Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 12 Maret 2015 11:57

Ekonomi Muqawama, Strategi Dasar Iran Hadapi Sanksi

Ekonomi Muqawama, Strategi Dasar Iran Hadapi Sanksi

Sanksi dapat dianggap sebagai sebuah gerakan penindasan oleh kekuatan-kekuatan yang punya pengaruh terhadap negara lain. Pemerintah-pemerintah arogan Barat mengerahkan semua kapasitasnya untuk menekan dan mengganggu negara lain dengan cara memberlakukan sanksi. Tindakan ini bertujuan agar negara-negara tersebut tunduk pada kehendak Barat. Perilaku tidak manusiawi ini merupakan sebuah realitas yang dihadapi Republik Islam Iran sejak kemenangan revolusi. Dengan kemenangan Revolusi Islam pada tahun 1979, gelombang sanksi politik dan ekonomi dipaksakan atas bangsa Iran oleh kekuatan-kekuatan arogan dan sekutu mereka.

 

 

Barat dan sekutunya beranggapan sanksi akan memaksa rakyat Iran meninggalkan cita-cita Imam Khomeini ra dan Revolusi Islam. Mereka telah memberlakukan berbagai sanksi terhadap Iran. Barat bahkan memaksakan perang yang tidak seimbang antara Irak dan Iran dengan harapan dapat menyaksikan kehancuran Revolusi Islam. Akan tetapi, perlawanan gigih rakyat Iran dan pertahanan mereka selama delapan tahun telah mengirim pesan kepada para pemimpin Barat bahwa bangsa Iran akan melawan segala bentuk arogansi dan membela cita-citanya hingga tetesan darah penghabisan.

 

Setelah perang, revolusi sains dan teknologi secara perlahan tercipta di Iran. Perhatian khusus yang dicurahkan oleh Imam Khomeini ra dan Ayatullah Khamenei telah melahirkan semangat dan tekad baru di bidang ilmiah. Kaum muda Iran tampil bak gemintang yang memancarkan cahaya di ranah itu. Sekarang setelah lebih dari 36 tahun dari usia revolusi,cakrawala ilmiah Iran mengukir sejumlah prestasi besar di bidang produksi radioisotop dan radiofarmaka, ilmu genetika, energi nuklir, dan teknologi-teknologi mutakhir lainnya terutama di industri pertahanan dan militer.

 

Kemajuan itu meski terasa bagaikan madu dan indah bagi bangsa Iran, tapi bagi musuh-musu revolusi, prestasi tersebut ibarat duri yang menusuk mata mereka dan mereka tidak mampu menyembunyikan kemarahannya atas kemajuan yang dicapai Republik Islam. Oleh karena itu, negara-negara arogan Barat selama beberapa tahun terakhir tidak hanya agresif mengkampanyekan proyek Iranophobia dan Islamophobia, tapi juga ambisius untuk meloloskan sanksi-sanksi baru terhadap Iran.

 

Dalam kondisi seperti itu, kearifan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayid Ali Khameneiseperti biasanya senantiasa menjadi penunjuk jalan dan pelita yang menerangi langkah bangsa Iran. Rahbar selama beberapa tahun lalu menyusun konsep ekonomi muqawama untuk melawan konspirasi musuh dan sanksi-sanksi ekonomi mereka. Beliau memerintahkan semua pejabat negara untuk memperhatikan perkara penting ini.

 

Mengenai hal itu, Ayatullah Khamenei menjelaskan, “Kita telah mewacanakan ekonomi muqawama dalam beberapa tahun lalu. Semua orang yang aktif mengikuti berbagai perkembangan dapat menebak bahwa tujuan musuh adalah menekan perekonomian negara. Sudah jelas dan semua agenda mereka terfokus pada ekonomi Iran. Perekonomian negara kita bagi mereka merupakan sebuah poin penting. Tujuan musuh adalah untuk merusak sektor pertumbuhan nasional, sektor lapangan kerja, dan tentu saja kesejahteraan sosial, menyeret masyarakat dalam masalah, membuat mereka kecewa, dan memisahkan mereka dari sistem Islami; itulah tujuan tekanan ekonomi musuh dan ini terlihat jelas; hal itu dapat disaksikan oleh semua orang.”

 

Dalam perspektif Ayatullah Khamenei, ekonomi muqawama bertujuan untuk menghalau sanksi, tidak pasif terhadap sanksi-sanksi ekonomi musuh, dan berpijak di atas kaki sendiri. Rahbar menuturkan, “Ekonomi muqawama berarti kita membangun dan menata pondasi perekonomian negara sehingga tidak terpengaruh oleh goncangan-goncangan global… jika di negara berlaku sistem ekonomi muqawama, maka tidak ada satu pun dari goncangan internasional yang bisa merusak kehidupan masyarakat. Inilah yang dimaksud dengan ekonomi muqawama.”

 

Rahbar menilai Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama sebagai strategi jangka panjang dalam membangun perekonomian dan mewujudkan tujuan-tujuan ekonomi Republik Islam Iran.Ayatullah Khamenei mengatakan, Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama dapat disempurnakan dan sesuai dengan berbagai kondisi, serta secara praktis akan mengantarkan ekonomi Iran ke dalam kondisi yang fleksibel.Rahbar dalam pertemuan dengan kepala lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif pada Februari 2014, menjelaskan mekanisme pelaksanaan Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama.

 

Ayatullah Khamenei menekankan bahwa Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama merupakan sebuah kebijakan yang komprehensif dan dalam implementasinya, komprehensitas tersebut harus tetap dijaga.Beliau menilai urusan ekonomi dan masalah-masalah yang bersumber dari itu sebagai isu utama Iran dan masyarakat. Menurutnya, jika Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama ditindaklanjuti dan dilaksanakan secara serius, maka ada banyak harapan untuk menggairahkan ekonomi dan mereformasi pondasi-pondasi ekonomi negara dalam jangka menengah serta menyelesaikan sebagian dari masalah masyarakat.

 

Rahbar juga telah menjabarkan pilar-pilar penting ekonomi muqawama.Dalam pandangan beliau, salah satu struktur penting ekonomi muqawama adalah memberdayakan masyarakat di sektor swasta dan alokasi pinjaman bank untuk pertumbuhan dunia wirausaha. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ekonomi dan produksi nasional merupakan salah satu kunci keberhasilan ekonomi muqawama, di mana Ayatullah Khamenei juga menekankan pentingnya memanfaatkan kapasitas ekonomi masyarakat. Beliau meminta pemerintah, parlemen, dan Mahkamah Agung Iran untuk secara serius menindaklanjuti dan melaksanakan tugas-tugas mereka sejalan dengan Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama.

 

Lembaga peradilan Iran dapat membangun kerjasama dengan sistem pengawasan parlemen dan pemerintah untuk memantau jalannya pelaksanaan Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama dan menindak kasus-kasus pelanggaran. Lembaga peradilan juga dapat menggunakan instrumen-instrumen pengawasan yang dimilikinya seperti, lembaga pengawasan negara.Kerjasama ketiga lembaga tersebut merupakan sebuah urgensitas untuk memuluskan pelaksanaan Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama. Kerjasama ini dapat mencegah terbentuknya lembaga baru dan tumpang tindih pekerjaan.

 

Salah satu pilar lain kebijakan ekonomi muqawama adalah memberi perlindungan terhadap sektor produksi dalam negeri. Ayatullah Khamenei mengatakan, “Pilar lain ekonomi muqawama adalah melindungi produk nasional, sektor industri, dan pertanian… sektor usaha kecil dan menengah harus diaktifkan. Untungnya, unit usaha besar Iran bergerak aktif dan memperoleh keuntungan yang bagus… namun kita perlu memperhatikan sektor usaha kecil dan menengah, mereka sangat penting, mereka punya pengaruh langsung dalam kehidupan masyarakat.”

 

Di bidang energi, Rahbar dengan memprediksi strategi musuh untuk melawan Iran dan dengan pandangan strategis terhadap infrastruktur ekonomi, menempatkan transformasi peran minyak dalam perekonomian Iran sebagai prioritas kebijakan makro ekonomi negara ini. Ayatullah Khamenei menekankan agar Iran mengurangi ketergantungan pada pendapatan minyak sebagai satu keharusan dalam implementasi kebijakan ekonomi muqawama. Mengingat kerugian besar dari ketergantungan pada minyak, Rahbar menetapkan agar digalakkan upaya untuk mengganti posisi minyak dalam pendapatan negara.

 

Pilar lain Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama adalah menekankan reformasi pola konsumsi masyarakat dan mengkampanyekan budaya konsumsi produk-produk dalam negeri. Kebijakan ini juga menekankan pengurangan pada penjualan bahan baku dan mempromosikan industri teknologi tinggi berbasis pengetahuan.Untuk mewujudkan ekonomi muqawama, masyarakat perlu meninggalkan tradisi-tradisi keliru seperti, pola hidup hedonisme dan konsumerisme. Ayatullah Khamenei mendorong masyarakat untuk berhemat dan tidak berlebih-lebihan.

 

Salah satu pilar lain ekonomi muqawama adalah berorientasi pada sains dan teknologi. Dengan kata lain, jenis ekonomi ini harus memanfaatkan kemajuan-kemajuan ilmiah dan menjadikan sains dan teknologi sebagai kiblatnya. Pemerintah harus membuka peluang kepada para ilmuwan untuk mengaplikasikan keahlian mereka di berbagai bidang. Pemerintah harus merangkul semua kelompok masyarakat dengan berbagai keahlian untuk membangun perekonomian negara.

 

Kebijakan Makro Ekonomi Muqawama dengan pendekatan jihadis, fleksibel, dan pencipta peluang mengejar tiga tujuan penting. Tujuan itu mencakup ekonomi berbasis produksi dalam negeri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menggerakkan roda investasi dan lapangan kerja. Pada dasarnya, Ayatullah Khamenei ingin menciptakan kemandirian ekonomi di Iran dan mengurangi ketergantungan pada impor serta tahan terhadap serangan sanksi Barat. (IRIB Indonesia/RM)

Add comment


Security code
Refresh