110 Keutamaan Imam Ali as: Hari Senyum!

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Hari Senyum!

 

Imam Ridha as berkata, "Hari ini (Ghadir) adalah hari dimana setiap wajah orang mukmin terlihat senyuman. Siapa saja yang tersenyum pada hari ini kepada saudara mukminnya, maka pada Hari Kiamat Allah Swt akan melihatnya dengan pandangan rahmat, mengabulkan 1000 hajatnya dan membangun istana dari pertama putih di surga." (Asrar Ghadir, 217)

 

Orang Bertakwa

 

Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ali as dan Syiah-nya termasuk orang-orang bertakwa di Hari Kiamat." (al-Ghadir, 3/79)

 

Hari Hadiah

 

Imam Ridha as di Hari Raya Ghadir mengirimkan pakaian baru, cincin dan sepatu kepada orang-orang khusus dari sahabatnya. Dengan begitu beliau mengubah penampilan lahiriah mereka dari orang-orang sekelilingnya. Pada Hari Ghadir, mereka mengganti pakaian sehari-harinya dengan pakaian yang lebih tepat untuk dipakai di hari besar. (Asrar Ghadir, 219)

 

Nama Allah

 

Rasulullah Saw bersabda, "Di malam Mikraj, ketika aku bergerak ke langit, Allah Swt memberikan wahyu kepadaku dan berfirman, ‘Untukmu Aku pilihkan sebuah nama dari nama-Ku. Aku Mahmud dan engkau Muhammad. Untuk Ali juga Aku pilihkan sebuah nama dari nama-Ku. Aku A'la dan dia Ali." (Imam Ali as dan Ahadis Qodsi, 95)

 

Seperti Nabi

 

Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada nabi yang diutus ke tengah-tengah umatnya tanpa orang yang sama dengannya dan Ali adalah yang sama dengan saya. (al-Ghadir, 3/23)

 

Ali dan Malaikat

 

Para malaikat langit mencintai Ali as dan mereka bangga dapat melayaninya. Melihat kecintaan mereka, Allah Swt menciptakan malaikat di langit keempat yang mirip dengan Ali as. Setiap harinya 70 ribu malaikat menziarahinya dan mereka mengucapkan tasbih dan takbir. Mereka kemudian menghadiahkan pahalanya kepada para pencinta Ali bin Abi Thalib as. (al-Fushul al-Aliyah, 79)

 

Kunci Surga

 

Rasulullah Saw bersabda, "Ketika Nabi Adam as menegakkan wajahnya ke Arsy Allah, beliau melihat sebarisan cahaya di atas Arsya yang tertulis "Ali Miftah al-Jannah", Ali adalah kunci surga. (Hayatul Qulub, 1/26-27)

 

Hari Suksesi

 

Imam Shadiq as berkata, "Para nabi ilahi mengangkat penggantinya pada Hari Ghadir (18 Dzulhijjah. Nabi Muhammad Saw juga mengangkat Imam Ali as di hari ini sebagai penggantinya." (Tafsir Abul Futuh ar-Razi, 4/284)

 

Rencana Allamah Amini

 

Buku al-Ghadir, mengambil 4 tahun dari usia Allamah Amini. Ketika beliau sibuk menulis buku ini, sedemikian serius beliau berpikir dan meriset selama berjam-jam, beliau tidak merasakan lapran dan haus. Anak Allamah Amini mengatakan:

 

"Saya masih ingat, sekitar pukul 9 dan 10 anak-anak sudah sangat lapar. Allamah Amini sejak awal telah meminta istrinya untuk menyediakan makan siang dan malam anak-anak tepat pada waktunya dan tidak perlu menunggu dirinya. Oleh karenanya, ibu kami menyiapkan makan malam dan setelah itu kami pun tidur, sementara beliau masih tetap sibuk di perpustakaan untuk melakukan risetnya. Ibu meletakkan makanan di atas lampu agar beliau bisa langsung memakannya setelah selesai melakukan risetnya. Tapi ketika kami bangun di pagi hari, kami melihat makanan masih tetap berada di tempatnya di atas lampu dan sudah rusak."

 

Allamah Amini memiliki ide untuk dunia menjadi dunia Alawi. Dunia menjadi universitas Amirul Mukminin dan perpustakaannya memiliki cabang di setiap negara. Untuk merealisasikan rencananya ini, beliau berpikir keras. Allamah Amini tidak pergi dan mengundurkan diri. (Qatreh-i az Darya, 1/17/18)

 

Sungguh Aneh

 

Ada yang bertanya kepada Sayidah Fathimah az-Zahra as, "Apakah Nabi sempat berbicara tentang Imamah Amirul Mukminin as sebelum beliau meninggal?"

 

Sayidah Fathimah as menjawab, "Wa ‘Ajaba! Ansaitum Yauma Ghadir Khum?" Sungguh aneh! Apakah kalian melupakan Hari Ghadir Khum? (Payam Ghadir, 42) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Sumber: Hossein Deilami, Ghadir Khourshide Velayat, 1388, Qom, Moasseseh Entesharat Haram.

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description