Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 30 September 2013 20:11

Pidato Mendikbud R.Idi Universitas Tehran: Membangun Konvergensi Kebudayaan Iran-Indonesia

Pidato Mendikbud R.Idi Universitas Tehran: Membangun Konvergensi Kebudayaan Iran-Indonesia

Assalamu Allaikum Wr. Wb.

Yang kami muliakan,

Rektor Universitas Tehran, Bapak Profesor Farhad Rahbar

Dekan Fakultas Hukum dan Politik Universitas Tehran, Bapak Seyed Fazlullah Mousavi

Dan seluruh civitas akademika Universitas Tehran yang kami cintai

Bapak, Ibu, dan hadirin yang saya hormati

Alhamdulillah, dalam kesempatan yang baik ini, kami ingin mengajak, kita semua senantiasa bersyukur kehadirat Illahi Rabbi, karena hanya dengan rahmat, nikmat dan karunia Nya lah kita semua dapat menghadiri acara ini.

Sebelumnya, perkenankan kami dari lubuk hati yang dalam, atas nama Pemerintah dan rakyat Indonesia, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih setingginya kepada Pemerintah Iran dan seluruh keluarga besar Universitas Tehran dalam membangun dan memperkuat kerjasama yang sangat baik diantara dua bangsa, dua Negara yang memiliki banyak persamaan dalam budaya.

Dalam kesempatan yang baik ini pula, saya ingin menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehormatan akademik yang diberikan pada saya oleh Universitas Tehran, sehingga saya dapat dapat menyampaikan pikiran dan pandangan saya mengenai hubungan persahabatan Indonesia-Iran terutama di bidang pendidikan dan kebudayaan, bidang yang menjadi tugas saya di Indonesia.

Hadirin yang kami muliakan


Pada 3 dekade terakhir ini telah terjadi banyak gelombang perubahan besar di bidang sosial-politik dan industri-perdagangan di dunia. Dunia tengah mencari tatanan baru, konstalasi ekonomi, sosial, politik dan budaya baru, dan setiap perubahan untuk mencari keseimbangan baru selalu harus melalui gejolak dan konflik nasional maupun internasional. Peristiwa politik dan keamanan yang terjadi di dunia akhir akhir ini, membuat kita menjadi khawatir dan was-was akan masa depan dunia kita. Namun, di Kampus dan Perguruan tinggi di Indonesia dan Iran selalu lahir pemikiran dan optimisme serta kreatifitas dan semangat untuk membangun masyarakat baru, yang lebih adil, yang lebih aman, dan lebih sejahtera serta terbentuknya lingkungan sosial budaya yang terbuka untuk gagasan segar dan solusi kreatif untuk memberi kesempatan yang sama kepada semua yang ingin maju.

Dalam usahanya yang abadi tiada henti untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik, manusia telah mampu memajukan kompetensinya, baik kompetensi sikap, kompetensi keterampilan, dan kompetensi pengetahuan dalam menciptakan kehidupan yang lebih produktif, lebih inovatif, dan lebih afektif. Sebagai hasilnya, memang terbukti benar bahwa peradaban dunia sebagai agregat peradaban lokal adalah selalu berkembang dan membaik dari waktu ke waktu.

Tetapi bila diperhatikan dalam skala yang lebih kecil, peradaban lokal tidak selalu berkembang membaik. Dalam banyak kasus, peradaban lokal pada suatu waktu tertentu justru mencapai puncaknya sehingga tampak lebih maju dari zamannya, dan tampak menonjol dibanding peradaban-peradaban lain di dunia.

Kita dapat mengamati pencapaian peradaban puncak tersebut dengan mudah melalui catatan perjalanan sejarah masyarakat di suatu daerah. Karena peradaban yang berada pada puncaknya selalu meninggalkan pencapaian menakjubkan sebagai kontribusi kepada kehidupan masyarakat pada zamannya. Kontribusi tersebut pada masa mendatang dikenal dan dikenang sebagai warisan budaya yang ditinggalkan bagi generasi penerus untuk dimanfaatkan dan dikagumi.

Hadirin yang kami muliakan

Iran dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam hal ini. Iran dan Indonesia pernah beberapa kali mencapai peradaban puncak dan sanggup memberi warna mencolok bagi perkembangan peradaban dunia. Peradaban puncak tersebut ditandai dengan banyak warisan budaya yang luar biasa indahnya sehingga masih terasa tetap mengagumkan pada zaman sekarang. Warisan budaya ini dianggap sebagai tonggak sejarah perkembangan peradaban dunia.

Kita mencatat dari sisi Indonesia adalah Borobudur, Prambanan, Subak sebagai warisan benda dunia dan Angklung, Keris, Batik sebagai warisan tak benda dunia. Sedangkan dari sisi Iran antara lain adalah Tchogha Zanbil, Persepolis, Takht-e-Soleyman. Warisan budaya tersebut kadang sangat banyaknya sehingga tersebar luas dalam wilayah mencakup satu kota, seperti Yogyakarta di Indonesia dan Isfahan di Iran yang terkenal sebagai Kota Warisan Budaya.

Kedua negara memiliki kesamaan bahwa pernah terjadi pada suatu zaman mereka adalah penentu peradaban dunia dan perkembangannya di kemudian hari. Kita mempunyai 'shared heritage' yang mendasar, karena kebersamaan sejarah perdagangan dan budaya di masa lampau. Sekitar 1000 tahun yang lalu, jalur perdagangan telah menjadi jalan masuk Agama Islam dan Unsur Unsur Kebudayaan Persia ke Indonesia. Bukti sejarah budaya dan bukti arkeologisnya telah kita temukan dan tetap bisa dijadikan kajian akademik yang menarik untuk dilakukan bersama.

Jelaslah, bahwa kita pernah melalui peradaban puncaknya menjalin kerjasama budaya dalam usaha mensinergikan peradaban kedua negara untuk mencari bentuk percepatan perkembangan peradaban dunia. Kerjasama yang telah dimulai 1000 tahun yang lalu, sebagaimana kita peringati pada hari ini, sudah selayaknya untuk dipertahankan dan dikembangkan pada tahun-tahun selanjutnya.

Warisan budaya-warisan budaya tersebut dan kerjasama diantaranya sudah sepatutnya dikagumi dan dilestarikan. Kekaguman tersebut harusnya bukan hanya terhadap kemegahan dan kecantikan warisan budaya-warisan budaya tersebut. Yang lebih penting justru adalah untuk memahami tentang situasi dan kondisi masyarakat dan dunia pada saat itu sehingga kreatifitas dan ambisi dapat bersinergi dan direncanakan dan dieksekusi dengan baik sehingga menghasilkan peradaban puncak yang mampu menghasilkan warisan budaya menakjubkan tersebut.

Apa saja bahan baku yang diperlukan dan bagaimana kombinasinya yang pas untuk memastikan situasi dan kondisi yang kondusif untuk pencapaian peradaban puncak? Bagaimana kita dapat mengulang situasi dan kondisi pada masa tersebut supaya dapat langgeng atau diciptakan ulang pada masa mendatang dengan menyesuaikan dengan tuntutan perkembang zaman? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini penting untuk dicari jawabannya melalui diskusi dalam forum kerjasama seperti yang pernah terjadi antara Iran dan Indonesia 1000 tahun yang lalu.

Kita perlu mencari pelajaran berharga dari keberhasilan nenek moyang kita melalui warisan mereka. Mengelola adalah lebih dari sekedar menjaga dan memelihara. Masa depan yang berkelanjutan adalah lebih dari sekedar memastikan lestarinya warisan budaya. Tujuannya harus lebih mulia dari itu, yaitu adalah untuk melestarikan peradaban dan mungkin malahan harus menghidupkan kembali peradaban yang sudah terlanjur hilang atau menyembuhkan peradaban yang telah mengalami dekadensi.

Memahami komposisi yang tepat bagi terbukanya lahan persemaian peradaban sampai mencapai puncaknya melebihi kemampuan yang lain pada zaman tersebut akan memberikan pemahaman bagi kita tentang struktur peradaban yang berkembang subur, stabil, dan tegar. Pemahaman tersebut sangat penting karena sebagai akibat globalisasi yang ditandai dengan memendeknya jarak, memudarnya batas, dan menyingkatnya waktu akan ada banyak kemungkinan terkait peradaban-peradaban yang ada di dunia saat ini, yaitu salah satu peradaban akan mendominasi yang lain, atau benturan tiada henti antar peradaban-peradaban yang ada, atau terjadinya konvergensi peradaban dunia.

Hanya kemungkinan terakhir dari tiga kemungkinan diatas yang dapat membuat dunia tetap dalam kedamaian dan keharmonisan, dan sebagai kelanjutannya akan mampu menciptakan suatu peradaban konvergen yang berkembang subur sehingga mampu mencapai puncak yang jauh lebih tinggi lagi. Peradaban konvergen semacam ini hanya mungkin terbentuk melalui intergrasi sinergitas sejumlah peradaban lokal kedalam satu ruang tunggal multi dimensi peradaban dunia. Suatu ruang multi dimensi yang diwarnai dengan kontribusi dari bagian terbaik dari setiap peradaban lokal.

Hadirin yang kami muliakan,

Adalah tugas kita bersama, melalui pemahaman peradaban lampau melalui warisannya, untuk mengekstrapolasikan pemahaman kita dalam usaha mempromosikan terbentuknya konvergensi peradaban dan pada saat yang mencegah terjadinya benturan peradaban.

Ketika science dan teknologi sudah pada tahanan status siap berkonvergen, kemungkinan terjadinya konvergensi peradaban adalah sangat mungkin terjadi. Mengingat fenomena konvergensi selalu berkaitan dengan aliran suatu substansi, dalam konteks konvergensi peradaban harus dipastikan terbentuknya aliran budaya dan/atau bentuk peradaban lainnya secara masif dari dan ke tiap sumber peradaban lokal.

Ketersediaan teknologi adalah pemungkin terjadinya aliran masif ini mengingat melalui bantuan teknologi, seperti teknologi informasi dan komunikasi, teknologi transportasi, dan sebagainya, faktor jarak, batas, dan waktu dapat diminimalkan. Walaupun demikian, tidak cukup hanya mengandalkan teknologi saja. Ketersediaan teknologi hanyalah menyediakan kanal yang dapat dialiri oleh substansi peradaban. Kanal ini harus bekerja sempurna, dalam arti tidak memiliki distorsu antara pengirim dan penerima, sehingga tidak terdapat penghambat atau barier bagi terbentuknya aliran pada kanal tersebut.

Caranya adalah melalui pembentukan pemahaman bersama atau mutual understanding antar pelaku peradaban lokal sehingga tidak ada rasa saling curiga diantaranya. Lebih dari itu, juga diperlukan rasa saling menghormati atau mutual respect antar pelaku peradaban sehingga tidak ada yang merasa bahwa peradabannya adalah lebih dari superior dari peradaban lain. Masing-masingnya memiliki keunikan dan kekhasan sehingga saling melengkapi sebagaimana halnya manusia sang pencipta peradaban yang sebagai bagian dari kodratnya adalah diciptakan berbeda-beda dengan kekhasan masing-masing hanya dengan satu tujuan yaitu supaya saling mengenal dan melengkapi.

Bila kanal semacam ini terbentuk, hanya ada arus utama saja yang mengalir lancar tanpa gesekan dari satu sumber peradaban ke sumber peradaban lain untuk membentuk konvergensi peradaban. Pada saat yang sama, arus tepi yang cenderung berbentuk arus putar sebagai akibat dari gesekan dengan kanal penyalur, yang kadang malah sampai berlawanan arah dengan arus utama, tidak akan terbentuk pada kanal ideal tanpa gesekan. Bila tidak ideal, pasti akan terbentuk arus tepi yang seberapapun kecilnya akan sangat mempengaruhi proses terbentuknya konvergensi peradaban, yaitu waktunya menjadi lebih lama dan biayanya menjadi lebih mahal akibat adanya perlawanan dari arus tepi tersebut.

Usaha pembukaan pusat studi, Pusat Studi Indonesia di Iran dan Pusat Studi Iran di Indonesia, adalah salah satu cara untuk meningkatkan mutual understanding dan mutual respect tersebut sehingga akan terbentuk kanal peradaban ideal tanpa distorsi bagi aliran peradaban Iran-Indonesia.

Lebih dari itu, aliran peradaban akan menjadi sangat mahal apabila hanya terkait dengan kegiatan budaya saja. Aliran budaya harus dirancang sebagai bagian dari mobilitas orang atau people mobility karena peradaban pada umumnya melekat pada orang sehingga mobilitas orang akan menghasilkan aliran peradaban.

Kita punya kesempatan dan peluang untuk saling belajar dan saling memberi di bidang Filsafat, Ilmu Pengetahuan, Seni dan Teknologi. Kampus kita bisa meningkatkan pemahaman dan kerjasama di bidang akademik untuk mengembangkan ilmu budaya dan ilmu lain di Indonesia dan di Iran. Pengembangan fasilitas publik untuk meningkatkan apresiasi seni di Iran telah ditata sangat baik. Pusat Budaya dan Pusat Studi budaya ini bisa menjadi titik simpul simpul Pengenalan seni Indonesia di Iran. Pusat Budaya serta Gelanggan Seni yang tersebar di banyak kota di Indonesia bisa menjadi sarana pengenalan kesenian Iran di Indonesia. Pertukaran ini bisa mensimulasi peningkatan lahirnya kreativitas dan inovasi seni yang baru.

Hubungan kerjasama di bidang pendidikan dan kebudayaan yang telah terjadi perlu kita tingkatkan bersama. Pertukaran budaya di berbagai bidang kesenian perlu lebih dikembangkan, pameran seni dan kria, pertunjukan dan film serta karya desain kedua bangsa perlu lebih dikenal. Pertukaran mahasiswa antar perguruan tinggi kedua negara perlu ditambah. Insya Allah, penguatan hubungan di bidang pendidikan dan kebudayaan ini akan bisa memperluas hubungan dan kerjasama di bidang-bidang yang lain yaitu hubungan industri dan perdagangan.

Kita telah mempunyai latar belakang sejarah yang mengkaitkan hubungan budaya di masa lampau. Hubungan diplomatik kita telah berjalan cukup lama. Namun masih banyak kerjasama yang bisa dilakukan di bidang Pendidikan dan Kebudayaan. Insya Allah, melalui peningkatan kegiatan di bidang pendidikan dan kebudayaan ini, kita dapat mempersiapkan suatu landasan yang kuat bagi pengembangan kerjasama dan hubungan positif di bidang bidang yang lain seperti ekonomi.

Kerjasama ekonomi merupakan keharusan mengingat sebenarnya kegiatan ekonomilah yang merupakan pemicu pertama terjadinya globalisasi. Melalui aliran investasi yang kemudian diikuti aliran tenaga kerja dan sebagai akibatnya terjadi aliran peradaban, baik pengetahuan maupun budaya, yang melekat pada tenaga kerja tersebut. Kegiatan ekonomi menjadi penting karena didalamnya terdapat manfaat yang langsung dapat dirasakan, sementara pada kerjasama budaya dan pendidikan akan membutuhkan waktu lama untuk menyerap manfaatnya. Pada dasarnya, manusia tidak selalu sabar menunggu terlalu lama.

Hadirin yang saya hormati,

Demikianlah pandangan singkat saya tentang penting dan strategisnya pengembangan konvergensi kebudayaan Iran dengan Indonesia.

Sekali lagi, saya mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada Universitas Tehran atas kesempatan, sambutan dan perhatian yang luar biasa yang saya dapat. Mudah mudahan pikiran ini memberi manfaat bagi bagi pengembangan kerjasama akademik Iran-Indonesia di bidang Pendidikan dan Kebudayaan yang lebih erat dan hangat. (IRIB Indonesia)

Wassalamualaikum Wb.Wr.

Mohammad Nuh

Klik di sini untuk mendengarkan file suara.

Add comment


Security code
Refresh