Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 30 November 2015 11:39

Lingkungan Hidup dalam Perspektif Rahbar

Lingkungan Hidup dalam Perspektif Rahbar

Salah satu masalah penting dalam pertimbangan kebijakan Republik Islam Iran dan juga berdasarkan ajaran agama, adalah masalah lingkungan hidup dan berbagai tantangan di sektor ini. Sebab pentingnya masalah ini adalah keterikatan antara linkungan hidup dan dampak langsungnya bagi kehidupan masyarakat. Tidak diragukan lagi bahwa perusakan lingkungan hidup akan menimbulkan banyak dampak negatif dan oleh karena itu, telah ditetapkan pasal 50 dalam UUD Republik Islam Iran tentang pelestarian lingkungan hidup yang merupakan tugas semua lapisan masyarakat.

 

Masalah ini juga sangat diperhatikan oleh almarhum Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran, dan semua cendikiawan Revolusi Islam. Bahkan masalah lingkungan hidup telah menjadi tantangan bagi mereka semua. Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei , juga selalu menyampaikan poin-poin penting terkait linkungan hidup. Selama beberapa tahun terakhir, Rahbar selalu menekankan pentingnya pelestarian lingkungan hidup. Dalam rangka politik strategis di bidang ini, beliau beberapa waktu terakhir telah menyerahkan kebijakan makro lingkungan hidup kepada pemerintah.

 

Tantangan di sektor lingkungan hidup menjadi titik fokus perhatian Rahbar. Menurut beliau, tantangan tersebut pada hakikatnya adalah kelanjutan dari “ketimpangan sosial” yang muncul di lingkungan alami. Dalam hal ini Rahbar dengan tegas menekankan tanggung jawab individu dan sosial serta menilai pelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu masalah esensial dan vital. Beliau menilai tanggung jawab masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup sebagai taklif, sementara di sisi lain, memiliki lingkungan hidup yang sehat dinilai sebagai sebuah hak bagi masyarakat.

 

Menurut Rahbar, menjaga lingkungan hidup adalah sebuah tanggung jawab pemerintah  dan berpendapat bahwa para pejabat negara merupakan penanggung jawab utama di sektor ini. Oleh karena itu, beliau sangat menekankan perhatian para pejabat untuk mencari solusi bagi seluruh tantangan lingkungan hidup yang dihadapi. Dalam hal ini, beliau menekankan di samping seluruh upaya di dalam negeri, juga hubungan dan interaksi Iran dengan berbagai lembaga dan negara di tingkat regional dan global di bidang lingkungan hidup.

 

Dengan kebijakan tersebut serta dalam implementasi pasal 110 UUD Iran, Rahbar dalam suratnya kepada para pemimpin tiga lembaga negara, telah menyampaikan garis-garis besar kebijakan di bidang lingkungan hidup. Menciptakan program lingkungan hidup secara nasional, manajemen terpadu dan terencana sumber-sumber vital, kriminalisasi perusakan lingkungan hidup, pemetaan ekosistem negara, pengokohan diplomasi lingkungan hidup, serta perluasan perekonomian hijau dan pemasyarakatan budaya dan etika lingkungan hidup, merupakan di antara poin-poin penting dalam surat Rahbar.

 

Kebijakan makro yang disampaikan Rahbar meliputi 15 poin, dan dua di antaranya pemetaan ekosistem negara dan juga menciptakan program lingkungan hidup secara nasional, merupakan gerakan lingkungan hidup terpenting di Iran. Pada masing-masing poin, Rahbar senantiasa menekankan dua masalah utama yaitu tanggung jawab individu dan sosial, serta tanggung jawab vital pemerintah dalam melestarikan lingkungan hidup.

 

 

Kebijakan lingkungan hidup yang telah disampaikan Rahbar dari perspektif makro, meliputi sejumlah poin penting termasuk di antaranya penekankan untuk menjaga indeks lingkungan hidup dalam setiap program pembangunan Iran. Menjaga, melestarikan, optimalisasi dan pengembangan sumber-sumber terbarukan, identifikasi fenomena baru dalam manajemen dan pemanasan global, pemberantasan ancaman-ancaman lingkungan hidup, serta pengembangan perekonomian hijau dengan penekanan pada industri yang memproduksi emisi karbon rendah, merupakan di antara indeks lingkungan hidup yang ditekankan Rahbar.

 

Selain itu, pemanfaatan energi bersih, koreksi pola produksi di berbagai sektor ekonomi dan sosial, optimalisasi pola konsumsi air, perhatian pada nilai-nilai dan dampak pada lingkungan hidup, dukungan terhadap dorongan investasi di sektor lingkungan hidup, serta penyusunan piagam etika lingkungan hidup juga menjadi poin-poin lain yang disebutkan Rahbar dalam kebijakan makro lingkungan hidup negara.

 

Poin penting lainnya dalam kebijakan tersebut adalah perhatian pada masalah diplomasi lingkungan hidup; karena umumnya, fokus pada pencapaian tujuan yang telah dicanangkan memerlukan pengokohan diplomasi lingkungan hidup dan juga upaya untuk menciptakan dan memperkokoh lembaga-lembaga regional, yang di antaranya akan menindaklanjuti masalah debu dan pencemaran air.

 

Masalah debu dalam beberapa tahun terakhir secara langsung maupun tidak langsung telah menimbulkan masalah serius di berbagai wilayah Iran. Tantangan yang 15 persen faktornya muncul dari dalam negeri. Fenomena itu terjadi akibat perusakan lingkungan hidup di negara-negara Irak, Kuwait dan wilayah sekitar Iran. Selain mengancam kesehatan manusia, juga sangat membahayakan tumbuh-tumbuhan dan hutan-hutan Iran, serta sejumlah tetangga Iran di wilayah barat.

 

 

Masalah diplomasi lingkungan hidup yang telah disebutkan Rahbar dalam kebijakan pintar, komprehensif dan strategis untuk para pejabat negara, serta telah dipaparkan secara rapi dan terperinci, dapat menjadi sarana untuk menggalang partisipasi para pemain nasional dan trans-nasional dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan hidup. Karena tantangan yang ada saat ini memerlukan tekad trans-nasional.

 

Sebenarnya perhatian khusus terhadap diplomasi lingkungan hidup sebelumnya juga diperhatikan. Salah satu contoh kerjasama di bidang ini adalah pelestarian lingkungan hidup maritim dengan partisipasi negara-negara tetangga di dua wilayah Teluk Persia dan Laut Oman di wilayah selatan, serta di Laut Hitam di wilayah utara. Kerjasama tersebut sangat  penting mengingat dampaknya bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan hidup Iran. Jelas bahwa perluasan hubungan dan kerjasama yang terpadu dan dampaknya di tingkat internasional dapat menjadi langkah penting  di sektor lingkungan hidup yang manfaatnya akan dirasakan semua negara regional.

 

Dalam hal ini, Republik Islam Iran berpartisipasi aktif di lembaga maritim internasional dan lembaga-lembaga terkait, serta mengokohkan kerjasama dengan Dana Kompensasi Polusi Minyak Internasional (IOPC Funds). IOPC Funds  dibentuk setelah konvensi internasional tanggung jawab sipil akibat polusi minyak pada tahun 1969 dan protokol koreksi konvensi Dana Kompensasi Polusi Minyak Internasional pada tahun 1971, di mana Republik Islam Iran menjadi anggotanya.

 

Secara keseluruhan, dapat dikatakan bahwa Republik Islam Iran dengan dukungan perspektif dan ajaran agama, aktif dalam menghadapi faktor-faktor perusak lingkugnan hidup. Dan dalam rangka kebijakan tersebut, pelestarian lingkungan hidup menjadi sebuah tujuan yang tidak dapat dikompromikan dengan kepentingan-kepentingan ekonomi atau perspektif politik. Mengingat lingkungan hidup berhubungan langsung dengan manusia, maka sektor ini menjadi prioritas utama.

 

Oleh karena itu, tujuan penyampaian garis-garis besar kebijakan lingkungan hidup oleh Rahbar kepada pemerintah adalah  perhatian terhadap seluruh dimensi yang berpengaruh dalam menjaga  lingkungan hidup dari sisi ekonomi, pembangunan dan tanggung jawab hukum serta interaksi regional dengan negara-negara tetangga dan juga lembaga-lembaga terkait global. Karena pada hakikatnya lingkungan hidup adalah masalah yang bersentuhan langsung dengan eksistensi dan non-eksistensi manusia. Jika lingkungan hidup tidak terjaga maka segala masalah, urusan dan sektor juga tidak akan terwujud. (IRIB Indonesia/MZ)

Add comment


Security code
Refresh