Dunia Lisan: Mengejek dan Mengolok-olok
Pada prinsipnya mengejek dan mengolok-olok orang lain merupakan perbuatan buruk dan tergolong dosa lisan. Sementara keburukan perbuatan ini mutlak dilarang terkait para nabi, imam dan wali Allah. Karena dosa dari dosa lisan ini dapat mengantarkan seseorang kepada kekufuran dan kemurtadan.
Allah Swt dalam al-Quran berfirman, "Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam." (QS. 4: 140)
Dalam sebuah hadis, Rasulullah Saw bersabda:
"Orang-orang yang suka mengolok-olok atau mengejek orang lain di Hari Kiamat akan dibukakan sebuah pintu surga kepada mereka. Kemudian dikatakan kepada mereka, "Cepatlah ke sini! Cepatlah ke sini! Mereka kemudian pergi ke arah pintu itu dengan wajah sedih. Ketika telah tiba di depan pintu itu, tiba-tiba pintunya tertutup. Tapi sebuah pintu yang lain terbuka untuk mereka. Sama seperti sebelumnya ada suara yang mengajak mereka, "Cepatlah ke sini! Cepatlah ke sini! Kembali mereka berusaha mendekati pintu itu dengan wajah diliputi kesedihan. Tapi ketika mereka sampai di dekat pintu itu, tiba-tiba pintu itu tertutup kembali. Sebuah pintu lain terbuka untuk mereka dan dikatakan kepada mereka, "Cepatlah ke sini! Cepatlah ke sini! Kali ini mereka tidak lagi mendekati pintu itu untuk memasukinya." (Jami' al-Sa'adaat, jilid 2, hal 298) (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)
Sumber: Donya-ye Zaban; 190 Gonah Zaban, Kareem Feizi, Qom, Tahzib, 1386, cetakan ke-4.