Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian

Revolusi Islam Iran mencapai kemenangan 37 tahun lalu atau tepatnya 22 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah (11 Februari 1979). Kemenangan ini menjadi titik balik abadi bagi bangsa Iran.

Senin, 08 Februari 2016 23:08

Dahe Fajr; Awal Sejarah Baru Iran

Kemenangan Revolusi Islam di Iran merupakan salah satu fenomena besar di abad 20 dan titik balik di sejarah umat manusia serta sumber perubahan utama di bdang budaya, politik, sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, Revolusi Islam termasuk gerakan politik dan sosial terpenting serta teladan bagi kebangkitan dan revolusi lainnya di dunia.

Rabu, 30 Desember 2015 09:55

9 Dey; Manifestasi Kekuatan Bangsa Iran

Aksi spontan rakyat Iran dalam pawai akbar nasional pada tanggal 9 Dey 1388 (30 Desember 2009) merupakan sebuah aksi fenomenal dan bukan demonstrasi biasa.

Senin, 28 Desember 2015 16:48

Persatuan, Kunci Kekuatan Dunia Islam

Umat Islam dunia tengah menghadapi serangan dan target konspirasi musuh, karena mereka tidak kompak dan sibuk bertengkar tentang perselisihan-perselisihan parsial. Timur Tengah sebagai pusat geografi agama Islam menghadapi gelombang ekstremisme, kekerasan, dan pembantaian. Zionis dan kelompok-kelompok ekstrim seperti, Al Qaeda dan ISIS memusatkan operasi mereka di Timur Tengah. Wilayah strategis ini tampaknya telah menjadi lahan genosida.

Islam menjadikan persatuan umat Islam sebagai kewajiban agama. Dengan menelusuri al-Quran dan Hadis, dapat ditemukan posisi persatuan dalam pemikiran Islam. Allah Swt dalam al-Quran berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara…” (Ali Imran: 103)

Umat Islam sekarang sedang memperingati maulid Nabi Muhammad Saw dan Pekan Persatuan Islam. Dengan memperhatikan perbedaan riwayat antara Sunni (12 Rabiul Awal) dan Syiah (17 Rabiul Awal) seputar hari kelahiran Nabi Saw, maka Republik Islam Iran menetapkan rentang waktu antara tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam.

Kamis, 24 Desember 2015 10:42

Persatuan Dalam al-Quran dan Sunnah (1)

Umat Islam di seluruh penjuru dunia bersuka cita menyambut maulid Nabi Muhammad Saw pada bulan Rabiul Awal. Muslim Sunni merayakan hari kelahiran Rasulullah pada tanggal 12 Rabiul Awal, sementara Muslim Syiah pada 17 Rabiul Awal. Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra kemudian memanfaatkan rentang waktu itu untuk mendekatkan mazhab-mazbah Islam dan mengumumkan Pekan Persatuan di tengah kaum Muslim.

Arbain, 40 hari memperingati kesyahidan Imam Husein bin Ali as dan para sahabatnya yang setia. Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa pada peringatan Arbain, Jabir bin Abdullah Ansari, salah satu sahabat Rasulullah Saw, berziarah ke makam para syuhada Karbala dan bahwa pada hari yang sama rombongan tawanan dari kubu Imam Husein as tiba di Karbala dalam perjalanan pulang ke Madinah. Dalam riwayat disebutkan bahwa hari itu bertepatan dengan tanggal 20 Safar tahun 61 Hijriah, atau 40 hari setelah kesyahidan Imam Husein as dan para sahabatnya di Karbala.

Kebangkitan Imam Husein as sedemikian komprehensif sehingga dapat ditafsirkan dan dianalisa dengan berbagai metode. Oleh sebab itu, sepanjang sejarah, para sejarawan, teolog, fuqaha, ilmuwan, seniman, manusia-manusia arif, penyair, politisi dan mereka yang memiliki jiwa bebas, masing-masing memiliki analisa dan pemahaman tersendiri dari kebangkitan Imam Husein as. Meski demikian laporan dan analisa historis terkadang mengalami penyimpangan atau penyembunyian fakta. Penting untuk diperhatikan bahwa analisa dari satu dimensinya seperti hanya terfokus pada dimensi logis, emosional dan afeksi, historis, sosial ataukearifan saja, tanpa mempertimbangkan sisi lain dalam kebangkitan Imam Husein as, akan mengesampingkan berbagai dimensi penting lain. Salah satu yang perlu direnungkan terkait kebangkitan Imam Husein as adalah penyejajaran dimensi  logis di samping dimensi spiritualnya.

Kamis, 01 Oktober 2015 16:26

Tragedi di Hari Berbahagia Idul Adha

Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengatakan, sangat disayangkan sekali ribuan hujjaj dari Iran dan negara-negara lain di Arab Saudi telah menjadi korban ketidakmampuan dan manajemen buruk para pengelola haji Arab Saudi. Seraya menekankan penanganan  hak-hak para korban jiwa dan luka di Mina, Rouhani menutut pertanggungjawaban para pejabat Arab Saudi untuk mengijinkan akses konsulat Iran untuk mengidentifikasi para hujjaj yang hilang dan pemulangan cepat jenazah mereka kepada keluarga mereka yang sedang berduka.

 

Revolusi Islam Iran mencapai kemenangan 37 tahun lalu atau tepatnya 22 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah (11 Februari 1979). Kemenangan ini menjadi titik balik abadi bagi bangsa Iran.

Senin, 08 Februari 2016 23:08

Dahe Fajr; Awal Sejarah Baru Iran

Kemenangan Revolusi Islam di Iran merupakan salah satu fenomena besar di abad 20 dan titik balik di sejarah umat manusia serta sumber perubahan utama di bdang budaya, politik, sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, Revolusi Islam termasuk gerakan politik dan sosial terpenting serta teladan bagi kebangkitan dan revolusi lainnya di dunia.

Rabu, 30 Desember 2015 09:55

9 Dey; Manifestasi Kekuatan Bangsa Iran

Aksi spontan rakyat Iran dalam pawai akbar nasional pada tanggal 9 Dey 1388 (30 Desember 2009) merupakan sebuah aksi fenomenal dan bukan demonstrasi biasa.

Senin, 28 Desember 2015 16:48

Persatuan, Kunci Kekuatan Dunia Islam

Umat Islam dunia tengah menghadapi serangan dan target konspirasi musuh, karena mereka tidak kompak dan sibuk bertengkar tentang perselisihan-perselisihan parsial. Timur Tengah sebagai pusat geografi agama Islam menghadapi gelombang ekstremisme, kekerasan, dan pembantaian. Zionis dan kelompok-kelompok ekstrim seperti, Al Qaeda dan ISIS memusatkan operasi mereka di Timur Tengah. Wilayah strategis ini tampaknya telah menjadi lahan genosida.

Islam menjadikan persatuan umat Islam sebagai kewajiban agama. Dengan menelusuri al-Quran dan Hadis, dapat ditemukan posisi persatuan dalam pemikiran Islam. Allah Swt dalam al-Quran berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara…” (Ali Imran: 103)

Umat Islam sekarang sedang memperingati maulid Nabi Muhammad Saw dan Pekan Persatuan Islam. Dengan memperhatikan perbedaan riwayat antara Sunni (12 Rabiul Awal) dan Syiah (17 Rabiul Awal) seputar hari kelahiran Nabi Saw, maka Republik Islam Iran menetapkan rentang waktu antara tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam.

Kamis, 24 Desember 2015 10:42

Persatuan Dalam al-Quran dan Sunnah (1)

Umat Islam di seluruh penjuru dunia bersuka cita menyambut maulid Nabi Muhammad Saw pada bulan Rabiul Awal. Muslim Sunni merayakan hari kelahiran Rasulullah pada tanggal 12 Rabiul Awal, sementara Muslim Syiah pada 17 Rabiul Awal. Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra kemudian memanfaatkan rentang waktu itu untuk mendekatkan mazhab-mazbah Islam dan mengumumkan Pekan Persatuan di tengah kaum Muslim.

Arbain, 40 hari memperingati kesyahidan Imam Husein bin Ali as dan para sahabatnya yang setia. Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa pada peringatan Arbain, Jabir bin Abdullah Ansari, salah satu sahabat Rasulullah Saw, berziarah ke makam para syuhada Karbala dan bahwa pada hari yang sama rombongan tawanan dari kubu Imam Husein as tiba di Karbala dalam perjalanan pulang ke Madinah. Dalam riwayat disebutkan bahwa hari itu bertepatan dengan tanggal 20 Safar tahun 61 Hijriah, atau 40 hari setelah kesyahidan Imam Husein as dan para sahabatnya di Karbala.

Kebangkitan Imam Husein as sedemikian komprehensif sehingga dapat ditafsirkan dan dianalisa dengan berbagai metode. Oleh sebab itu, sepanjang sejarah, para sejarawan, teolog, fuqaha, ilmuwan, seniman, manusia-manusia arif, penyair, politisi dan mereka yang memiliki jiwa bebas, masing-masing memiliki analisa dan pemahaman tersendiri dari kebangkitan Imam Husein as. Meski demikian laporan dan analisa historis terkadang mengalami penyimpangan atau penyembunyian fakta. Penting untuk diperhatikan bahwa analisa dari satu dimensinya seperti hanya terfokus pada dimensi logis, emosional dan afeksi, historis, sosial ataukearifan saja, tanpa mempertimbangkan sisi lain dalam kebangkitan Imam Husein as, akan mengesampingkan berbagai dimensi penting lain. Salah satu yang perlu direnungkan terkait kebangkitan Imam Husein as adalah penyejajaran dimensi  logis di samping dimensi spiritualnya.

Kamis, 01 Oktober 2015 16:26

Tragedi di Hari Berbahagia Idul Adha

Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengatakan, sangat disayangkan sekali ribuan hujjaj dari Iran dan negara-negara lain di Arab Saudi telah menjadi korban ketidakmampuan dan manajemen buruk para pengelola haji Arab Saudi. Seraya menekankan penanganan  hak-hak para korban jiwa dan luka di Mina, Rouhani menutut pertanggungjawaban para pejabat Arab Saudi untuk mengijinkan akses konsulat Iran untuk mengidentifikasi para hujjaj yang hilang dan pemulangan cepat jenazah mereka kepada keluarga mereka yang sedang berduka.

 

Revolusi Islam Iran mencapai kemenangan 37 tahun lalu atau tepatnya 22 Bahman 1357 Hijriah Syamsiah (11 Februari 1979). Kemenangan ini menjadi titik balik abadi bagi bangsa Iran.

Senin, 08 Februari 2016 23:08

Dahe Fajr; Awal Sejarah Baru Iran

Kemenangan Revolusi Islam di Iran merupakan salah satu fenomena besar di abad 20 dan titik balik di sejarah umat manusia serta sumber perubahan utama di bdang budaya, politik, sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, Revolusi Islam termasuk gerakan politik dan sosial terpenting serta teladan bagi kebangkitan dan revolusi lainnya di dunia.

Rabu, 30 Desember 2015 09:55

9 Dey; Manifestasi Kekuatan Bangsa Iran

Aksi spontan rakyat Iran dalam pawai akbar nasional pada tanggal 9 Dey 1388 (30 Desember 2009) merupakan sebuah aksi fenomenal dan bukan demonstrasi biasa.

Senin, 28 Desember 2015 16:48

Persatuan, Kunci Kekuatan Dunia Islam

Umat Islam dunia tengah menghadapi serangan dan target konspirasi musuh, karena mereka tidak kompak dan sibuk bertengkar tentang perselisihan-perselisihan parsial. Timur Tengah sebagai pusat geografi agama Islam menghadapi gelombang ekstremisme, kekerasan, dan pembantaian. Zionis dan kelompok-kelompok ekstrim seperti, Al Qaeda dan ISIS memusatkan operasi mereka di Timur Tengah. Wilayah strategis ini tampaknya telah menjadi lahan genosida.

Islam menjadikan persatuan umat Islam sebagai kewajiban agama. Dengan menelusuri al-Quran dan Hadis, dapat ditemukan posisi persatuan dalam pemikiran Islam. Allah Swt dalam al-Quran berfirman, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara…” (Ali Imran: 103)

Umat Islam sekarang sedang memperingati maulid Nabi Muhammad Saw dan Pekan Persatuan Islam. Dengan memperhatikan perbedaan riwayat antara Sunni (12 Rabiul Awal) dan Syiah (17 Rabiul Awal) seputar hari kelahiran Nabi Saw, maka Republik Islam Iran menetapkan rentang waktu antara tanggal 12-17 Rabiul Awal sebagai Pekan Persatuan Islam.

Kamis, 24 Desember 2015 10:42

Persatuan Dalam al-Quran dan Sunnah (1)

Umat Islam di seluruh penjuru dunia bersuka cita menyambut maulid Nabi Muhammad Saw pada bulan Rabiul Awal. Muslim Sunni merayakan hari kelahiran Rasulullah pada tanggal 12 Rabiul Awal, sementara Muslim Syiah pada 17 Rabiul Awal. Pendiri Republik Islam Iran Imam Khomeini ra kemudian memanfaatkan rentang waktu itu untuk mendekatkan mazhab-mazbah Islam dan mengumumkan Pekan Persatuan di tengah kaum Muslim.

Arbain, 40 hari memperingati kesyahidan Imam Husein bin Ali as dan para sahabatnya yang setia. Dalam catatan sejarah disebutkan bahwa pada peringatan Arbain, Jabir bin Abdullah Ansari, salah satu sahabat Rasulullah Saw, berziarah ke makam para syuhada Karbala dan bahwa pada hari yang sama rombongan tawanan dari kubu Imam Husein as tiba di Karbala dalam perjalanan pulang ke Madinah. Dalam riwayat disebutkan bahwa hari itu bertepatan dengan tanggal 20 Safar tahun 61 Hijriah, atau 40 hari setelah kesyahidan Imam Husein as dan para sahabatnya di Karbala.

Kebangkitan Imam Husein as sedemikian komprehensif sehingga dapat ditafsirkan dan dianalisa dengan berbagai metode. Oleh sebab itu, sepanjang sejarah, para sejarawan, teolog, fuqaha, ilmuwan, seniman, manusia-manusia arif, penyair, politisi dan mereka yang memiliki jiwa bebas, masing-masing memiliki analisa dan pemahaman tersendiri dari kebangkitan Imam Husein as. Meski demikian laporan dan analisa historis terkadang mengalami penyimpangan atau penyembunyian fakta. Penting untuk diperhatikan bahwa analisa dari satu dimensinya seperti hanya terfokus pada dimensi logis, emosional dan afeksi, historis, sosial ataukearifan saja, tanpa mempertimbangkan sisi lain dalam kebangkitan Imam Husein as, akan mengesampingkan berbagai dimensi penting lain. Salah satu yang perlu direnungkan terkait kebangkitan Imam Husein as adalah penyejajaran dimensi  logis di samping dimensi spiritualnya.

Kamis, 01 Oktober 2015 16:26

Tragedi di Hari Berbahagia Idul Adha

Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB mengatakan, sangat disayangkan sekali ribuan hujjaj dari Iran dan negara-negara lain di Arab Saudi telah menjadi korban ketidakmampuan dan manajemen buruk para pengelola haji Arab Saudi. Seraya menekankan penanganan  hak-hak para korban jiwa dan luka di Mina, Rouhani menutut pertanggungjawaban para pejabat Arab Saudi untuk mengijinkan akses konsulat Iran untuk mengidentifikasi para hujjaj yang hilang dan pemulangan cepat jenazah mereka kepada keluarga mereka yang sedang berduka.