Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 03 Januari 2016 15:41

Ansarullah: Saudi, Pelaksana Kebijakan-kebijakan AS

Ansarullah: Saudi, Pelaksana Kebijakan-kebijakan AS

Juru bicara gerakan rakyat Yaman, Ansarullah menilai rezim Arab Saudi sebagai pelaksana keputusan-keputusan Amerika Serikat.

 

Mohammad Abdussalam dalam pernyataannya, Minggu (3/1/2016) menyinggung pengumuman berakhirnya gencatan senjata di Yaman oleh Arab Saudi.

 

Ia mengatakan, rezim Al Saud selalu berbohong dan gencatan senjata di Yaman sejak awal adalah sebuah kebohongan.

 

"Semua kejahatan dan kelanjutan serangan militer Arab Saudi dilakukan di depan pandangan PBB. Rezim Al Saud tidak memiliki wewenang dan keputusan dalam perang atau perdamaian, namun semua keputusan itu di tangan AS," imbuhnya.

 

Jubir Ansarullah juga menyinggung babak terbaru perundingan di antara pihak-pihak Yaman di Swiss yang memiliki hasil relatif baik.

 

"AS membuat batu sandungan terhadap negosiasi ini dan menghalangi kemajuan perundingan tersebut," ujarnya.

 

Abdussalam lebih lanjut menekankan hak rakyat Yaman dalam membela nyawa dan tanah air mereka.

 

"Rakyat Yaman berhak melanjutkan perlawanan dan perjuangan politiknya di semua sektor," tegasnya.

 

Jubir Ansarullah juga menyerukan pihak yang berseberangan untuk menghindari petualangan.

 

Ia menjelaskan, rakyat Yaman berdasarkan syariat ilahi dan hukum internasional tidak akan pernah mengabaikan martabat, kedaulatan dan keselamatan negara.

 

Agresi militer koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman yang dimulai dari tanggal 26 Maret 2015 telah merenggut nyawa lebih dari 7.000 orang dan melukai 11.000 lainnya.

 

Serangan tersebut juga menghancurkan infrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, masjid, jembatan, pusat kesehatan dan fasilitas publik lainnya. (IRIB Indonesia/RA)

 

Add comment


Security code
Refresh