Imam As-Shadiq as Jelaskan Cara Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

رُوِيَ عَنْ الصادِقِ عَلَيْهِ السَلامُ قالَ:                                                           

لَمّا نَزَلَتْ«يااَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا قُو اَنْفُسَکُمْ و اَهْليکُمْ نارا[1]» قالَ النّاسُ کَيْفَ نَقِي اَنْفُسَنا وَ اَهْلينا قالَ عَلَيْهِ السَّلامَ: اِعْمَلوُا الخَيْرَ وَ ذَکِّرُوا بِهِ اَهْليکُمْ وَ اَدِّبُوهُمْ عَلي طاعَةِ اللهِ[2]

 

Diriwayatkan Imam Ja'far as berkata: "Ketika turun ayat; wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka jahanam. Masyarakat bertanya; bagaimana kami menjaga diri kami dan keluarga kami dari api neraka? Imam berkata; kerjakanlah kebajikan, ingatkan keluarga kalian untuk melakukan kebajikan, dan ajari mereka jalan untuk menaati Allah (Swt)."

 

Ayatullah Mojtaba Tehrani menjelaskan hadis tersebut dan mengatakan, "Imam menjelaskan tiga poin untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka jahanam, pertama lakukanlah kebajikan dan berusaha untuk melakukannya. Kedua, ingatkan istri, anak, ayah, ibu, saudara dan kerabat untuk mengerjakan kebajikan."

 

"Pertama disebutkan lakukanlah kebajikan dan baru kemudian keluarga. Karena jika kalian sendiri tidak mengerjakan kebajikan dan hanya menyeru orang lain untuk mengerjakan kebajikan, maka bukan hanya tidak akan bermanfaat melainkan akan berdampak negatif. Ketiga, adablah diri kalian terlebih dahulu untuk meninggalkan dosa, maksiat dan yang diharamkan oleh Allah Swt. Sehingga itu semua menjadimalakah (bagian dari jiwa), baru kemudian ajarkan untuk mengerjakan kebajikan itu kepada keluarga sampai menjadi malakah."

 

"Pertama, seseorang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan kemudian keluarganya. Dia tidak boleh membiarkan mereka sama seperti jika keluarganya mengerjakan amal kebajikan atas bimbingannya, maka kebaikan dari amal tersebut juga akan tercatat baginya dan juga untuk kedua orang tua, meski dia telah meninggal dunia. Sebaliknya, jika dia seseorang mengabaikan bimbingan yang benar untuk keluarganya, maka selama dosa dan maksiat dilakukan, dia juga akan menerima keburukannya, meski dia telah meninggal dunia. Celakalah orang yang mendorong keluarganya untuk melakukan amalan setan. Di sini jelas pula peran penting ayah dan ibu dalam memberikan bimbingan ilahi kepada keluarga."

 

[1]سوره تحريم، آيه 6                                      

[2]مستدرک جلد 2 باب 8 روايت 13882 صفحه 200

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description