Islam Gizi dan Kesehatan; Jaga Keseimbangan Menu Makanan
Pakar medis dan gizi mengajurkan program menu makanan yang seimbang. Dewasa ini, konsumsi yang tidak benar, seperti kekurangan makanan atau berlebihan menyebabkan terjangkitnya berbagai penyakit. Kini, berlebihan dalam makan dan minum menimbulkan berbagai dampak berbahaya bagi tubuh. Obesitas akibat berlebihan dalam pola konsumsi menyebabkan munculnya sejumlah penyakit seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, kolesterol darah dan penyakit lainnya.
Islam melarang berlebihan dalam makan dan minum, dan menganjurkan untuk bersikap seimbang. Dalam Islam, keseimbangan makan dan minum menyebabkan kesehatan fisik, terangnya hati dan pemikiran serta meningkatkan kecenderungan ibadah kepada Allah. Namun Islam juga tidak menganjurkan sedikit makan yang akan menyebabkan lapar dan melemahkan fisik.
Allah Swt melarang manusia berlebihan dalam makan dan minum. Dalam al-Quran surat al-‘Araf ayat 31, Allah berfirman,"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."
Kini, seiring lonjakan jumlah penduduk dunia, pola konsumsi berlebihan tidak hanya merugikan diri sendiri akibat berjangkitnya berbagai penyakit. Namun lebih dari itu, pola konsumsi berlebihan merugikan orang lain, karena menyebabkan pihak lain kehilangan peluang untuk memanfaatkan sumber daya alam yang semakin terbatas. Untuk Itu Islam memerintahkan hidup sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta mensyukuri karunia yang telah Allah anugerahkan kepada manusia. Sebaliknya, Islam melarang umatnya bersikap rakus, kikir maupun perbuatan lainnya yang menzalimi hak orang lain.
Dalam riwayat disebutkan bahwa berlebihan dalam makan dan minum sebagai penyebab berbagai macam penyakit. Terkait hal ini, Rasulullah bersabda, "Obat terbaik adalah makan yang cukup." Kini, setelah sekian tahun berlalu, sabda Rasulullah ini baru terungkap rahasianya oleh para ahli medis dan gizi. Kini, mereka mulai membuktikan kebenaran hadis Rasulullah, "Lambung sebagai pusat penyakit." Dahulupun, seorang dokter Kristen di masa Imam Shadiq memuji kebenaran nasihat kesehatan dari Rasulullah. Dokter Kristen kepada Imam Shadiq berkata, "Seluruh ilmu kedokteran tersembunyi dalam perkataan Nabi kalian."
Barangkali muncul pertanyaan di benak kita mengenai bagaimana kadar porsi pola konsumsi yang seimbang ? Tampaknya kita tidak akan menemukan jawaban tunggal mengenai kadar makanan yang dikonsumsi, karena setiap orang memiliki karakteristik tubuh yang berbeda-beda. Selain itu, besarnya aktivitas tiap orang berbeda-beda. Meski demikian, Islam mengajarkan kadar keseimbangan dalam makan dan minum. Terkait hal ini, Rasulullah bersabda, "Berhentilah makan sebelum kenyang." Berdasarkan hadis ini, batas keseimbangan ditetapkan ketika kita menghentikan makan dan minum sebelum kenyang.
Kini rahasia sabda Rasulullah itu mulai terungkap kebenarannya oleh para pakar gizi dan medis. Sejumlah riset mengungkapkan temuan menarik bahwa rasa kenyang bukan ukuran keseimbangan pola konsumsi. Sebab, mungkin saja, seseorang tidak merasakan kenyang, meski lambungnya telah penuh, karena pesan kenyang lebih lambat diterima oleh otak. Dengan demikian, ketika seseorang merasakan kenyang di saat lambungnya telah penuh terlebih dahulu, maka lambungpun akan membesar. Lambung, seperti anggota badan lainnya akan membesar akibat adanya stimulus dari luar seperti peningkatan jumlah makanan.
Salah satu dampak dari makan dan minum secara berlebihan adalah obesitas. Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori ini masih belum jelas.
Kini, obesitas merupakan dilema kesehatan yang mengerikan. Obesitas secara langsung berbahaya bagi kesehatan seseorang. Obesitas meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit menahun seperti: diabetes tipe 2 yang timbul pada masa dewasa, tekanan darah tinggi (hipertensi) stroke dan serangan jantung (infark miokardium).
Selain itu obesitas juga menyebabkan gagal jantung, kanker (jenis kanker tertentu, misalnya kanker prostat dan kanker usus besar), batu kandung empedu dan batu kandung kemih, gout dan artritis gout dan osteoartritis. Dampak buruk lain dari obesitas adalah tidur apneu, yaitu kegagalan untuk bernapas secara normal ketika sedang tidur yang menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah, dan sindroma Pickwickian.
Pola makan dan minum berlebihan akan menyebabkan gangguan pada otak. Seorang pakar gizi dari AS mengungkapkan bahwa makan dan minum secara berlebihan mengancam kesehatan otak, karena akan mengeraskan dinding sel-sel otak yang menyebabkan terjadinya penurunan daya ingat. Sikap berlebihan dalam makan dan minum, terutama makanan manis dan berkalori tinggi akan menghambat penyerapan protein dan bahan makanan yang berakibat kekuarangan gizi, dan gangguan pertumbuhan otak.
Jauh hari Islam telah mengajarkan hubungan antara sikap berlebihan dalam makan dan minum dan pengaruh buruknya terhadap kesehatan fisik dan mental serta pemikiran. Terkait hal ini, Allah Swt berfirman kepada Nabi Daud, "Wahai Daud.. aku menyembunyikan pengetahuan dalam kerja keras dan lapar, namun manusia menginginkannya dalam kenyang dan ketenangan. Untuk itu mereka tidak akan mendapatkannya."
Pola konsumsi berlebihan merupakan bencana besar bagi umat manusia. Untuk itu Quran berulangkali menyinggung larangan sikap berlebihan. Dalam al-Quran, dampak sikap berlebihan tidak hanya berupa kerugian ekonomis. Lebih dari itu, al-Quran menunjukkan bahwa sikap berlebihan menyebabkan masalah sosial terutama dari sisi moral dan budaya. Misalnya, merampas hak orang lain dan ketidakperdulian terhadap undang-undang merupakan dampak buruk sikap berlebihan.(IRIB Indonesia)