Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 26 Mei 2015 17:31

Ukiran Cincin Para Nabi dan Imam Maksum as (Mukaddimah)

Ukiran: Laa Ilaaha Illallah Ukiran: Laa Ilaaha Illallah

Para imam maksum as adalah pemimpin agama kita dan semua ucapan serta amal mereka adalah sarana  bagi kemajuan, hidayah dan berharga untuk mencapai tujuan dunia dan akhirat.

 

Merunut pada sejarah dan sirah kehidupan para imam maksum as dan menyimak ucapan mereka, kita akan menemukan masalah-masalah yang secara lahiriyah mungkin sangat sederhana, akan tetapi jika kita mendalaminya maka kita akan menyadari betapa ucapan dan amal para imam maksum penuh hikmah dan mengandung banyak poin penting di dalamnya.

 

Salah satu contohnya, para imam maksum as memakai cincin yang masing-masing memiliki ukiran (tulisan pada batu) berbeda. Jelas bahwa apa yang terukir pada cincin para imam maksum as bukan hanya sekedar untuk berkah atau pahalanya saja. Karena selain itu, para imam juga ingin menyampaikan konsep ideologi dan akhlak. Ada beberapa poin menarik untuk disimak dalam hal ini:

 

1. Pada setiap periode, cincin memiliki nilai penting karena cincin adalah perhiasan yang indah. Mengingat keragaman dalam desain dan materialnya, cincin juga  merefleksikan kepribadian sang pemakainya. Selain itu, yang dapat dipahami dari sejarah adalah pada masa dahulu, masyarakat saling memperhatikan ukiran pada batu cincin mereka.

 

2. Berbagai riwayat menunjukkan bahwa  para  imam maksum as  selain memakai cincin juga mendorong para sahabat untuk melakukan hal yang sama. Para imam maksum as juga menjelaskan kepada para sahabat tentang ukiran cincin mereka serta cincin para imam lain dan Rasulullah Saw. Terkadang bahkan sebelum ditanya, para imam terlebih dahulu menjelaskan ukiran cincin para imam dan nabi.

 

Sebagai contoh, ketika Husein bin Khaled bertanya kepada Imam Ridha as tentang ukiran pada cincin Amirul Mukminin as, beliau menjawab: “Apakah kau tidak ingin mengetahui ukiran cincin para nabi terdahulu dan para imam maksum yang lain?” Kemudian Imam Ridha as selain menjelaskan ukiran cincin para nabi dan imam, juga menjelaskan ukiran cincin beliau sendiri.

 

 

 

3.  Dengan menelaah lebih mendalam pada riwayat kita akan menyaksikan bahwa para imam memiliki beberapa cincin yang berbeda yang sebagiannya adalah milik ayah atau para imam terdahulu. Para imam memakai cincin dengan ukiran khusus sesuai dengan kondisi politik, sosial dan budaya di masa itu. Dengan cara itu, para imam as ingin menyampaikan poin-poin penting kepada masyarakat. Mengingat sebagian besar maksumin as hidup di masa para khalifah kejam dan mereka tidak dapat menyampaikan pesan dengan mudah kepada masyarakat. Oleh karena itu, mereka menggunakan berbagai cara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, termasuk ukiran pada cincin.

 

Sebagai contoh ketika Nabi Muhammad Saw diutus menjadi Rasulullah, beliau memakai cincin berukiran syahadatain:

 

لا اله الاّ الله محمد رسول الله

 

 

Ketika beliau berhijrah ke Madinah dan membentuk pemerintahan di sana dan terealisasinya janji-janji Allah Swt, beliau memakai cincin bertuliskan:

 

صدق الله

Dan ketika beliau ingin mengingatkan masyarakat  tentang penerus risalah sepeninggal beliau, Nabi Muhammad Saw memakai cincin bertuliskan:

 

لا اله الاّ الله محمد رسول الله علی ولی الله

 

Atau Amirul Mukminin as, setelah 25 tahun berdiam diri di rumah dan kemudian mencapai khilafah, beliau memakai cincin bertuliskan:

 

الملک لله الواحد القهار

 

Sementara tulisan cincin beliau sebelumnya adalah:

 

الملک لله

Pada masa perang Siffin, Imam Ali as memakai cincin bertuliskan:

 

الله محمد رسول الله

Dan terkadang juga disaksikan beliau memakai cincin bertuliskan:

علی یؤمن بالله

 

Imam Husein as disebutkan memiliki banyak cincin, akan tetapi ketika beliau bergerak menuju Karbala, beliau hanya memakai dua cincin bertuliskan:

 

انّ الله بالغ امره

لا اله الاّ الله عدة للقاء الله

Melalui ukiran cincin tersebut, beliau ingin menjelaskan teralisasinya janji Allah Swt dan berbagai peristiwa di Karbala.

 

Adapun setelah peristiwa Karbala dan kepura-puraan Yazid bin Muawiyah mengungkapkan penyesalan dan taubatnya untuk mengelabuhi publik, Imam Ali Zainal Abidin as dalam rangka menggagalkan rencana Yazid dan juga melestarikan kenangan penderitaan ayah beliau di padang Karbala, maka beliau memakai cincin bertuliskan:

 

خزی و شقی قاتل الحسین بن علی

 

Dengan cara tersebut, Imam Ali Zainal Abidin as ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa pembunuh Imam Husain as, hina dan bernasib buruk.

 

Penjelasan di atas hanya sedikit contoh dari sirah para imam maksum as yang akan dijelaskan pada kesempatan berikutnya.(IRIB Indonesia)

Add comment


Security code
Refresh