Pesan Ayatullah Khamenei Kepada Para Pelaku Itikaf
Masalah itikaf merupakan salah satu hal yang senantiasa ditekankan oleh Ayatullah Sayid Ali Khamenei di tahun-tahun terakhir. Berikut ini poin-poin yang ditekankan beliau:
"Para pemuda yang melakukan i'tikaf pada hakikatnya sedang menyendiri dengan Allah. I'tikaf sebagian besar adalah sebuah pekerjaan pribadi. Mewujudkan hubungan dengan Allah. Jangan sampai acara-acara umum di pusat-pusat itikaf melemahkan atau mengganggu kondisi kesendirian dan hubungan pribadi dan hati para pelaku itikaf dengan Allah. Berikan kepada mereka tempat dan waktu. Biarkan pemuda-pemuda ini membaca al-Quran, membaca Nahjul Balaghah, membaca Sahifah Sajjadiah.
Khusunya di hari-hari i'tikaf ini saya menganjurkan untuk membaca Sahifah Sajjadiah. Sahifah Sajjadiah ini benar-benar kitab .... untungnya sekarang sudah diterjemahkan dan banyak terjemahannya. Tahun kemarin saya diberi terjemahan yang bagus dari Sahifah Sajjadiah dan saya melihatnya. Terjemahan yang sangat bagus. Manfaatkan, baca dan pikrikan pengetahuan-pengetahuan yang ada di dalam doa Imam Ali bin Husein as yang ada di dalam Sahfah Sajjadiah ini.
Semua ini bukan hanya doa, tapi pelajaran. Ucapan-ucapan Imam Sajjad as dan seluruh doa-doa yang berasal dari para imam maksum dan sampai ke tangan kita penuh dengan pengetahuan.
Bulan Rajab adalah bulan ibadah. Bulan tawasul kepada Allah. Bulan permohonan. Bulan ini disamakan dengan Amirul Mukminin Ali as. Perkuatlah hubungan kita dengan Allah supaya kita bisa memasuki setiap medan kehidupan dengan kemaun keras, dengan langkah tegap dan dengan pikiran yang terang."
(Pertemuan dengan semua lapisan masyarakat pada ulang tahun kelahiran Imam Ali, 26/4/1387 Hs)
Itikaf adalah tanda seseorang mampu mengambil keputusan yang benar
"Di hari-hari itikaf di bulan Rajab mayoritas masjid di seluruh negeri dipenuhi oleh para pemuda, wanita dan pria dari pelbagai lapisan mayarakat dan usia yang berbeda-beda. Mereka tinggal di masjid dan berpuasa selama tiga hari dan mendekatkan diri kepada Allah. Setelah itu dengan tangisan dan cucuran air mata mereka keluar dan meninggalkan masjid. Untuk menyiapkan diri sampai tahun depan.
Saudara-saudaraku! Ini bagi sebuah komunitas masyarakat adalah sebuah tanda yang baik. "(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat..." (Hajj:41) Tanda sebuah pemerintahan ilahi, tanda sebuah gerakan yang benar dan memiliki arah yang benar. Seriusi masalah ini dan perkuatlah."
(pertemuan dengan pelajar agama dan masyarakat Qom bertepatan dengan kebangkitan 19 Dey, 19/10/1375 Hs)
Sebaik-baik pemuda adalah mereka yang berpikir
"Universitas Tehran dan masjidnya adalah saksi peribadahan, permohonan, shalat jamaah, itikaf dan puasanya para pemuda negara yang paling unggul. Sebaik-baik pemuda setiap negara adalah pemuda-pemuda yang berpikir. Biasanya di kalangan para mahasiswa banyak ditemui pribadi-pribadi seperti ini. Tentunya di kalangan selain mahasiswa juga banyak pemuda-pemuda yang baik.
Akan tetapi pada zaman dulu ketika kami masih muda di kalangan mahasiswa di universitas Tehran dan universitas lainnya di seluruh Iran mungkin tidak sampai seribu orang yang beritikaf. Di Qom sendiri yang merupakan pusat agama dan peribadahan mungkin tidak sampai seratus pelajar agama yang beritikaf. Pada zaman itu tidak umum dan masyarakat tidak terbiasa beritikaf."
(Khotbah shalat Jumat Tehran, 12/10/1376 Hs)
Bulan Rajab adalah bulan penyucian diri
"Rajab adalah bulan pembersihan hati dan penyegaran jiwa. Bulan tawasul, khusyu, zikir, taubah, penyucian diri dan membersihkan karat-karat hati dan kotoran-kotoran jiwa. Doa-doa bulan Rajab, itikaf bulan Rajab dan shalat di bulan Rajab semuanya adalah perantara bagi kita untuk bisa membersihkan dan menyegarkan hati dan jiwa kita. Menjauhkan dosa-dosa dan noda dari diri kita. Menerangi diri kita. Ini adalah kesempatan besar bagi kita. Khususnya bagi yang mendapatkan kesempatan untuk beritikaf di hari-hari ini."
(Khotbah shalat Jumat Tehran, 28/5/1384 Hs)
Itikaf adalah salah satu cara revolusi
"Berbahagialah kalian para pelaku itikaf. Fenomena itikaf merupakan salah satu cara revolusi. Di permulaan Revolusi Islam masih belum ada budaya itikaf. Itikaf senantiasa ada. Ketika masa muda kami, ketika bulan Rajab tiba, di masjid Imam di Qom itu pun hanya di Qom, -saya tidak melihat itikaf di Mashad- mungkin lima puluh sampai seratus orang beritikaf. Ini adalah fenomena umum. Kalau ada puluhan ribu orang ikut dalam acara itikaf itu pun mayoritas pemuda, ini merupakan bagian dari cara Revolusi Islam. Suatu hari saya pernah berkata bahwa dalam revolusi ada juga yang gugur, namun ada juga yang tumbuh. Yang tumbuh telah mengalahkan yang gugur. Beruntunglah kalian para pelaku itikaf!"
(Khotbah shalat Jumat Tehran, 28/5/1384 Hs)
Pesan Ayatullah Khamenei kepada para pelaku itikaf
"Pesan saya adalah selama tiga hari kalian berada di dalam masjid, latihlah diri kalian untuk menjaga diri. Kalau kalian berbicara, makan, berinteraksi, membaca buku, berpikir, merancang masa depan, maka berhati-hatilah dalam semua ini. Dahulukan ridha dan kemauan Allah atas hawa nafsu kalian. Jangan menyerah di hadapan hawa nafsu. Melatih semua ini dalam tiga hari bisa menjadi sebuah pelajaran bagi diri kalian dan bagi kita yang duduk di sini dan melihat kondisi para pemuda yang sedang beritikaf dengan rasa cemburu, ajari kami dengan amal perbuatan kalian."
(Khotbah shalat Jumat Tehran, 28/5/1384 Hs)
Gerakan ini tidak ada padanannya di dunia
"Pada tahun-tahun silam dari masa remaja dan masa muda kami, di negara ini saya tidak pernah melihat di bulan Ramadhan masyarakat datang dan beritikaf di masjid-masjid negeri atau di masjid Gouharshad Mashad. Di Ayyamul Biydh hari ke 13, 14 dan 15 dari bulan Rajab atau bulan Sya'ban, kami melihat hanya beberapa gelintir orang beritikaf di Qom, itu pun mayoritas pelajar agama. Selain pelajar agama, melakukan itikaf tidak umum bagi yang lainnya. Sekarang, di hari-hari itikaf, universitas dan masjid seluruh negeri dan masjid jami penuh dengan para pelaku itikaf. Selain itu, pada sepuluh akhir bulan Ramadhan banyak orang yang sibuk beritikaf. Siapakah mereka? Para pria lanjut usia? Para wanita lanjut usia? Bukan, mereka adalah para pemuda, para remaja, yang demikian ini tidak ada padanannya di dunia. Ini adalah generasi muda kita. Sekarang kecondongan kepada agama dan nilai-nilai Revolusi Islam mendominasi masyarakat."
(Pertemuan dengan warga Garmsar, 21/8/1385 Hs) (IRIB Indonesia / ENH)