Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 31 Mei 2014 16:23

Ekonomi Muqawama: Ekonomi Berbasis Pengetahuan dan Kekuatan Lunak

Ekonomi Muqawama: Ekonomi Berbasis Pengetahuan dan Kekuatan Lunak

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei tahun lalu telah menjelaskan kebijakan makro ekonomi muqawama. Beliau menilai penyusunan strategi dan dasar laju ekonomi yang dibarengi dengan unsur pengokohan kebijakan resistensi ekonomi sebagai salah satu faktor penting kekalahan dan mundurnya musuh dari perang ekonomi terhadap bangsa Iran. Beliau juga menjelaskan ekonomi muqawama dapat menjadi teladan bagi negara lain terhadap sistem ekonomi Islam di saat dunia didera berbagai krisis. Kebijakan ini juga menjadi peluang tepat bagi peran rakyat dan pelaku ekonomi dalam merealisasikan semangat berkarya dan ekonomi.

Kebijakan makro ekonomi muqawama bertumpu pada tiga unsur, produktivitas, inovasi dan karya, serta bersifat terbuka. Ketiga unsur ini menjadi landasan bagi kebijakan ekonomi. Dalam pesan Rahbar terkait strategi ekonomi muqawama ditekankan  pengaktivan seluruh fasilitas, sumber finansial, sumber daya manusia dan sains nasional guna menggenjot aktivitas ekonomi, memajukan ekonomi berbasis pengetahuan serta inovasi demi mencapai posisi pertama ekonomi berbasis sains di kawasan. Hal ini menunjukkan perhatian besar ekonomi muqawama terhadap pengokohan infrastruktur ekonomi di Iran.

Dua butir dari instruksi 24 butir ekonomi muqawama merupakan poin vital. Kedua butir kebijakan makro ekonomi muqawama menekankan kemajuan ekonomi berbasis sains, penerapan kebijakan sains nasional dan koordinasi inovasi nasional guna mengangkat posisi negara di tingkat dunia serta meningkatkan produksi dalam negeri, ekspor, jasa sains dan meraih posisi puncak ekonomi berbasis sains di kawasan.

Berdasarkan data statistik yang ada, Iran dari sisi sains dan produk ilmu menempati posisi 13 dunia dan bertengger di puncak untuk tingkat regional. Namun demikian pengaruh yang dirasakan dari kemajuan sains untuk sektor ekonomi lebih kecil jika di banding dengan sektor lain. Dengan demikian meski terdapat kemajuan relatif di bidang pembangunan, namun tujuan yang ingin diraih di sektor ekonomi khususnya kemajuan yang dibarengi dengan keadilan ekonomi di segala sektor belum juga terealiasi. Indeks dan data statistik terkait kontribusi Iran di bidang produk ilmu dan sains di dunia menunjukkan ilmuwan Iran menyumbang 1,88 persen produk sains.

Hal ini mengindikasikan bahwa investasi sumber daya manusia di Republik Islam Iran memiliki kelayakan untuk memproduksi ilmu pengetahuan. Namun demikian masih terdapat kekurangan di sektor ekonomi dan berbagai inovasi di Iran masih belum banyak menjamah bidang ekonomi. Dewasa ini infrastruktur perangkat keras ekonomi telah kehilangan posisinya dan direbut oleh inovasi dan kreasi produk baru serta perangkat lunak. Hal ini disebabkan ilmu pengetahuan dan sains di tengah masyarakat di sektor sosial, ekonomi dan politik telah menciptakan kekuatan serta kekuasaan.

Maka tak heran jika negara-negara yang paling banyak sahamnya dalam produksi ilmu dan sains di dunia memiliki kemampuan ekonomi dan politik di dunia lebih besar. Dengan kata lain, dewasa ini hubungan antara investasi di bidang riset dan produk sains dengan ekonomi dan politik adalah hubungan langsung. Oleh karena itu, keharusan dari laju ekonomi di dunia dewasa ini adalah pengembangan pusat-pusat riset dan produk ilmu. Di antaranya adalah universitas serta pusat-pusat riset ilmiah, sebagai tonggak utama pembangunan segala bidang harus mendapat perhatian besar sehingga terbuka peluang bagi berkembangnya potensi generasi muda.

Sementara itu, negara-negara maju dalam tiga dekade terakhir gencar investasi di bidang inovasi produksi ilmu pengetahuan. Adapun Iran kini tak ketinggalan berupa mengejar kemajuan dengan memberi berbagai konsesi dan keringanan hukum kepada berbagai pusat riset sains, organisasi dan perusahaan sains. Selain itu, Iran juga menempuh sejumlah langkah seperti mempersiapkan peluang bagi peningkatan kerjasama pendidikan dan sains di tingkat internasional serta mendukung produksi dan ekspor produk sains ke negara lain.

Dewasa ini teknologi merupakan salah satu dasar paling penting laju dan perkembangan ekonomi. Sementara keamanan, ketahanan dan kemampuan ekonomi termasuk bagian tak terpisahkan dari laju ekonomi. Riset di berbagai pengalaman yang diraih juga menunjukkan perkembangan seimbang dan permanen ekonomi dan sosial harus didasari dengan kemajuan sains dan teknologi. Kemajuan teknologi nasional selain mampu menumbuhkan ekonomi, juga dapat menjadi perekat antara budaya dan sosial dalam sebuah masyarakat. Kondisi ini akan berpengaruh positif bagi sektor tenaga kerja, kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Berbagai riset menunjukkan dewasa ini di mayoritas negara-negara sedang berkembang, sains dan spesifikasi yang diperlukan sebagai unsur utama bagi kemajuan teknologi masih sangat rendah. Padahal kemajuan teknologi tanpa adanya lembaga riset tidak mungkin dapat diraih. Sejatinya riset dan kemajuan menjadi syarat bagi inovasi dan perubahan teknis di bidang produksi. Oleh karena itu, teknologi memainkan peran signifikan dalam menggenjot kapasitas produksi atau laju ekonomi di sebuah masyarakat.   

Hasil dari riset terkait laju inovasi dan karya ekonomi dengan dasar kemajuan teknologi dalam perekonomian Republik Islam Iran menunjukkan investasi di sektor riset sains dan pembangunan di negara ini memiliki dampak positif bagi laju ekonomi. Namun demikian mengingat kecilnya investasi di sektor ini dan laju yang tak memuaskan di sejumlah infrastruktur seperti pasifnya sektor swasta dan minimnya investasi sumber daya manusia (SDM), kapasitas ini tidak dapat berkembang dengan baik.

Oleh karena itu, disusun strategi makro ekonomi muqawama demi meningkatkan ketahanan ekonomi dengan memperhatikan poin positif dan negatif serta mencermati sektor ekonomi yang rentan dari ancaman yang datangnya dari luar. Strategi ini untuk menciptakan peluang yang diperlukan yang bersandar pada sains dan teknologi dalam infrastruktur ekonomi di sebuah masyarakat. Perealisasian strategi ini bagi Iran dewasa ini sangat penting. Hal ini dikarenakan salah satu tujuan sanksi Barat adalah mencegah nasionalisasi teknologi dan menurunkan kualitas serta kuantitas produk dalam negeri, dengan harapan infrastruktur ekonomi Iran menjadi lemah dan pada akhirnya akan lumpuh total.

Tentu saja kondisi ini merupakan ancaman nyata, serius dan akan merusak masa depan ekonomi Republik Islam. Sejatinya musuh menyadari benar masalah ini, oleh karena itu, mereka sangat mengharapkan hasil besar dari sanksi melumpuhkan Iran. Membendung peran lunak ini membutuhkan dua hal. Pertama, memanfaatkan kapasitas inovasi dan karya dalam produksi di perekonomian Iran. Hal ini dapat direalisasikan dengan meningkatkan produk dalam negeri dan prioritas terhadap produk strategis serta mendukungnya dalam menghadapi gelombang impor.

Oleh karena itu, untuk merealisasikan tujuan ini dibutuhkan manajeman konsumsi  dengan penekanan terhadap pelaksanaan kebijakan komprehensif memperbaiki pola konsumsi dan menyebarkan budaya mengkonsumsi produk dalam negeri. Namun yang tak boleh dilupakan dalam masalah ini adalah strategi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dalam negeri dan kemampuan bersaing dengan produk luar.

Poin kedua bagi kesuksesan menghadapi perang ekonomi Barat terhadap Iran adalah tingkat dan kemampuan Tehran dalam memproduksi ilmu dan teknologi serta memperkokoh ekonomi berbasis pengetahuan. Saat ini ekonomi berbasis pengetahuan memiliki pemahaman penekanan terhadap peran sains dan teknologi dalam pengembangan ekonomi. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa ekonomi berbasis pengetahuan adalah memberi porsi lebih besar sains dari sisi kualitas dan kuantitas dari sebelumnya.

Mayoritas pakar ekonomi berpendapat, dewasa ini besarnya investasi dan kapasitas pasar tidak memainkan peran vital dalam perkembangan ekonomi sebuah negara. Tapi peran tersebut dimainkan oleh sains dan teknologi. Poin yang senantiasa harus diperhatikan adalah untuk menggapai ekonomi yang berbasis pengetahuan tidak cukupdengan produksi dan penyebaran informasi serta menekuni pendidikan dan riset, namun yang paling penting adalah pemanfaatan sumber-sumber ekonomi secara permanen dan berkesinambungan.

Sejatinya ekonomi berbasis pengetahuan bergerak dengan memanfaatkan lebih besar faktor-faktor produksi dan mengoptimalkan sumber ekonomi, sehingga pada akhirnya laju ekonomi akan semakin kencang. Oleh karena itu, untuk menanamkan peran teknologi dalam ekonomi dibutuhkan persiapan infrastruktur yang kuat. Pengadaan lembaga riset merupakan salah satu metode untuk memperkokoh infrastruktur ini. Dalam ekonomi maju terdapat hubungan erat dan berarti antara ekonomi muqawama dan ekonomi ilmiah.(IRIB Indonesia)

Add comment


Security code
Refresh