Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 09 Januari 2016 01:35

Tingkah Polah Manusia di Dunia Maya

Tingkah Polah Manusia di Dunia Maya

Kita semua mengetahui tentang manfaat internet dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kita juga menyaksikan perubahan dan dampak negatifnya dalam kehidupan pribadi, keluarga, budaya, serta interaksi dan perilaku sosial.

 

Internet telah mengubah pola interaksi dan komunikasi dengan teman-teman dan bahkan dengan rekan-rekan kerja di kantor. Sebagai contoh, jika ingin tertawa keras atas sesuatu yang lucu, kita cukup menulis tiga huruf, LOL alias laughing out loud dan mengekspresikan rasa geli kita dalam bentuk digital.

 

Tingkat harapan dan standar semakin meningkat akibat akses cepat dan mudah terhadap informasi dan komunikasi. Setelah kita terbiasa dengan kecepatan tinggi, budaya tergesa-gesa secara perlahan terbentuk dalam kepribadian kita. Sebuah survei membuktikan bahwa pengguna internet cenderung hanya bersabar selama dua detik untuk menunggu proses buffering sebelum menonton sebuah video di internet.

 

Kemudahan akses ini juga ikut mengurangi tingkat kesabaran kita dalam menunggu balasan, di mana kebanyakan orang kesal dan gusar jika tidak memperoleh respon cepat, atau bahkan dalam beberapa kasus ia bisa menjadi pemicu keprihatinan dan kecemasan. Masyarakat menunjukkan kecendrungan baru dalam mencari informasi di dunia. Mereka tidak hanya mencari berita tentang kehidupan para bintang, tapi juga kehidupan pribadi orang-orang yang mendadak populer atau karakter virtual yang menarik.

 

Sebagian orang sangat asyik dalam kegiatan yang sia-sia ini dan melupakan tekanan dan masalah dalam hidup. Mereka melihat nilainya dan kehidupan lewat sebuah like atau komentar baik dari para peselancar dunia maya. Dengan semua itu, internet adalah sebuah fenomena luar biasa yang menyediakan akses cepat terhadap berbagai informasi kepada kita. Mesin-mesin pencari memungkinkan kita secara leluasa menemukan sebuah jarum di tumpukan besar jerami.

 

Google Search adalah mesin pencari web yang dimiliki Google Inc dan diluncurkan pada tahun 1997. Google Search merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan di dunia maya. Demi mempertahankan tradisi, di penghujung tahun 2015, Google kembali merilis daftar tahunan "Years in Search", yaitu sebuah daftar untuk mengetahui hal yang paling dicari oleh netizen di tahun 2015.

 

Daftar tahunan, Years in Search memperlihatkan hal-hal yang menjadi tren selama 2015 dan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di dalamnya. Dari situ, kita dapat membaca rasa penasaran dan pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicari jawabannya oleh masyarakat.

 

Tren global penelusuran selama tahun 2015 menunjukkan bahwa masyarakat sangat ingin tahu tentang serangan teror Paris, Piala Oscar, dan Piala Dunia Kriket. Dari semua peristiwa itu, serangan Paris menjadi tren penelusuran paling populer dengan 897 juta kali pencarian. Search pertama datang hanya beberapa menit setelah serangan dimulai dan berlanjut sampai sekarang. Orang-orang di seluruh dunia bertanya tentang hal-hal seperti, “Apa yang dimaksud 'Pray for Paris,'" “Apa itu ISIS?” dan “Grup band mana yang sedang konser di Paris saat serangan terjadi?”

 

Peristiwa lain di tahun 2015 yang berkali-kali ditanyakan ke Google adalah penembakan di Charleston, Chattanooga, dan San Bernardino, di mana semuanya masuk dalam masalah kontrol senjata di Amerika Serikat.

 

Menariknya, pencarian untuk topik yang berhubungan dengan Paris melonjak setelah serangan berlangsung. Perbandingan tren pencarian 2014 dan 2015 memperlihatkan bahwa Robin Williams menempati trending topik teratas pencarian Google pada tahun 2014 dan diikuti oleh Piala Dunia Brasil. Dalam daftar Years in Search 2014, kata ISIS singkatan dari Islamic State of Iraq and Syria atau Daesh menduduki urutan kedelapan, tapi pada tahun 2015 masyarakat semakin dibuat penasaran dengan monster itu setelah serangan Paris.

 

Film cerita sains fiksi Star Wars juga masuk dalam tren pencarian global Google pada tahun 2015. Penelusuran naik tajam dengan semakin dekatnya waktu penayangan perdana serial terbaru dengan judul The Force Awakens. Google mencatat lebih dari 155 juta pencarian tentang subjek tersebut. Darth Vader tetap menjadi karakter yang paling dicari dengan hampir setengah dari semua pencarian berkaitan dengannya. Tren lain juga menempati daftar pencarian global Google, seperti cara memecahkan kubus rubik virtual, yang terpampang di beranda Google Doodle. Permainan mengasah otak ini masih tetap favorit dan netizen mencarinya di Google Search.

 

Namun, mereka yang mencari jawaban atas rasa penasarannya di dunia maya, tidak bisa sepenuhnya percaya dengan informasi di sana. Sebab, ada banyak kebohongan dan informasi palsu yang beredar luas. Ada banyak berita dan foto hoax yang disebarkan di internet dan membuat heboh para netizen. Orang-orang usil melakukan rekayasa untuk menipu publik atau hanya sekedar mencari sensasi. Seorang jurnalis kadang juga memasang gambar yang tidak terkait dengan isi berita yang ia tulis.

 

Dalam musibah gempa bumi Nepal, misalnya, sebuah foto mengharukan tersebar luas di dunia maya. Potret dua bocah yang saling berpelukan, gadis cilik berusia 2 tahun dalam perlindungan kakak lelakinya yang baru berusia 4 tahun. Sejumlah orang yang tersentuh hatinya berusaha mencari dua bersaudara tersebut di antara korban-korban gempa. Penggalangan dana bahkan dilakukan. Para netizen di seluruh dunia begitu tersentuh melihat foto tersebut. Namun, tahukah Anda kalau potret mengharukan itu bukanlah foto korban gempa Nepal. Ternyata foto itu diambil oleh seorang fotografer di Vietnam pada tahun 2007 silam.

 

Ada juga foto hoax yang dihubungkan dengan serangan teror Paris. Sebuah kebohongan yang sangat serius adalah kemunculan foto yang menjelaskan suasana di dalam gedung konser Bataclan, Paris, sebelum sejumlah orang bersenjata memulai aksi penembakan. Foto yang dimaksud nyatanya tak mengambil latar di Bataclan, melainkan ruangan konser saat band Eagles of Death Metal manggung di Dublin, Irlandia, beberapa pekan sebelumnya.

 

Kamus Oxford menobatkan kata Emoji sebagai kata paling populer di tahun 2015. Emoji dipilih karena dianggap sebagai sebuah kata terbaik yang mencerminkan etos, suasana hati, dan keasyikan pada tahun 2015. Para pengguna internet sangat akrab dengan emoji dan sering menggunakannya untuk mengekspresikan suasana hati mereka.

 

Oxford menetapkan emoji ekspresi wajah sukacita dengan air mata (pictograph) sebagai yang paling banyak digunakan di seluruh dunia pada 2015. Emoji diciptakan di Jepang tahun 1990-an dan kini semakin popular di tengah para pengguna internet dan media sosial.

 

Lalu, apa saja kata yang paling banyak diburu netizen Iran sepanjang 2015? Masyarakat Iran paling banyak mencari nama media sosial tertentu dan sebuah program televisi yang lagi ngentop di negara itu. “Khandavaneh,” acara komedi yang tayang di televisi pemerintah Iran telah membuat semua lapisan terhibur dan tertawa lepas. Acara ini memiliki banyak pemirsa dan juga paling banyak dicari oleh netizen di dunia maya.

 

Khandavaneh, yang diterjemahkan sebagai “Laughmelon” (kombinasi tertawa dan semangka), disiarkan di saluran komedi Nasim dan memperoleh sambutan luas dari publik Iran. (IRIB Indonesia/RM)

Add comment


Security code
Refresh