Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 15 Juni 2015 05:31

Ukiran Cincin Rasulullah Saw dan Maksumin as

Ukiran Cincin Rasulullah Saw dan Maksumin as

Ukiran cincin Rasulullah Saw

 

Abdullah bin Sinnan mengatakan, kami sedang berbicara dengan imam as tentang cincin Rasulullah Saw dan beliau mengatakan: “Apakah kau ingin aku tunjukkan?” Aku menjawab: iya. Kemudian beliau menyuruhku untuk mengambil kantong stampel dari dalam rumah. Kemudian imam membuka kantung itu mengambil satu cincin yang terbuat dari perak dan dengan batu berwarna hitam berukir:

 

 

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّهِ

 

Diriwayatkan dari ketika nama dan seruan Rasulullah Saw serta pengakuan beliau sebagai nabi sampai ke telinga raja Habasyah (di Mesir), raja berkata kepada orang-orang di sekitarnya: “Aku harus menguji lelaki itu; aku akan mengirim berbagai hadiah kepadanya dan (darinya) aku akan mengetahui kebenaran klaimnya.”

 

Kemudian dikirim hadiah berharga untuk Rasulullah Saw dari raja Habasyah berupa batu-batu mulia seperti ruby dan akik. Ketika hadiah itu sampai ke tangan Rasulullah Saw, beliau membagi-bagi hadiah tersebut di antara para sahabat dan beliau hanya mengambil satu batu akik merah. Beliau kemudian menyuruh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as untuk membawa batu akik itu kepada seseorang untuk diukir di atasnya dan beliau berkata: “Aku ingin ditulis dalam satu baris:

 

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهِ

Imam Ali as pun membawa batu akik itu kepada pengukir dan memberitahunya untuk mengukir dua kalimat dalam dua baris: “Ukirlah satu kalimat:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهِ

yang dinginkan Rasulullah Saw dan satu kalimat di baris kedua:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّهِ

yang aku inginkan.”

 

Setelah beberapa waktu Imam Ali as mengambil batu tersebut dari pengukir dan memberikannya kepada Rasulullah Saw. Nabi Muhammad Saw melihat ada tiga baris kalimat pada batu akiknya dan beliau berkata: “Wahai Ali! Aku katakan padamu untuk menulis tidak lebih dari satu baris dan sekarang tertulis tiga baris kalimat.”

 

Imam Ali as menjawab, “Wahai Rasulullah, aku bersumpah demi kebenaranmu, aku tidak mengatakan kepada pengukir kecuali yang kau inginkan (لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهِ) dan (مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّهِ ) yang aku suka.”

 

Setelah itu malaikat Jibril turun dan berkata: “Wahai Rasulullah, Allah Swt menyampaikan salam sejahtera kepadamu dan Jibril berkata: wahai Rasulullah kau telah perintahkan untuk menulis di atas batu akik itu apa yang kau inginkan dan Ali juga memerintahkan menulis apa yang diinginkannya dan aku juga menulis di atasnya apa yang aku inginkan (عَلِیٌّ وَلِیُّ الله)

 

Imam Ja’far as-Sadiq berkata: “Rasulullah Saw memiliki dua cincin, salah satunya berukir:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّهِ

Dan satu cincin lainnya berukiran:

صَدَقَ اللّه

 

Ukiran cincin Sayyidah Fatimah az-Zahra as

 

Cincin Sayyidah Fatimah az-Zahra as adalah;

آمَنَ المُتَوَکِّلُون

 


 

Ukiran Cincin Imam Ali as

 

Imam Ja’far as-Sadiq as menuklir riwayat dari ayah beliau dan mengatakan, ukiran cincin Amirul Mukminin as adalah:

المُلکُ لِلّهِ

Dalam riwayat lain, Imam Ja’far as-Sadiq as juga mengatakan, ukiran cincin Amirul Mukminin as adalah:

اللهُ المَلِک

Imam Hadi as berkata, pada batu pirus Amirul Mukminin as tertulis:

اللهُ المَلِک

Dan ketika beliau memegang kekhilafahan lahiriyah, pada batu pirusnya terukir kalimat ini:

 

المُلکُ للهِ الوَاحِد القَهَّار

 

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Imam Ali as memiliki empat cincin yang dipakai beliau: ruby untuk kewibawaan dan kebesarannya, akik untuk terhindar dari berbagai bahaya, pirus untuk dukungannya dalam berbagai urusan, serta hadid sin untuk memberikan kekuatan pada masa sulit.

 

Ukiran pada batu ruby Imam Ali adalah:

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهِ المَلِکُ الحَقُّ المُبِین

Ukiran pada batu pirus beliau adalah:

اللهُ المَلِکُ الحَقِّ

Ukiran pada batu hadid sin beliau adalah:

العِزَّۀ لِلّهِ جَمِیعاً

Dan pada batu akik beliau, terukir kalimat dalam tiga baris

مَاشَاءَ الله

لاَ قُوَّۀَ اِلاَّ بِاللهِ

اَستَغفِرُ اللهِ

 

Imam Ja’far as-Sadiq as berkata, pada cincin Amirul Mukminin as di mana batunya adalah Hadid sin, terutlis tujuh baris kalimat dan beliau memakai cincin itu pada kondisi sulit dalam perang. Kalimat yang terukir adalah:

أَعدَدتُ لِکُلِّ هَولٍ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهِ

وَ لِکُلِّ کَربٍ لاَ حَولَ لاَ قُوَّۀَ اِلاَّ بِاللهِ

وَ لِکُلِّ مُصِیبَةٍ نَازِلَةٍ حَسبِیَ اللهِ

وَ لِکُلِّ ذَنبٍ صَغِیرَةٍ وَ کَبِیرَةٍ اَستَغفِرُ اللهِ

وَ لِکُلِّ هَمٍّ وَ غَمٍّ فَادِحٍ مَاشَاءَ الله

وَ لِکُلِّ نِعمَةٍ مِتَجَدِّدَةٍ الحَمدُ لِلِّه

مَا بِعَلِیِّ بنِ اَبِی طَالِبٍ مِن نِعَمٍ فَمِنَ اللهِ

 

Disebutkan pula bahwa Imam Ali as memakai incin yang bertuliskan:

عَلِّیٌ یُؤمِنُ بِالله

 

Pada hadis lain diriwayatkan bahwa cincin Imam Ali as terbuat dari perak dan ukiran pada batu mulianya adalah

نِعمَ القَادِرُ الله

Ketika dalam perang Siffin, Imam Ali as memakai cincin berukiran:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللّهِ