Rahbar: AS-Barat Gagal Padamkan Kebangkitan Islam

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Pemimpin Besar Revolusi Islam Islam atau Rahbar, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menilai bahwa upaya-upaya Barat untuk menumpas dan menghentikan kebangkitan Islam di Timur Tengah telah gagal.

 

Rahbar, Ahad (27/11) menegaskan, gerakan bangsa-bangsa Muslim di kawasan akan tetap ada dan terus berlanjut. Bahkan, dengan kebangkitan yang terus-menerus, satu persatu boneka kekuatan arogans akan runtuh. Ditambahkannya, itu merupakan tanda pertumbuhan kekuatan Islam.

 

Penegasan tersebut disampaikan Rahbar di depan ribuan Basij teladan dari seluruh penjuru Iran di Akademi Militer Imam Ali as, Tehran, ibukota negara itu.

 

"Kebangkitan Islam di Timur Tengah sangat mempengaruhi transformasi dunia, khususnya Amerika dan Eropa. Dunia akan segera menyaksikan perubahan besar yang muncul dari gerakan-gerakan Islam tersebut," tegasnya.

 

Seraya menolak tuduhan Barat soal intervensi Iran dalam kebangkitan di kawasan, Rahbar mengatakan, "Eksistensi, resistensi, dan integritas Republik Islam Iran dengan sendirinya telah mengilhami bangsa-bangsa regional."

 

Pada bagian lain pidatonya, Rahbar menyinggung kemajuan rakyat Iran selama 32 tahun terakhir dan keberhasilan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan serta propaganda musuh.

 

"Dengan kapasitas dan budaya yang dimiliki saat ini, rakyat Iran telah menjadikan sesuatu yang dianggap mustahil menjadi mungkin untuk dilakukan. Dan dengan terus menjaga tekad dan semangat seperti ini, rakyat Iran akan meraih kemenangannya," tegas Rahbar.

 

Lebih lanjut, Rahbar menuturkan, rakyat Iran merupakan bangsa yang menuntut perdamaian. Namun, segala bentuk ancaman dan agresi akan direspon dengan tegas oleh rakyat negara ini.

 

Rahbar menilai Basij sebagai peniti jalan madrasah Asyura, kenang-kenanan abadi dan inspirator bangsa Iran dalam sejarah serta gerakan dari rakyat untuk rakyat. Menurutnya, Angkatan Bersenjata Iran sumber kemuliaan negara dan rakyat. Universitas militer Iran merupakan pusat ilmu dan jihad. Aroma spiritual dan iman bahkan tercium di perguruan tinggi tersebut.

 

Di akhir pidatonya, Rahbar mengucapkan selamat kepada taruna teladan Akademi Militer Iran, yang menerima kenaikan pangkat. Selain itu, beliau juga tidak melupakan para veteran di masa Perang Pertahanan Suci. (IRIB Indonesia/RA/RM)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description