Lebanon, mempublikasikan berbagai bagian surat Rahbar serta menyinggung ketajaman dan kearifan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran dalam situasi sensitif saat ini, di mana ia menilai upaya menemukan solusi harus menjadi prioritas masyarakat dunia.

 

Selang beberapa hari setelah penerbitan surat tersebut, media-media Barat juga menunjukkan responnya dan masing-masing media mengulas poin-poin penting dalam pesan Rahbar. Situs American Herald Tribune termasuk salah satu media yang menyoroti dimensi tertentu dari surat kedua Ayatullah Khamenei kepada pemuda Barat. American Herald Tribune menerbitkan teks surat Rahbar dan mengangkat tema-tema seperti, kritik terhadap kebijakan standar ganda lembaga-lembaga internasional terhadap terorisme, luapan kesedihan atas apa yang terjadi di Paris, dan juga kritik terhadap kebijakan rezim Zionis Israel atas rakyat Palestina.

 

Sementara itu, The Associated Press menulis, "Pemimpin Iran mengatakan bahwa peristiwa pahit yang ditimbulkan oleh terorisme buta di Perancis telah menggerakkannya untuk menulis surat tersebut. Ayatullah Khamenei mengatakan bahwa ia juga terganggu oleh pertumpahan darah antara Israel dan Palestina dan juga kekerasan yang dilakukan ISIS di Irak, Suriah, dan Lebanon.”

 

Kantor berita AFP mengangkat saran Rahbar kepada pemuda untuk mempelajari Islam secara langsung dan teliti dan menulis bahwa saran itu didasari oleh banyaknya propaganda miring tentang agama Islam. Pandangan seperti itu terhadap surat Rahbar juga dapat ditemukan di situs majalah Foreign Policy, Bloomberg,‎ dan juga New York Magazine.

 

Televisi CNN mengaitkan momen penulisan surat dengan negosiasi nuklir Iran dan Kelompok 5+1 dan mempublikasi bagian tertentu dua hari setelah Ayatullah Khamenei merilis suratnya. Seorang analis CNN menulis bahwa kedekatan Tehran dan Washington dalam perundingan nuklir telah menghalangi Ayatullah Khamenei untuk menghantam sikap-sikap Barat. Dalam laporan itu, bagian tertentu dari surat Rahbar diterjemahkan ke berbagai bahasa termasuk Inggris dan disebarkan di dunia maya. Di akhir laporannya, penulis menganalisa tentang iklim yang mendominasi hubungan Tehran-Washington dan pengaruh situasi tersebut terhadap sikap Rahbar.

 

“Dua pekan lalu, Ayatullah Khamenei menulis sebuah posting tentang perundingan nuklir di lama Twitter yang diyakini akun miliknya dan di postingan itu, ia juga menyebut Amerika Serikat sebagai musuh. Pada Agustus lalu, di akun yang sama ia mengkritik keras cara polisi AS menindak warga kulit hitam yang memprotes kematian seorang pemuda di kota Ferguson,” tulis nara sumber CNN.

 

Koran The New York Times termasuk media yang merespon penerbitan surat Rahbar dan menulis, “Pemimpin Iran meminta pemuda Barat dengan mengandalkan sumber-sumber utama dan primer, untuk mempelajari dan memahami Islam secara mandiri dan terlebas dari stigma miring media.” Ayatullah Khamenei lebih lanjut mengatakan, “Intinya, bukan untuk mengajarkan pelajaran sejarah, tetapi mempertanyakan mengapa masyarakat Barat peduli pada masalah-masalah di masa lalu, tapi tidak untuk masalah saat ini?”

 

“Saya tidak hanya menekankan agar Anda mempelajari dan menemukan jawabannya sendiri, karena masa depan bangsa dan negara Anda akan berada di tangan Anda, dan saya juga menemukan bahwa rasa ingin tahu kebenaran lebih kuat dan lebih bertanggung jawab dalam diri Anda,” kata Ayatullah Khamenei seperti ditulis The New York Times.

 

Sementara itu, majalah Foreign Policy menulis, “Pemimpin Iran selalu berkata bahwa tidak ada permusuhan dan kebencian dengan rakyat Amerika. Pernyataan kritis yang ia keluarkan ditujukan kepada para politisi Amerika.” Majalah New York Megazine selain memuat secara langkap surat Rahbar, juga menganggap penggunaan media sosial dalam menyampaikan pesannya kepada pemuda Barat sebagai bukti dari wawasan pemimpin Iran terkait transformasi dunia.

 

Situs Voice of Russia seksi bahasa Perancis juga menulis, “Pemimpin Republik Islam Iran dalam pesannya kepada pemuda Eropa dan Amerika Utara mengatakan bahwa Barat ingin menyebarkan kebencian terhadap Islam dan kaum Muslim. Dalam surat terbukanya itu, Ayatullah Khamenei mengingatkan pemuda agar tidak menjadi korban kampanye bohong dan mempelajari Islam lewat sumber-sumber utamanya yakni al-Quran.”

 

Media-media rezim Zionis Israel juga menyoroti tema tertentu dalam surat tersebut, di mana Ayatullah Khamenei menyinggung brutalitas Israel. Media-media Israel menaruh penekanan pada isu tersebut seakan-akan Rahbar hanya berbicara tentang Palestina dan rezim Zionis. Koran Times of Israel dalam headlinesnya menulis, “Khamenei: Israel Lebih Barbar dari Teroris Paris.” Harian ini lebih lanjut menulis, “Pemimpin Iran berkata bahwa tidak ada contoh yang sebanding dengan program distrik Zionis untuk menunjukkan kebuasan Israel.

 

“Pemimpin Iran menulis bahwa jika masyarakat Eropa sekarang harus berlindung di rumah mereka selama beberapa hari dan tidak bisa mendatangi mall-mall dan pusat keramaian, maka sebuah keluarga Palestina sudah berpuluh-puluh tahun tidak menikmati keamanan, bahkan mereka terbunuh oleh mesin perang Zionis di rumahnya sendiri. Lalu, adakah bentuk kekerasan yang dapat dibandingkan dengan distrik Zionis dari segi kebuasannya?” tulis Times of Israel.

 

Kantor berita Reuters juga mengangkat isu Palestina di antara tema-tema lain yang disinggung Rahbar dan menulis, “Pemimpin Iran dalam suratnya mendukung pemuda dan rakyat Palestina, ia percaya bahwa Barat adalah faktor utama dukungan untuk rezim Zionis dan pemuda di Barat tidak boleh mengabaikan masalah ini.”

 

Pemuda Barat sekarang diajak untuk membaca surat Ayatullah Khamenei dan mencari kebenaran setelah munculnya tagar #Letter4U di media sosial. (IRIB Indonesia/RM)

Add comment


Security code
Refresh