Pandangan Ayatullah Sayid Ali Khamenei Mengenai Internet (Bagian Kedua, Habis)

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

* Pidato Rahbar dalam salat Jumat Teheran

 

"Hakikat dan autentisitas insani tak akan berubah dengan berlalunya waktu. Dari awal sejarah hingga kini, dan dari kini hingga akhir dunia, manusia selalu mencintai keadilan dan membutuhkannya. Hal ini tak akan berubah. Dari dulu hingga nanti, orang-orang selalu membutuhkan para pejabat yang tulus dan setia melayani mereka. Pelajaran Amirul Mukminin dalam Nahjul Balaghah berkaitan dengan hal ini.

 

"Amirul Mukminin menjelaskan hal-hal autentik dan permanen dalam sejarah manusia ini. Kita menginginkan hal-hal tersebut. Yang kita inginkan bukan cara bepergian seperti yang dilakukan di masa beliau. Sekarang kalian pergi dengan pesawat. Sepuluh tahun yang akan datang, mungkin kalian akan bepergian dengan sarana yang lebih cepat dari pesawat. Di masa itu, surat yang dikirim baru sampai setelah dua bulan. Tapi sekarang kalian dengan internet bisa berbicara dengan seseorang di belahan dunia lain kapan saja. Ini adalah hal-hal yang berubah. Tapi keadilan dan kesalehan para pejabat adalah sesuatu yang tetap dibutuhkan. Menjaga harta rakyat yang ada di tangan saya dan orang-orang seperti saya harus tetap dilakukan. Ini sesuatu yang tak boleh berubah. Jika dengan taufik Allah kita bisa menyempurnakan diri di jalan ini dan melengkapi semua langkah yang telah diambil, maka saat itu, akan muncul negara Islam dengan bentuk yang saya sebutkan, yakni pemerintahan Islam bisa mewujudkan negara Islam."

 

* Pertemuan dengan agamawan dan dai menjelang bulan Muharram

 

"Unsur ketiga adalah seni dalam menerangkan. Saya sangat percaya kepada pengaruh mimbar. Hari ini, ada internet, satelit, televisi, dan beragam sarana komunikasi lain. Tapi tak satu pun di antaranya yang berpengaruh seperti mimbar. Mimbar yaitu bertatap muka dan berbicara dari hati ke hati. Ini sebuah kesan istimewa yang tidak terdapat pada sarana-sarana lain. Ini adalah sesuatu yang bernilai dan patut dijaga. Yang penting, naik mimbar harus dilakukan dengan seni-seninya, hingga bisa memberikan pengaruh positif."

 

* Pertemuan dengan dosen dan mahasiswa universitas-universitas provinsi Semnan

 

"Yang lebih berbahaya dari ini adalah, akar perubahan negatif di tingkat internasional ini ada di tangan orang-orang yang hendak mewujudkan tujuan mereka, baik harta atau kekuasaan, melalui perubahan-perubahan ini. Bagi mereka, jati diri sebuah bangsa tak berarti sama sekali. Sayangnya, hal ini telah terjadi dalam kurun waktu seratus atau seratus lima puluh tahun terakhir ini. Perubahan-perubahan di Asia, Afrika, dan Amerika Latin terperangkap dalam rencana geng-geng kekuasaan internasional. Perencana semua ini adalah Zionis dan kaum kapitalis internasional.

 

"Bagi mereka, yang penting adalah memperoleh kekuatan politis, agar mereka bisa menguasai negara-negara Eropa dan selainnya, menghimpun harta, dan menciptakan serikat-serikat dan kartel-kartel besar. Jika ada tuntutan untuk merusak etika seksual bangsa-bangsa, mereka bisa melakukannya dengan mudah. Begitu pula jika ada tuntutan untuk menyebarkan konsumerisme di tengah mereka atau membuat bangsa-bangsa mengabaikan jati diri dan asas kebudayaan mereka. Semua ini bisa dikerjakan mereka dengan gampang.

 

"Ini adalah tujuan-tujuan besar mereka. Mereka dilengkapi dengan pasukan yang terdiri atas fasilitas kebudayaan, media massa, dan propaganda. Kemarin lusa, saya membaca di koran -tentu saya pernah melihat artikelnya tiga atau empat bulan sebelum ini- perihal pembentukan NATO Budaya. Ini berbeda dengan NATO Militer yang dibentuk Amerika di Eropa untuk menandingi Soviet; yang digunakan untuk meredam semua suara penentang mereka di Timur Tengah, Asia, dan selainnya. NATO baru ini sangat berbahaya. Tentu praktiknya bukan barang baru. Mereka sudah melakukannya bertahun-tahun lalu. Ada sebuah mata rantai media yang saling terikat satu sama lain -termasuk internet, satelit, televisi, dan radio-yang bergerak ke satu arah untuk mengendalikan semua perubahan di tengah masyarakat. Kini hal ini sudah dilakukan dengan begitu mudah dan terang-terangan."

 

* Pertemuan dengan para dosen universitas-universitas provinsi Khorasan di Universitas Ferdowsi, Mashhad

 

"Tiap pembelajaran di kelas yang bersumber dari kejemuan, sedikitnya waktu, ketidakpedulian kepada pelajaran, mahasiswa, dan waktu, tidak sesuai dengan martabat universitas kita di masa sekarang. Saya setuju bahwa dosen-dosen lama yang dedikatif harus dipertahankan. Selain itu, saya juga menekankan perlunya memanfaatkan dosen-dosen muda penuh semangat di universitas-universitas kita. Jangan sampai kita dihadapkan dengan problem kelangkaan atau ketiadaan dosen.

 

"Di masa kini, jalan untuk hal ini terbuka lebar. Para mahasiswa yang memiliki nilai dan kemampuan baik, bisa turut mengajar di universitas. Aturan dan undang-undang lama bukan ayat al-Quran yang tak bisa diubah. Perhatikan kondisi saat ini dan jadikan universitas sebagai lahan energik dalam hal pengajaran. Melalui kedekatan mahasiswa dengan dosen, riset dosen, dan jangkauan dosen kepada pusat ilmu dan jurnal-jurnal ilmiah -yang di masa kini menjadi lebih mudah berkat adanya internet dan fasilitas lain- jadikanlah universitas sebagai majlis umum yang dinamis. Didik dan binalah para mahasiswa untuk terus berkembang."

 

* Pertemuan dengan agamawan serta pelajar agama Syiah dan Sunni Kordestan

 

"Tiap era memiliki tuntutan tersendiri. Dahulu, demi membela identitas qurani Islam, kita menulis buku, berargumen, dan berceramah. Sekelompok orang mendengarkan ceramah kita dan tugas kita selesai. Penguasa zalim pun yang saat itu berkuasa, tidak memberikan kesempatan lebih dari itu. Sebagian dari kita yang lebih cerdas, melakukan usaha lebih dari itu, sementara sebagian yang lain berpuas diri dengan itu. Tapi, bagaimana dengan sekarang?

 

"Sekarang, ada dua hal yang membuat beban kita kian berat. Yang pertama adalah kemajuan dalam transfer pemikiran. Kalian melihat televisi, radio, internet, dan sarana komunikasi lain bekerja demi tujuan-tujuan tertentu. Hari ini, kaum arogan tidak sekedar pamer otot. Mereka juga menggunakan puluhan cara lain untuk memaksakan pemikiran dan jalan sesat mereka kepada bangsa-bangsa lain. Di masa kini, sesuai informasi terpercaya, perusahaan-perusahaan film Hollywood bekerjasama dengan kebijakan-kebijakan arogan Amerika. Semua serikat perfilman, pemain film, penulis skenario, dan para pemodal berkumpul demi mewujudkan sebuah target.

 

"Target tersebut adalah tujuan-tujuan dari kebijakan arogan yang juga mengendalikan pemerintah Amerika. Ini bukan hal remeh. Hari ini, kalian menghadapi kesulitan besar untuk menunjukkan kebenaran Islam kepada masyarakat. Kita harus beradaptasi dengan zaman. Pertanyaan-pertanyaan masa kini berbeda dengan masa lalu. Selain ulama dan penjaga agama, siapa lagi yang bisa mementahkan panah-panah beracun ini?

 

* Pertemuan dengan warga Mazandaran

 

"Sekarang, jika orang yang melawan rakyat itu berpihak kepada musuh, berarti ia telah melakukan kesalahan kedua. Berpihak kepada musuh? Ketika kita melihat musuh telah terjun ke lapangan, kita harus waspada. Jika kita pernah berbuat salah, maka kita harus menebus kesalahan tersebut. Sejak awal, Amerika telah berkonspirasi melawan Republik Islam. Tentu saja semua konspirasi ini gagal. Andai tidak gagal, pasti Republik Islam sudah lenyap. Kalian melihat bahwa hari ini Iran jauh lebih kuat daripada hari pertama. Ini bukti kegagalan konspirasi mereka. Hari ini mereka masih terus merancang rencana-rencana baru dan tidak mengambil pelajaran. Saya sungguh heran! Mereka tak berpikir bahwa selama ini telah menghamburkan banyak uang, menyusupkan orang-orang bayaran di sana-sini, dan menghasut banyak pihak untuk menentang Iran, tapi tetap gagal.

 

"Mereka kembali duduk dan mengesahkan anggaran 45 juta dolar untuk mengalahkan Iran. Mereka menyetujui anggaran untuk melenyapkan Republik Islam melalui internet. Kalian bisa melihat betapa bingungnya musuh kita ini? Berapa banyak mereka berdiplomasi, memboikot, berkonspirasi, dan mengirim mata-mata untuk menghancurkan Iran tanpa hasil apa pun? Tapi kenapa mereka masih terus mengulang perbuatan serupa demi menjauhkan rakyat Iran dari Revolusi? Ini sesuatu yang tak dipahami mereka.

 

"Ini adalah sunnah Allah. Inilah yang disebut "menyegel mata dan telinga musuh agar mereka tak menyadari kebenaran". Allah berfirman, Maka mereka terus mengeluarkan harta, untuk kemudian menyesalinya. Saya tidak tahu berapa kali mereka duduk untuk mencari dalih demi membuat kerusuhan di Teheran. Tapi apa hasilnya, selain bahwa rakyat justru lebih waspada? Jika ada yang sempat berpikir bahwa Republik Islam tak perlu dibela lagi, namun dengan adanya kejadian-kejadian semacam ini, dia akan merasa bahwa Republik Islam harus senantiasa dibela."

 

* Pertemuan dengan agamawan provinsi Semnan

 

"Apa tugas kita? Tugas pertama kita adalah menyeriusi peran autentik agamawan. Berkali-kali saya katakan, di tengah semua sarana komunikasi mutakhir ini -tentu seorang agamawan harus memanfaatkan semua sarana komunikasi ini, baik internet, radio, atau televisi- masjid, mimbar, bertatap muka dengan masyarakat, adalah sesuatu yang tak tergantikan. Tak ada yang bisa menyamai peran hal-hal ini. Ini kelebihan kalian.

 

"Banyak kelompok-kelompok politik yang rela bunuh diri demi mendapatkan peran ini, tapi mereka tak akan bisa. Ketika seorang mubalig berhadapan dengan audien dan mereka tahu dia seorang agamawan, maka ketertarikan mereka kepadanya tidak sama dengan ketertarikan terhadap penceramah atau pembicara lain. Kita harus mensyukuri kelebihan ini."

 

* Pertemuan dengan anggota Dewan Ahli

 

"Propaganda Barat dan serangan kebudayaan ini bukan hal baru. Yang baru adalah metode-metode yang digunakan. Serangan kebudayaan atas Revolusi lebih cepat dan luas daripada serangan politik dan ekonomi. Berapa banyak mereka membuat film untuk melawan Islam dan prinsip-prinsip Syiah, yang menurut mereka berperan dalam terbentuknya revolusi ini. Kini mereka pun menggunakan internet dan komputer untuk menghalangi pandangan baru ini, yaitu pandangan bahwa pemimpin negara harus orang adil dan bertakwa. Pandangan baru ini menggentarkan penguasa mana pun di dunia. Siapa pun yang memburu keuntungan materi melalui kekuasaan, akan ketakutan dengan pandangan ini. Oleh karena itu, semua orang menentang pandangan ini." (IRIB Indonesia)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description