Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 02 Desember 2015 12:52

Menolong Dalam Menjalankan Agama dan Menjadi Penghalang Pasangan Dari Penyimpangan

Menolong Dalam Menjalankan Agama dan Menjadi Penghalang Pasangan Dari Penyimpangan

Topik selanjutnya adalah suami dan istri harus saling menolong pasangannya. Saling tolong menolonglah di dalam lingkungan rumah tangga karena ia merupakan lingkungan kerjasama. Tentunya makna tolong menolong antara suami dan istri bukan berarti bila suami membawa pulang lembaran ujian murid-muridnya, lalu istri harus mengoreksinya atau suami harus memakai celemek dan bekerja di dapur. Tolong menolong seperti ini meskipun baik tapi ini hal yang kecil. Pertolongan asli dan utama adalah suami dan istri harus saling menolong untuk tetap berada di jalan Allah. (28/2/82) Harus saling menolong dalam menjalankan agama, dalam menjaga keselamatan pikiran dan perbuatan. Istri harus menjaga suami. Suami harus menjaga istri. Suami dan istri harus saling menjadi penjaga spiritual dan mental pasangannya dan saling menjaga pasangannya. tapi bukan seperti mata-mata. Bahkan hakikatnya harus seperti malaikat. Para malaikat ilahi dalam hal tertentu menjaga hamba-hamba Allah dan memohonkan ampunan bagi mereka, suami dan istri juga harus demikian, harus saling menjaga pasangannya (12/10/81) Di jalan menuju kesempurnaan manusia yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan berakhlak dengan akhlak yang diinginkan Allah dan membersihkan jiwa dan berubah menjadi  cahaya dalam kelezatan materi. “Falya’malil ‘Amilun” manusia harus berusaha untuk hal-hal ini dan saling bersegera menolong yang lainnya di jalan ini.

 

Jalan ini panjang dan banyak liku-likunya, meskipun merupakan jalan yang lurus dan memiliki banyak cara. Hal ini tidak akan terwujud hanya dengan kemauan, tapi harus dibarengi dengan semangat, usaha dan tindakan untuk masuk ke kancah ini. terkait hal-hal ini kalian sebagai istri harus membantu suami kalian. Misalnya bila dia masih belajar untuk mendapatkan ilmu dan masyarakat akan memanfaatkan ilmunya, bantulah dia di jalan ini. Bila dia melakukan kebaikan, bantulah dia. Bila dia melakukan perjuangan politik yang adil dan bagus dan di jalan yang benar, bantulah dia. Bila dia sedang berusaha untuk memperkuat agama, bantulah dia. Bila dia ingin melakukan i’tikaf, barengilah dia. Bila dia harus melakukan bepergian dan menjalankan tugas yang berat, bantulah dia. (11/7/81)

 

Para istri bisa menjadi penghalang jatuhnya suami mereka ke dalam neraka Jahannam. Di dalam lingkungan kehidupan. Di dalam lingkungan pasar. Di dalam lingkungan kantor dan lingkungan politik. Mungkin saja para suami mengalami beberapa kesalahan dan ketergelinciran dan secara pelan-pelan akan membawanya ke sebuah tebing kehancuran dan karena sebuah kelalaian ia jatuh ke dalam jurang kehancuran. Istri bisa menjadi penghalang dari kejadian seperti ini. (28/2/82) Bila seorang istri merasa bahwa suami sedang mengalami kesusahan di lingkungan kerja dan lingkungan luar rumah tangga dimana istri lebih sering mengetahui kesusahan suaminya baik dari sisi keuangan, politik atau yang lainnya, maka ia harus menolong dan menyelamatkannya dari kesusahan tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan akhlak yang baik, dengan nasihat dan dengan penjelasan yang bagus. Kami banyak mengenal para wanita yang telah membantu suaminya dalam hal ini dan menyelamatkannya dari tebing kehancuran neraka Jahannam menuju surga. (29/3/81) Para suami juga bisa menjadi penghalang bagi istrinya dari ketergelinciran dan kesalahan semacam ini. Untuk itu, saling jagalah satu sama lain dan tetaplah teguh di jalan Allah. Saling anjurkanlah satu sama lain untuk bertakwa, untuk beribadah, untuk ikhlas, untuk beramanat, untuk kebersihan dan kesucian dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang baik.

 

Sebagian suami menghasilkan uang yang haram. Istri begitu ia tahu bahwa uang tersebut dihasilkan dari cara yang haram, dengan cara yang benar-benar halus dan cerdik, ia memaksa suaminya untuk meninggalkan cara haram ini. (28/2/82) Istri bisa mengetahui dengan baik kapan saja suaminya mengalami penyimpangan dari jalan yang lurus baik dari sisi keuangan, ekonomi, pekerjaan, usaha, politik dan akhlak. Istri bisa mengetahui hal ini melalui tanda-tanda yang ada. Suami juga dengan melalui tanda-tanda, pemikiran dan ketelitian bisa mengetahui. Pada saat itu harus dibuat penghalang secara moral. Maksudnya bukan dengan berkelahi, bicara buruk dan bertengkar; tapi dengan akhlak seperti seorang perawat dan tabib, jangan biarkan peristiwa ini terjadi. (6/6/81) Tentu saja terkadang malah terjadi sebaliknya, yakni istri menggoda dan mendorong bahkan memaksa suaminya melakukan pekerjaan haram untuk mendapatkan harta, sementara selama ini suaminya bukan orang yang seperti ini. (28/2/82)

 

Jangan biarkan suami kalian –semoga saja tidak terjadi- masuk di jalan dosa dan kesalahan. Bila sudah masuk, jangan biarkan terus masuk. Kalian bisa melakukan hal ini. sebaliknya, bila suami kalian sedang melakukan pekerjaan yang benar, maka bantulah dan berikan semangat kepadanya. Atau bila kalian menyaksikan istri kalian sedang melakukan pengabdian, atau belajar, atau berdakwa atau misalnya di rumah rajin mengerjakan shalat sunah, maka berikan semangat kepadanya dan bantulah dia. (6/6/81) Itulah mengapa ada istri-istri yang menjadikan suaminya sebagai penghuni surga. Ada juga istri-istri yang menjadikan suaminya sebagai penghuni neraka. Demikian juga ada suami-suami yang menjadikan istrinya sebagai penghuni surga, ada juga suami-suami yang menjadikan istrinya sebagai penghuni neraka. Bila kami mengatakan, saling jagalah satu sama lain, yakni jadikanlah satu sama lain sebagai penghuni surga. (28/2/82) (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati) 

 

Sumber: Khanevadeh; Be Sabke Sakht Yek Jalaseh Motavval Motavva Dar Mahzar-e Magham Moazzam Rahbari.

Add comment


Security code
Refresh