Islam, Gizi dan Kesehatan; Mengenali Apel dan Khasiatnya

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Ajaran Islam menjelaskan berbagai makanan halal dan baik yang beraneka ragam. Berbagai hadis Rasulullah dan para Imam Syiah menjelaskan pembahasan khusus mengenai gizi dan kesehatan.

 

Sejumlah buku seperti Tib al-Nabi, Tib al-Sadiq, Tib al-Ridha merupakan buku berharga yang menjelaskan petunjuk dari Rasulullah Saw, Imam Shadiq dan Imam Ridha mengenai medis, gizi dan kebersihan. Sumber berharga ini bukan hanya bermanfaat di masanya, bahkan kini menjadi perhatian para ahli medis dan peneliti muslim maupun non-muslim.

 

Islam sebagai agama yang komprehensif memberikan berbagai panduan bagi pemeluknya. Agama samawi ini dengan gamblang mengungkapkan berbagai metode dan pedoman hidup sehat dan bahagia bagi manusia.

 

Melanjutkan pembahasan sebelumnya mengenai makanan yang halal dan baik dalam pandangan Islam dan kesehatan, kali ini kita akan mengupas khasiat apel dan olahannya. Al-Quran dan hadis menyebut apel sebagai buah surga. Buah ini memiliki kandungan nutrisi khusus yang menjadi perhatian manusia sejak dahulu kala. Apel dikenal sebagai salah satu buah paling sehat dan amat disukai masyarakat dari berbagai belahan penjuru dunia. Kini, pohon apel dibudidayakan di seluruh dunia. Seluruh masyarakat dunia mengenal manfaat dari buah itu.

 

Apel memiliki warna yang beragam dan menarik serta mengandung berbagai unsur vitamin dan nutrisi lainnya. Buah bermanfaat ini mengandung vitamin, magnesium, zinc, zat besi, fosfor, kalsium dan lainnya. Kadar potasium dan sodium  dalam apel mengatur dan menyeimbangkan metabolime tubuh manusia.

 

Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi resiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Dibandingkan dengan buah lainnya dan sayuran, apel mengandung vitamin C yang tidak seberapa, tetapi kaya dengan senyawa antioksidan lainnya. Biarpun tidak sebanyak buah lain, namun serat dalam apel membantu mengontrol pergerakan usus yang bermanfaat mengurangi resiko kanker usus besar.

 

Serat apel juga membendung penyakit jantung serta mengontrol berat badan dan tingkat kolesterol, karena buah apel tidak mengandung kolesterol dan mempunyai serat yang mengurangi kolesterol dengan mencegah reabsorpsi.

 

Terbukti bahwa apel yang dibiakkan secara in vitro mengandung senyawa fenol yang dapat mencegah kanker. Fitokimia fenol yang utama dalam apel adalah kuersetin, epikatekin, dan prosianidin B2.  Biji apel sedikit beracun karena mengandung sedikit amigdalin, sejenis glikosida sianogen. Akan tetapi, racun ini tidak cukup berbahaya bagi manusia.

 

Pengobatan Islami dan medis modern menyinggung berbagai khasiat buah apel.  Imam Shadiq as mengatakan apel sebagai buah yang berkhasiat menurunkan suhu tubuh. Imam Ali menyebut apel sebagai buah yang menjaga lambung. Para pakar medis berkeyakinan bahwa apel berkhasiat sebagi obat antibakteri dan antiinfeksi. Dr. Bernard Johnson dalam bukunya mengenai khasiat buah dan sayuran mengungkapkan bahwa orang yang menderita penyakit panas dingin dianjutkan untuk mengkonsumsi buah apel atau sari buah itu selama dua-tiga hari.

 

Pengobatan Cina menilai apel sebagai buah yang berkhasiat menurunkan suhu badan. Berdasarkan pandangan ini apel bermanfaat meredakan penyakit paru-paru. Selain itu, apel juga dikenal sebagai buah yang amat berguna untuk orang yang bekerja dengan pikirannya. Mengenai keutamaan buah apel, sebuah pepatah Inggris mengungkapkan, "Mengkonsumsi apel setiap hari akan menjauhkan dari dokter."

 

Peneliti dari Universitas MIT, Amerika menyebut sari buah apel segar yang dikonsumsi secara rutin bisa memulihkan daya ingat orang yang menderita penyakit alzheimer. Mengkonsumsi sari buah apel di usia paruh baya mencegah terjangkitnya penyakit alzheimer. Sebuah artikel yang dimuat di jurnal Perancis, Alzheimer Disease & other Dementias mengungkapkan sebuah penemuan menarik. Setelah melakukan penelitian terhadap 21 orang yang rata-rata terjangkit alzheimer terbukti bahwa mereka yang mengkonsumsi dua gelas sari apel atau 120 mililiter sehari bisa mengembalikan  27 persen daya ingat mereka.

 

Lyvns Karlyh dalam bukunya berjudul "Sayuran dan buah-buahan obat" menulis, "Apel mengandung unsur antiseptik bagi mulut. Buah ini juga mengatasi asam urat dan racun lainnnya. Pakar gizi juga mengajurkan supaya mengkonsumsi apel bagi penderita reumatik, obesitas,encok,paru-paru dan hati. Apel dipercaya bisa meredakan batu ginjal. Jika apel dikonsumsi dengn kulitnya sebelum tidur, dengan syarat dikunyah secara baik mampu mengobati penyakit sembelit akut. Apel juga bermanfaat untuk mengobati tidur buruk, jika dikonsumsi sebelum tidur. Kandungan vitamin B, magnesium dan unsur-unsur penting lainnya dalam apel memberikan ketenangan bagi syaraf dan membantu tidur lebih baik.

 

Aisyah, istri Rasulullah Saw pernah meriwayatkan bahwa suatu hari ia menemui Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah mengapa engkau selalu mencium Fatimah ketika ia datang. Rasulullah menjawab, Ketika aku Mi'raj, Jibril membawaku ke surga dan menyuguhkan apel dari surga. Kemudian buah apel itu aku makan dan menjadi nutfah. Sekembalinya dari mi'raj, Fatimah berasal dari nutfah itu. Di saat aku merindukan surga, maka aku mencium putriku Fatimah."

 

Berbagai riwayat Islam menjelaskan beragam khasiat makanan dan minuman dan tata caranya. Mengenai tata cara memakan apel, Imam Baqir berkata, "Jika ingin memakan apel, ciumlah sebelum engkau memakannya." Beliau menambahkan bahwa perbuatan itu akan mengurangi sakit di tubuh. Gerry Schwartz dari Universitas Yale mengungkapkan bahwa bau harum apel bisa mengurangi tekanan darah tinggi dan memberikan rasa tenang.

 

Lalu, di mana unsur utama yang dikandung apel? Penemuan sains terbaru membuktikan bahwa unsur-unsur penting dalam apel terdapat pada kulit dan lapisan dagingnya. Dengan demikian, para ahli medis menganjurkan untuk mengkonsumsi apel dengan kulitnya.

 

Penelitian yang dilakukan para peneliti dari Amerika Serikat dan Perancis menunjukkan bahwa konsumsi buah apel dengan kulitnya bisa membantu mencegah terjangkitnya penyakit kanker, usus besar, hati dan paru-paru. Khasiat tersebut disebabkan karena apel mengandung polyphenols. Kandungan ini memiliki antioksidan yang menghalangi munculnya kerusakan tubuh. Para peneliti menyebut polyphenols memiliki khasiat khusus sebagai sistem kekebalan tubuh dari kerusakan dan berperan dalam mencegah dan mengobati penyakit kanker.

 

Apel juga diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti selai, sari buah, cuka, pancake,  dan asinan. Cuka apel, seperti cuka kurma dan anggur memiliki berbagai khasiat yang luar biasa. Sejak dahulu kala, masyarakat mempercayai cuka apel berkhasiat mengobati infeksi bahkan pengapuran tulang dan memudahkan mencerna makanan. Kini berbagai penelitian ilmiah modern menjelaskan khasiat cuka apel. Penelitian terbaru membuktikan bahwa cuka apel berkhasiat sebagai antibiotik dan antiinfeksi serta antibakteri, dan meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai penyakit.

 

Cuka apel memiliki kadar mineral yang tinggi dengan kandungan potasium, fosfor, magnesium, dan vitamin B dan D. Cuka apel juga bermanfaat mengencerkan darah dan menghaluskan kulit.

 

Kandungan enzim yang meningkat dalam cuka apel memiliki manfaat yang besar dalam melancarkan proses metabolisme, sekaligus meningkatkan imunitas tubuh terhadap adanya zat asing yang dapat merugikan tubuh. Para pakar gizi menyarankan supaya mengkonsumsi cuka apel setiap hari dalam takaran yang kecil. Mereka menyarankan supaya mengkonsumsi cuka dengan makanan lainnya seperti salad, dan tidak dikonsumsi sendiri. (IRIB Indonesia)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description