Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 07 Desember 2014 15:32

Iran, Jembatan Strategis di Jalur Sutra

Iran, Jembatan Strategis di Jalur Sutra

Presiden Republik Islam Iran, Turkmenistan, dan Kazakhstan telah meresmikan jalur kereta api baru yang menghubungkan daratan Asia Tengah ke Teluk Persia. Upacara itu berlangsung pada tanggal 3 Desember di Turkmenistan, di mana Presiden Iran Hassan Rohani bergabung bersama Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbaev dan Presiden Turkmen Gurbanguly Berdymukhammedov. Perjanjian untuk pembangunan jalur kereta api Iran-Turkmenistan-Kazakhstan ditandatangani pada tahun 2007, sedangkan pekerjaan konstruksi dimulai pada 2009.

 

Kereta api yang merupakan bagian dari Koridor Utara-Selatan, menghubungkan stasiun kereta api dari Uzen di Kazakhstan dengan Gyzylgaya-Bereket-Etrek di Turkmenistan dan Gorgan di Provinsi Golestan Iran. Dari sana, jalur tersebut akan terhubung ke jaringan kereta api nasional Iran dan mempercepat kargo angkutan dengan memotong 600 kilometer dari perjalanan pada rute yang ada dari Beyneu di Kazakhstan Barat ke Mashhad di Iran Utara.

 

Jaringan kereta api ini akan meningkatkan volume barang yang dikirim antara tiga negara menjadi 10 juta ton per tahun, naik dari 3 juta ton, dan angka itu bisa mencapai 20 juta ton pada tahun 2020. Link baru ini akan membuka akses ke Timur Tengah melalui Iran bagi Kazakhstan dan Turkmenistan, sementara Iran dan Turkmenistan dapat mengakses Cina dan Samudera Pasifik melalui Kazakhstan. Rusia bahkan telah menyatakan minatnya untuk memanfaatkan jalur kereta api tersebut guna meningkatkan perdagangan dengan Iran.

 

Menurut Presiden Iran Hassan Rouhani, rute baru itu akan membuat pengiriman energi dan produk olahan minyak di kawasan menjadi lebih mudah. Deputi Urusan Komunikasi di Kantor Kepresidenan Iran, Parviz Esmaeili mengatakan, "Jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara memiliki panjang 908 kilometer, di mana 88 kilometer dibangun di Iran, 120 kilometer di Turkmenistan, dan lebih dari 700 kilometer di Kazakhstan."

Pada tahun 1996, Iran juga telah membuka rel kereta api Jalur Sutra dari Mashhad-Sarakhs-Tajan untuk memberikan akses bagi negara-negara di Asia Tengah ke Teluk Persia. Melalui jalur itu, dunia mulai menggunakan Iran sebagai jalur perdagangan yang paling ekonomis. Esmaeili menerangkan, "Menghidupkan kembali Jalur Sutra telah menjadi kebijakan Republik Islam untuk membawa pertumbuhan ekonomi dan politik di kawasan." Menurut Esmaili, mengingat posisi geopolitik dan geostrategis, Iran akan menjadi rute yang paling aman, ekonomis, dan terpendek bagi negara-negara Asia Tengah untuk mengakses perairan terbuka. Dia menambahkan, "Kereta api akan membawa persahabatan antara bangsa-bangsa dan stabilitas ke kawasan selain pertumbuhan ekonomi dan peningkatan aktivitas perdagangan."

 

Republik Islam Iran merupakan jembatan penghubung terpenting untuk pembangunan di kawasan dan pembangunan ini memiliki nilai strategis bagi semua negara tetangga Iran. Republik Islam memiliki sejumlah keunggulan di bidang transit, termasuk kepemilikan sumber daya manusia, energi, tambang, dan letak geografis. Di samping itu, Iran bertetangga dengan 15 negara dan terletak di jantung Timur Tengah serta memiliki perbatasan yang panjang dengan Asia Tengah, Kaukasus, Irak, dan Anak Benua India.

 

Sebelumnya, jalur kereta Mashhad-Sarakhs-Tajan memainkan peran penting dalam pengembangan transportasi di antara negara-negara regional. Berdasarkan laporan Kementerian Transportasi Turkmenistan, volume pengangkutan barang melalui jalur itu mencapai lebih dari 2 juta ton per tahun. Sekarang dengan peluncuran jalur kereta api Iran-Turkmenistan-Kazakhstan, rute perdagangan antara Timur (dari Cina sampai Asia Tengah) dan Barat (khususnya Eropa Barat) dapat dipangkas sekitar 10 ribu kilometer. Oleh karena itu, jalur baru ini memiliki daya tarik yang lebih besar dibanding koridor sebelumnya.

 

Sekarang, jaringan transit lain sedang dibangun yang akan menghubungkan Turkmenistan, Afghanistan dan Tajikistan. Penyelesaian proyek ini tentu saja akan memacu pertumbuhan ekonomi dan menaikkan volume perdagangan di kawasan. Melalui kedua jalur tersebut, rute penghubung baru antara Asia Tengah dan pasar internasional akan tercipta dan dapat mengangkut barang lebih dari 25 juta ton per tahun dari Cina sampai ke Eropa dan dari Afghanistan sampai ke Rusia.

 

Salah satu kebutuhan utama untuk pengembangan ekonomi adalah memperluas sektor transportasi. Sejalan dengan itu, pembangunan jaringan kereta api antar-negara dapat memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan mendongkrak transaksi perdagangan, di samping sektor pariwisata dengan orientasi pengembangan ekonomi nasional.

 

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, jalur kereta api yang menghubungkan Iran dengan dua negara Asia Tengah, Turkmenistan dan Kazakhstan akan menguntungkan seluruh wilayah. Dia menambahkan, "Jalur ini bertujuan untuk memfasilitasi transportasi bagi tiga negara dan seluruh wilayah. Kereta api akan membuat transportasi komoditas antara negara-negara regional menjadi lebih murah, dan juga meningkatkan kerjasama ekonomi." Rouhani lebih lanjut menuturkan, kereta api memiliki potensi untuk mengangkut jutaan ton komoditas dan ribuan penumpang per tahun, dan kapasitas ini harus ditingkatkan. Rouhani menegaskan rute ini merupakan sarana untuk mempertemukan Teluk Persia, Teluk Oman, negara-negara Asia, Cina, Rusia, Turki, dan Eropa.

 

Koridor baru ini akan memainkan peran utama dalam mempromosikan hubungan perdagangan Iran dengan seluruh dunia, khususnya negara-negara tetangga. Tidak hanya itu, rute tersebut juga dapat menghubungkan para anggota Organisasi Kerjasama Ekonomi (ECO) dengan negara anggota Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Iran sekarang sedang berusaha untuk memperkuat posisinya di Asia Tengah. Wilayah tetangga dan Laut Kaspia adalah zona kepentingan ekonomi dan politik penting bagi Iran. Dukungan untuk proyek-proyek seperti itu menunjukkan bahwa Tehran siap untuk memperkuat kerjasama dengan negara-negara regional.

 

Seorang pejabat Kazakhstan, Dosym Satpayev menggarisbawahi bahwa Kazakhstan memiliki wilayah besar. Namun, pada saat yang sama wilayahnya terkurung oleh daratan dan hanya memiliki akses terbatas ke perairan luas. Oleh karena itu, Kazakhstan tertarik dalam memperluas cara ini dan mendukung berbagai proyek transit atau transportasi. Menurutnya, Kazakhstan sekarang menemukan rute tambahan untuk pengiriman barang-barangnya. Satpayev menambahkan, "Turkmenistan juga memiliki kepentingan ekonomi dalam proyek ini. Secara khusus, negara ini tertarik pada keuntungan dari transit barang melalui wilayahnya."

 

Sejumlah pengamat percaya bahwa Kazakhstan akan menggunakan jalur kereta api baru tidak hanya untuk mengekspor barang-barang, tetapi juga akan mencoba untuk menarik mitranya di Uni Eropa (Rusia dan Belarus). Di samping itu, Rusia juga bisa menggunakan rute ini untuk memasok barang-barang dan produk-produk lainnya ke Iran.

 

Peresmian jalur kereta api internasional itu merupakan sebuah peristiwa bersejarah bagi Iran dan Asia Tengah, yang membuka jalan untuk hubungan ekonomi yang lebih baik. Pada akhirnya dengan meluncurkan koridor tersebut, tiga negara telah menciptakan Jalur Sutra baru, mencapai tiga tujuan utama untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kerjasama perdagangan, dan mengembangkan potensi transit. Keunggulan kompetitif utama dari jalur ini adalah bahwa ia akan menyediakan rute terpendek untuk pengiriman, termasuk transit, dan di masa depan untuk transportasi penumpang, sehingga dapat meningkatkan kegiatan usaha dan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat. (IRIB Indonesia/RM)

Add comment


Security code
Refresh