Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 01 September 2015 17:34

Indikator Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Indikator Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Group Data Pembangunan Bank Dunia merilis laporan tahunan mengenai Indikator Pembangunan Dunia (WDI). Indikator pembangunan dunia merupakan data penting terkait pertumbuhan ekonomi dunia. Laporan ini boleh dikata sangat lengkap mencakup data yang ada pada ekonomi mayoritas negara di dunia. Laporan ini membahas enam bagian dan mengkaji banyak hal dari pertumbuhan ekonomi satu negara berdasarkan statistik, termasuk prospek dunia, populasi, lingkungan hidup, ekonomi, pemerintah, pasar dan komunikasi internasional.

 

 

Setiap bagian ini memiliki daftar panjang dan setiap list tersebut memuat sejumlah variabel. Semuanya dibuat berdasarkan data yang didapatkan dari setiap negara. Laporan sepanjang 171 halaman dengan judul “Indikator Pembangunan Dunia 2015” sejatinya menjadi atlas komprehensif dari pelbagai negara terkait beragam indikator ekonomi.

 

Bagian awal dari laporan ini terkait dengan prospek dunia yang merupakan ringkasan laporan ini. Karena sebagian besar indikator penting dari berbagai bidang ada di sana. Bagian ini membahas tingkat kemajuan dunia untuk mengakses tujuan pembangunan milenium. Tidak lupa memberikan penilaian atas upaya yang telah dilakukan Bank Dunia terkait dua tujuan mengakhiri kemiskinan akut hingga tahun 2030.

 

Sementara di bagian populasi penduduk dibahas mengenai beragam variabel yang berhubungan dengan pertumbuhan dan jumlah populasi, pekerjaan, kemiskinan dan distribusi pendapatan, pendidikan dan kesehatan sosial. Untuk lingkungan hidup mencakup pembahasan masyarakat desa, pemanfaatan bumi, sumber pertanian, produk pertanian, produktivitas, deforestasi, keanekaragaman hayati, air minum, polusi, produksi energi dan pemanfaatannya.

 

Bagian ekonomi mengkaji kinerja ekonomi negara-negara sedang berkembang, pertumbuhan produksi, struktur produksi, struktur produksi pabrik, struktur ekspor barang, struktur impor barang, konsumsi dan investasi, kekayaan, belanja dan pendapatan pemerintah.

 

Bagian kelima membahas tentang pemerintah dan pasar yang berhubungan dengan privatisasi ekonomi, lingkungan kerja, kebijakan finansial, biaya pajak, kebijakan umum dan organisasi, pelayanan transportasi, listrik dan komunikasi, era informasi, sains dan teknologi. Dan akhirnya di bagian keenam dari laporan ini dikhusus mengenai komunikasi internasional seperti integrasi ekonomi dunia, pertumbuhan perdagangan produk dan semua parameter yang terkait dengan masalah ini.

 

Tujuan Pembangunan Milenium (WDGs) dirumuskan dalam delapan poin yang harus direalisasikan hingga tahun 2015. Dengan adanya Tujuan Pembangunan Milenium diharapkan dapat menjawab segala tantangan utama pertumbuhan dunia.

 

Kedelapan poin tersebut adalah menanggulangi Kemiskinan dan Kelaparan, Mencapai Pendidikan Dasar untuk semua, Mendorong Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Perempuan, Menurunkan Angka Kematian Anak, Meningkatkan Kesehatan Ibu, memerangi HIV/AIDs, Malaria dan Penyakit Menular Lainnya,   Memastikan Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Membangun Kemitraan Global untuk Pembangunan.

 

Dengan mencermati data statistik negara-negara sedang berkembang disinggung mengenai upaya penanggulangan kemiskinan sebagai poin pertama Tujuan Pembangunan Milenium. Indikator kemiskinan absolut di negara-negara sedang berkembang menurut hingga 13,4 persen. Pada 1990 angka kemiskinan ini mencapai 43,6 persen.

 

Artinya, sesuai dengan angka baru yang dipublikasikan, terjadi pengurangan lebih dari dua pertiga. Sesuai dengan laporan ini, pengurangan angka kemiskinan di negara-negara sedang berkembang menurun lebih cepat dari yang diprediksi. Negara-negara Asia Timur dan Pasifik mengalami pertumbuhan luar biasa dalam menurunkan angka kemiskinan.

 

Sesuai dengan laporan ini, berdasarkan parameter pendapatan 25,1 dolar perhari dengan jarak antara tahun 1990 hingga 2015, lebih dari satu miliar orang telah bebas dari kemiskinan absolut. Sesuai dengan data yang ada dalam laporan ini, angka kemiskinan absolut di Tiumur Tengah pada 2005 berada di kisaran 3 persen pada 2011 telah berkurang menjadi 1,7 persen. Tapi dengan mencermati krisis yang terjadi di kawasan, diprediksi angka kemiksinan 2015 adalah 2 persen dan itu berarti sekitar 7 juta orang dari seluruh populasi.

 

Lain lagi masalahnya dengan indikator malnutrisi. Sekalipun di pelbagai kawasan dunia menunjukkan adanya perbaikan, tapi di Timur Tengah hanya indikator ini yang tidak mengalami perbaikan, bahkan semakin memburuk. Indikator prosentase orang miskin dan mengalami malnutrisi di awal dekade 90-an di angka 8 persen yang berarti setengah dari Amerika Latin. Tapi setelah 25 tahun, indikator ini justru bertambah dan angkanya lebih dari Amerika Latin. Selain Afrika dan Timur Tengah, di kawasan lainnya indikator ini mencapai targetnya.

 

Satu lagi dari Tujuan Pembangunan Milenium adalah mencapai pendidikan dasar untuk semua. Angka mereka yang mencicipi pendidikan dasar di negara-negara sedang berkembang pada 2012 mencapai 91 persen. Dalam laporan ini disebutkan negara-negara Asia Timur, Pasifik, Eropa dan Asia Tengah mampu merealisasikan programmya sesuai Tujuan Pembangunan Milenium.

 

Perempuan yang bekerja di bidang pertanian di Eropa mencapai 47 persen, sementara di Timur Tengah hanya 17 persen. Bila dibandingkan dengan kawasan lain di dunia, angka di Timur Tengah adalah yang terendah. Sementara angka kematian anak di bawah lima tahun di negara-negara sedang berkembang turun setengah dari sebelumnya. Data tahun 1990 menyebutkan 99 anak dari setiap 1000 meninggal dunia, tapi pada 2013 mencapai 50 anak. Sekalipun sudah ada usaha keras dan kemajuan yang diraih, tapi masih belum sesuai dengan yang diharapkan Tujuan Pembangunan Milenium.

 

Angka kematian ibu juga terus mengalami penurunan dan hingga tahun 2015 mencapai 75 persen. Namun harus diakui bahwa angka kematian ibu di kawasan selatan gurun Afrika dan selatan Asia masih tetap tinggi. Sedangkan angka orang yang terkena virus HIV belum mengalami penurunan signifikan. Lebih buruk lagi terkait akses air bersih yang pada 1990 berada pada angka 70 persen justru meningkat menjadi 87 persen pada 2012.

 

Terlihat betapa target yang dicantumkan pada Tujuan Pembangunan Milenium tidak berhasil. Namun baru-baru ini, para pakar dari seluruh dunia justru menyusun dan meratifikasi program yang terlalu muluk dengan tema “Kita Akan Mengubah Dunia”. Sebuah program untuk pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. Sesuai dengan program ini diprediksikan kemiskinan dalam pelbagai bentuknya sudah harus tidak ada di tahun 2030.

 

Program ini memuat 17 tujuan utama dan poin pertamanya menyebutkan “Mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuknya di seluruh dunia”. Selain itu, akses pada pelayanan kesehatan dan pendidikan harus lebih baik, sekaligus mensosialisasikan kesetaraan gender. Program ini menuntut adanya kestabilan dalam metode produksi, konsumsi, harga, perdamaian dan masyarakat terbuka bagi semua.

 

Pelaksanaan 17 tujuan dari program “Kita Akan Mengubah Dunia – Program Bagi Pertumbuhan Berkelangsungan Hingga 2030” akan dimulai pada 1 Januari 2016. Pelaksanaanya tidak mengikat bagi negara-negara dunia. Setiap negara berhak untuk meraih tujuan yang telah ditetapkan dengan mekanismenya sendiri. Tapi pelaksanaannya harus dikaji dan dikontrol secara kontinyu lewat indikator konstan. (IRIB Indonesia)

Add comment


Security code
Refresh