Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 07 Desember 2015 13:11

Pemborosan dan Kemewahan Dalam Kehidupan

Pemborosan dan Kemewahan Dalam Kehidupan

Jangan Kalian bangun kehidupan kalian dengan kemewahan. (30/11/81) Kami meyakini bahwa kehidupan harus dikelola secara sederhana dan dengan biaya minimal. (6/6/81) Maksud kami, sederhana bukan berarti kemewahan dan keindahan itu jelek. Tidak. Keindahan, kemewahan dan segala hal yang dapat mewujudkan lingkungan yang indah bagi jiwa manusia, menurut pendapat syariat tidak masalah, selama tidak berakhir dengan pemborosan, sikap berlebihan dan jorjoran. (13/10/77) Jangan menjadikan diri kalian sebagai tawanan formalitas. Bila sejak awal kalian masuk pada persaingan formalitas, maka sulit untuk keluar darinya. Sekarang [sistem pemerintahan] adalah Republik Islam, siapa saja ingin hidup sederhana, maka bisa. Kali waktu, dulu tidak bisa dan sangat sulit. Sekarang bisa, meskipun sebagian menyulitkan kehidupannya dengan tangannya sendiri; dalam bajunya, dalam tempat tinggalnya, dalam kemewahannya, dalam mebelnya, dalam kordennya yang bermacam-macam, dalam berbagai jenis formalitasnya, mereka sendiri yang menyulitkan urusannya sendiri. Tapi bila sebagian ingin tidak melakukannya, maka bisa. Kalian jangan melakukannya. Sejak awal pernikahan, jalanilah kehidupan secara sederhana, mudah, sedang-sedang sesuai kebutuhan dan tidak melebihi kebutuhan, jalanilah kehidupan seperti ini. (10/2/75) Jalanilah kehidupan sebagaimana yang diinginkan oleh Allah dan gunakan nikmat-nikmat ilahi secara seimbang dan adil. Juga sedang-sedang saja juga secara adil. Yakni perhatikan keadilan, lihatlah bagaimana orang lain. Jangan terlalu membuat jarak antara kalian dan orang lain. (8/3/72) Berqonaahlah, jangan malu untuk berqonaah. Sebagian beranggapan bahwa qonaah itu milik orang-orang miskin dan fakir dan bila seseorang punya, maka tidak perlu lagi qonaah. Tidak. Qonaah yakni berhenti dalam batas yang diperlukan, dalam batas kecukupan. (1/1/76) Kehidupan formal, kehidupan mewah, kehidupan bergaya bangsawan, kehidupan yang pengeluarannya besar dan kehidupan konsumtif menyengsarakan manusia. Ini tidak bagus. Kehidupan harus berjalan secukupnya dan nyaman, tidak banyak pengeluaran juga tidak mewah. Dua hal ini mengapa sebagian orang salah memahaminya? Secukupnya yakni tidak sampai membutuhkan pada orang lain dan bisa mengelola kehidupannya, tanpa butuh pada siapapun. (2/1/78) Banyak dan tingginya tuntutan materi juga menyebabkan kesulitan dalam hidup dan kesusahan manusia itu sendiri. Bila seseorang mengurangi tuntutannya dari kehidupan, maka ini akan menjadi sumber kebahagiaan baginya. Tidak saja bagus untuk kehidupan akhirat seseorang, tapi bagus juga untuk kehidupan duniawinya. (21/12/79) Saya ingin menyampaikan kepada ibu-ibu muslimah, ibu-ibu muda dan ibu-ibu rumah tangga, jangan sampai mengejar kehidupan konsumtif, bak penyakit kusta yang dilemparkan oleh Barat terhadap jiwa bangsa-bangsa di dunia di antaranya bangsa-bangsa negara yang sedang berkembang dan negara setengah maju termasuk negara kita. (25/9/75) Semoga Allah melaknat para pembawa budaya Barat yang salah dan orang asing yang datang untuk menggoyahkan pilar-pilar asli kehidupan rumah tangga - yang ada di tengah-tengah tradisi kita, yang kita ambil juga dari Islam -. Sangat buruk. Menyibukkan para wanita dan pria dengan formalitas dan kemewahan dan semacamnya. (14/2/63) Konsumsi harus dalam batas yang diperlukan, bukan dalam batas berlebihan. (25/9/75)

 

 

Saya tidak cocok dengan para wanita yang mengejar tambahan-tambahan kehidupan yang tidak bernilai seperti mode, seperti dandanan lebih dari batas yang diperlukan oleh para wanita, seperti jorjoran dan persaingan dalam memiliki baju fulan atau perabot fulan dari perabot-perabot kehidupan. Hal-hal seperti ini lebih remeh dibanding posisi wanita muslimah, sehingga ia harus perhatian dengan hal-hal tersebut. (17/9/72) Posisi wanita muslimah lebih tinggi dari hal-hal tersebut sehingga harus menjadi tawanan dandanan dan perhiasan dan semacamnya. Kami tidak ingin mengatakan bahwa hal-hal ini haram. Kami ingin mengatakan bahwa posisi wanita muslimah lebih tinggi dari kesibukan membeli emas, membeli perhiasan, perabot rumah tangga yang warna warni dan melakukan pemborosan di berbagai macam dan cara serta gaya kehidupan, sementara kebanyakan masyarakat kita masih membutuhkan bantuan. Pemborosan bukan teladan bagi wanita muslimah. (25/9/75)

 

Terkadang kabar-kabar dari sekitar sampai ke telinga saya. Bukan sebuah kebanggaan; gaya pemakaian baju fulan berdasarkan mode fulan atau gaya memakai emasnya begini atau hiasan rumah, dan menurut kalian; dekorasi si fulan diganti dengan biaya suaminya. Nilai seorang wanita bukan dengan memakai baju kebanggaan dan berjalan berdasarkan mode terakhir dimana sebagian wanita cenderung pada jahitan Eropa. Semua ini adalah khayalan dan pemikiran yang salah. Bila kita saksikan istri bapak fulan masuk ke dalam sebuah pertemuan dengan baju, dandanan dan penampilan seperti ini. Salah, bila kita juga pertama, merasa hina di hadapannya; kedua, kita lantas berusaha menghilangkan kehinaan ini dan dengan berbagai cara menyamakan diri dengannya. Kalian jangan sampai merasa hina di hadapan orang seperti itu. Siapa saja yang menghina seorang wanita yang penampilan bajunya tidak sesuai dengan mode, atau tidak memakai gelang dan kalung emas, atau tidak berdandan begini dan begitu, ia telah menghinakan dirinya sendiri. Hal-hal seperti ini bukan sumber kehinaan. Wanita yang paling tinggi di dunia bukan mereka yang dandanan dan modenya dipajang di majalah internasional Burda. Dandanan terbagus dan baju terbaik ada di wajah dan badan peragawati toko-toko Eropa. Apakah mereka sangat bernilai? Peragawati yang sengsara dan malang ini harus berdiri di sana, inikah yang dinamakan nilai? Dandanan terbagus milik kebanyakan artis di dunia yang tidak memiliki nama baik sama sekali.

 

Sebaik-baik wanita sejarah adalah mereka yang menunjukkan akal, kehendak, keputusan yang benar dan kepribadian manusiawi. Sekali waktu, seorang ibu sebagai perdana menteri di salah satu negara-negara timur dan saya juga tidak ingin menyebutkan namanya. Ia termasuk seorang wanita yang hebat dan menjadi perdana menteri sejak sebelum Revolusi Islam Iran sampai ketika saya menjabat sebagai presiden, ia tetap masih pada posisinya sebagai perdana menteri. Ibu ini merupakan salah satu tokoh wanita di dunia yang kuat, dan hebat di bidang politik. Namun dari sisi baju dan pakaian sangat sederhana dan tidak mewah. Ibu-ibu jangan sampai menyibukkan diri dalam persaingan dan jorjoran di bidang baju, dandanan, dekorasi dan sebagainya. Karena selain menyusahkan dirinya, juga merepotkan suami-suaminya; juga di sisi Allah tidak mendapatkan derajat, bahkan mengalami penurunan. (27/7/80)

 

Si satu masa Iran seperti itu. Semua kehidupan para wanita seperti itu. Masa-masa itu telah kita lalui dan alhamdulillah dengan mulainya revolusi, kita telah keluar dari masa-masa gelap dan hitam itu. Suatu hari bila ada lima, sepuluh orang wanita dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul; pembicaraan utama mereka adalah baju yang ini lebih cantik, atau baju yang lainnya, baju wanita ini lebih bagus atau baju wanita yang lain, si fulan berjalan lebih formal dan lebih mewah atau fulan yang lainnya, si fulan membeli barang lux dari pasar, ayo kita juga beli. Pembicaraan utama mereka terkait hal-hal ini. Sekarang tidak demikian, dan jangan sampai. Sekarang posisi wanita muslimah lebih tinggi daripada tenggelam dan menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bernilai.

 

Saya ingin menyampaikan kepada kalian saudari-saudari muslimah yang mulia, - tentunya kebanyakan tidak demikian, tapi sangat disayangkan masih ada juga sekelompok orang yang demikian- kalian telah memulai dan melewati sebuah jalan dan mengalami kemajuan. Hati-hatilah, tangan-tangan tersembunyi musuh jangan sampai mengembalikan kalian dari pertengahan jalan dan jangan sampai menghancurkan jerih payah kalian. (17/9/72) Sejak permulaan revolusi sampai sekarang, semua upaya musuh adalah membuat kalian para pemuda negara ini; para pemuda periode masa itu, para pemuda periode berikutnya, dan para pemuda zaman ini yakni kalian,  melalaikan ideologi Islam dan revolusi serta ilahi dan menyibukkan diri dengan masalah-masalah materi. Siapakah yang harus tegas menghadapi mereka? Semuanya, namun pada tahap pertama adalah kalian para wanita dan para lelaki hizbullah dan revolusioner. (21/7/77) Sebagian berkhayal bahwa kini kita sudah berjarak beberapa tahun dari revolusi, pembicaran seperti itu sudah tidak ada lagi. Padahal pembicaraan itu sekarang lebih serius dan sangat penting. Boleh jadi seseoang beranggapan bahwa kita harus memanfaatkan keuntungan-keuntungan duniawi supaya tidak tertinggal, ini semua hanya bayangan dan khayalan. “Ma Indakum Yanfadu Wa Ma Indallahi Baqin”...Apa yang ada di sisimu akan lenyap dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. (QS. Nahl:96) Balasan dan pahala ada di sisi Allah dan akan kekal serta penting. Itu yang harus kita cari. Itu yang penting. (1/1/72) (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati) 

 

Sumber: Khanevadeh; Be Sabke Sakht Yek Jalaseh Motavval Motavva Dar Mahzar-e Magham Moazzam Rahbari.

Add comment


Security code
Refresh