Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 07 November 2015 16:43

Peran Media dalam Perang Lunak

Peran Media dalam Perang Lunak

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam pertemuan dengan jajaran direktur dan staf badan penyiaran nasional (IRIB) serta anggota dewan pengawas lembaga penyiaran in memaparkan dengan gamblang tujuan dari perang lunak terorganisir dan luas kekuatan imperialis dunia terhadap Republik Islam Iran. Menurut beliau tujuan terpenting perang lunak tersebut adalah mengubah pandangan dan ideologi bangsa Iran. Beliau menekankan peran utama media nasional untuk secara serius menyusun program terencana dan cerdas guna merealisasikan kewajiban media nasional.

 

Rahbar dalam kesempatan tersebut juga menyeru para pakar dan cendikiawan untuk mengkaji secara serius dimensi perang lunak musuh. Rahbar mengatakan,  bahwa perang lunak, berbeda dengan perang fisik, tidak kentara, tidak dipahami dan tidak terasa, bahkan di sebagian kasus pihak lawan melepaskan pukulan, tapi masyarakat sebagai targetnya tidak merasa diserang.

 

Dewasa ini terbentuknya opini publik sebuah negara, bahkan kalangan intelektualnya, sangat dipengaruhi oleh kekuatan lunak. Dari sisi kategorisasi, media pemberitaan bisa diklasifikasikan berdasarkan validitas dan jenis hubungannya dengan audien.

 

Media memainkan peran vital dalam perang lunak. Bahkan, sebagian perang lunak didefinisikan sebagai perang media. Kehadiran internet, parabola dan portal berita, koran, jaringan televisi dan radio, dan smartphone memainkan peran langsung dan berpengaruh serta cepat dan tidak bisa dikontrol dalam menjalin hubungan dengan audien di seluruh penjuru dunia.

 

Kini media massa, baik radio, televisi maupun koran serta media online merupakan sarana terbaik untuk mengubah opini publik dan keyakinan masyarakat sebuah bangsa.Oleh karena itu, negara-negara Barat tidak segan-segan menggelontorkan dana besar-besaran untuk melancarkan propaganda demi menggiring opini publik dunia sesuai kepentingannya.

 

Dewasa ini, kita menyaksikan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang semakin kompleks dan canggih. Sarana tersebut dipergunakan dengan baik oleh media massa mainstream untuk membenamkan pengaruhnya di seluruh penjuru dunia. Mereka dengan mudah mengontrol dan mengorganisir hubungan sosial publik dunia melalui produksi software dan hardware serta jejaring sosial yang menarik dan berpengaruh di dunia.

 

Perang lunak adalah aksi yang dilakukan tanpa kekerasan, tapi memiliki pengaruh yang besar. Sebab cara ini menyerang nilai dan norma yang berlaku di tengah masyarakat, sehingga berpotensi besar mengubah pola pikir dan tindakan masyarakat,serta mengarahkannya untuk menentang penguasa.Perang lunak didefinisikan sebagai penggunaan propaganda secara akurat dan terorganisir untuk mempengaruhi keyakinan, budaya, emosi, preferensi, perilaku dan pola berpikir musuh.

 

Perang urat saraf, perang putih, perang media, operasi psikologis, revolusi lunak, revolusi brudru, revolusi pelangi dan lainnya, termasuk kategori perang lunak. Perang lunak muncul dalam tiga dimensi yaitu: sosial, budaya dan politik. Biasanya terjadi dalam salah satu dari tiga aspek tersebut, atau mungkin terjadi secara bersamaan. Ketika perang lunak terjadi, pihak yang terpengaruhi adalah orang-orang yang tidak mewaspadai ancaman halus tersebut. Oleh karena itu, kesadaran media harus menjadi prioritas dalam pendidikan dan pengajaran serta penyebaran dan penguatan budaya nasional.

 

Perang lunak memiliki berbagai model dan variasi karena kompleksitas dan ketergantungannya terhadap kekuatan lunak. Salah satunya berbentuk targetnya adalah mengubah esensi masyarakat dan struktur politik sebuah bangsa. Perang lunak dilakukan secara halus, gradual dan sistematis, meskipun demikian memiliki pengaruh permanendan jangka panjang. Oleh karena itu, perang lunak disebut juga sebagai perang simbolik. Sebab, perang ini bisa menggambarkan siapa yang kalah dalam peperangan, dan keputusasaan lawan dalam menghadapi serangan tersebut, dan sebaliknya menampilkan kemenangan dalam serangan berbentuk simbol berupa pesan bergambar atau tulisan dan suara. Dengan demikian, operasi psikologis dilakukan dengan target yang tinggi.

 

Karakter lain dari perang lunak adalah bentuknya yang dinamis dan menarik. Perang ini dimulai secara gradual dan tenang serta disesuaikan dengan kebutuhan audien.Para aktor dalam perang lunak ini memanfaatkan sebagian dari audien, bahkan merekrutnya untuk meningkatkan pengaruh dari target yang ingin dicapai.

 

Selain itu, perang lunak yang menggunakan simbol, mitos dan rekayasa nilai menyasar emosi masyarakat. Sebab manajemen emosi merupakan salah satu prinsip utama dari perang lunak. Dalam kondisi demikian, emosi dan sentimen masyarakat yang dijadikan sasaran sebagai jembatan untuk mengubah cara pandang dan pemikiran serta perilaku mereka.

 

Para aktor perang lunak berkeyakinan bahwa emosi masyarakat sebagai media yang baik untuk menciptakan krisis. Dalam sistem penyampaian berita, analisis dan program lainnya, cerita bahkan hiburan pun diarahkan untuk tujuan tersebut yang meliputi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

 

Sebelum perang lunak dilancarkan terlebih dahulu dilakukan penyelidikan tentang karakteristik masyarakat, terutama titik kelemahannya, elemen di dalamnya, potensi konflik dan cara untuk memecah belah solidaritas dan persatuan nasional. Seluruh karakteristik ini bisa menimbulkan ancaman bagi perubahan mendasar dalam keyakinan dan nilai-nilai yang dianut sebuah bangsa.

 

Tujuan paling berpengaruh dari perang lunak adalah meyakinkan masyarakat untuk tidak mendukung sebuah pemerintahan,maupun pembangkangan sipil seperti dalam pemilu dan lainnya.

 

Berdasarkan definisi tentang perang lunak dan metode yang dipergunakannya, maka dewasa ini media tradisional dan modern serta media sosial sebagai sarana penting dalam perang lunak, dan sebaliknya juga sebagai sarana untuk memperkuat keamanan nasional secara lunak.

 

Dari sisi inilah, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa perang lunak sebagai perang besar yang dilancarkan musuh terhadap rakyat dan pemerintah Republik Islam Iran. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menyerukan semua lapisan masyarakat, terutama kalangan intelektual, termasuk para mahasiswa dan dosen untuk mewaspadai perang lunak yang dilancarkan musuh.

 

Rahbar berkata, “Para mahasiswa yang budiman, perwira muda Iran dan Republik Islam, yang berperang menghadapi perang lunak musuh dan gelombang setan yang bersandar kepada kekuatan dan uang..... di kawasan yang sangat sensitif, Republik Islam menggunakan kekuatannya yang terus meningkat dalam menghadapi adidaya arogan dunia, dan jaringan besar Zionis, koporasi global dan pusat finansial yang mengarahkan politik AS dan Eropa.Dengan kekuatan besarnya, bangsa Iran dan Republik Islam akan menghadapi musuh,”.(IRIB Indonesia/PH)

Add comment


Security code
Refresh