Mohammadzadeh: Ada Batasan untuk Setiap Perilaku Manusia

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Doktor Reza Mohammadzadeh, ketua fakultas teologi Universitas Imam Shadeq as menjelaskan bahwa ada batasan untuk setiap perbuatan, dan batasan dalam perilaku manusia termasuk unsur penyempurnanya, yaitu pola pikir.

 

Dalam wawancaranya dengan Mehr News (11/4) doktor Muhammadzadeh mengatakan, "Menurut saya kita harus menetapkan batasan untuk setiap amal dan perbuatan, meski batasan tersebut termasuk di antara sikap bijak yang tentunya dengan persyaratan jelas, karena jika tidak memenuhi persyaratan maka bisa jadi hal tersebut justru menimbulkan hasil kontrapoduktif.

 

"Misalnya dalam makan apakah ada batasan? Bagaimana dengan berbicara? Atau untuk melihat? Meski kita tidak ingin menjawabnya dengan dalil-dalil agama dan kita hanya mengandalkan sisi materi dalam wujud kita saja, tentu kita akan menjawab, iya. Batasan-batasan itu ada. Masalahnya adalah dengan apa kita menentukan batasan-batasan tersebut? Berdasarkan apa batasan itu ditentukan?"

 

"Saya berpendapat bahwa sebagian pemikir dan cendikiawan baik yang Muslim atau non-Muslim menerima konklusi ini bahwa batasan terpenting dalam perilaku manusia adalah unsur penyempurna manusia itu sendiri," tegasnya.

 

Menurutya, berbicara misalnya, apakah berbicara tepat dilakukan dalam setiap kesempatan dan kondisi? Apakah ada batasan dalam berbicara? Kenyataannya adalah bahwa kita tidak dianjurkan untuk berbicara dalam beberapa kondisi. Oleh karena itu berbicara tidak dapat dilakukan kapan saja. Ini berarti ada batasan-batasan bahkan untuk masalah-masalah alamiah dalam diri manusia.

 

Dalam menekankan pentingnya pembahasan ini, doktor Mohammadzadeh mengatakan, "Ketidakpedulian sekecil apapun dalam masalah ini yaitu pembahasan tentang batasan-batasan dalam berpikir akan menimbulkan berbagai dampak dan hasil kontraproduktif dalam setisp amal. Bahkan berpotensi meghancurkan sebagian sisi dalam diri manusia.

 

Masalah pola pikir menurutnya sangat penting dan jika unsur penyempurna ini tidak dibarengi dengan sistem dan mekanisme yang tepat, justrunakan melenyapkan sisi-sisi positif dalam diri manusia. (IRIB Indonesia/MZ)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description