Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 29 November 2015 14:58

Pengaruh Lingkungan Rumah Tangga Pada Pendidikan Anak

Pengaruh Lingkungan Rumah Tangga Pada Pendidikan Anak

Masalah lainnya adalah anak-anak. Awal mula terbentuknya jiwa, perasaan, pemikiran dan otak manusia terjadi di dalam rumah tangga. Bahkan terbentuk sebelum kelahirannya dan sejumlah faktor lainnya akan mempengaruhi sarana ini. tentunya, mungkin saja terkadang faktor-faktor luar seperti madrasah, jalan, persahabatan dan pertemanan – seperti guru dan buku yang mempengaruhi pemikiran anak-anak dan remaja di masa muda dan masa remaja- lebih menguasai faktor kekeluargaan. Dalam hal ini tidak diragukan. Namun yang menyediakan sarana yang ada adalah lingkungan rumah tangga. Di dalam rumah tangga akan terdidik pribadi-pribadi yang mulia, antusias, rajin, penuh kasih sayang, juga pribadi-pribadi sebaliknya. Oleh karena itu, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa perilaku baik atau tidak baiknya suami dan istri di dalam lingkungan rumah tangga benar-benar mempengaruhi.

 

Ikatan kekeluargaan dan ikatan perkawinan, memiliki pengaruh yang sangat melekat, penting dan menentukan, baik bagi anggota keluarga maupun anggota masyarakat. Untuk itu, ini bukan hal yang kecil bahkan sangat penting dan besar dan harus dihargai. Semuanya harus berusaha menjadikan lingkungan rumah tangga sebagai lingkungan yang sehat, penuh dengan kasih sayang dan saling percaya satu sama lainnya. (8/3/81)

 

Poin selanjutnya adalah di dalam rumah tangga, suami dan istri harus saling merasa bertanggung jawab terkait dengan pasangannya. Keduanya bukan dua orang asing, lalu sekarang telah divonis dan harus hidup bersama dalam kondisi tertentu. Tidak. Keduanya merupakan bagian dari satu hakikat seperti sepasang pintu. Keduanya adalah sebuah pasangan; suami istri yakni sepasang. Individual dari keduanya harus disingkirkan dan dihapus. Salah satu dari keduanya adalah tidak lengkap, itulah mengapa masing-masing sebagai pelengkap bagi yang lainnya. Bila mau kita umpamakan, seperti dua orang yang berada dalam sebuah benteng yang sedang mempertahankan benteng tersebut, nasib keduanya bergantung pada yang lainnya. Sekarang misalnya yang satunya tidur dan yang lainnya terjaga, kemudian yang lainnya ini tidur dan yang satunya lagi terjaga. Namun tidak satupun dari keduanya keluar dari nasib bersama yang mungkin saja ditentukan oleh keduanya atau salah satu dari keduanya. Keduanya saling terikat dan berkaitan dan harus memandang kehidupan dengan pandangan ini. Semakin keduanya mampu memperkuat kondisi pasangan ini, maka akan bermanfaat bagi keduanya. Boleh jadi kalian akan bertanya, bagaimana bisa menjadi kuat? Saya katakan, dengan kasih sayang, kasih sayang. (8/3/81)

 

Ketika kami membacakan akad nikah, di dalam hati-hati kalian; suami dan istri dengan kehendak Allah, akan muncul kasih sayang. Bunga kasih sayang akan bersemi di hati. Jagalah bunga ini. Siramilah. Jagalah kesegarannya. Jangan biarkan layu. Jangan diremas, agar tetap segar.Di mana saja ada kasih sayang, disitulah duri-duri akan menjadi bunga. (Maulawi) Demikianlah. (24/10/81) (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati) 

 

Sumber: Khanevadeh; Be Sabke Sakht Yek Jalaseh Motavval Motavva Dar Mahzar-e Magham Moazzam Rahbari.

Add comment


Security code
Refresh