Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 04 Februari 2014 20:24

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Kesembilan)

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Kesembilan)

Kebebasan Politik dan Sosial

Partai-partai politik bebas. Kami tidak akan pernah mencegah kebebasan. Islam juga demikian, tidak pernah mencegah kebebasan dan yang dilakukan adalah mencegah konspirasi.

(Sahifah Imam, jilid 10, hal 97)

* * *

Adapun kebebasan mutlak langsung terjadi setelah revolusi dan itu pasca pembungkaman mutlak di Iran. Semua pena dan lisan bebas menyampaikan pendapatnya. Pena menulis apa saja. Semua partai politik bebas dan semua menyatakan keberadaannya. Tidak ada yang mengganggu mereka.

Semua ini terjadi kira-kira sampai lima bulan dan selama itu pula tidak terjadi pelanggaran kebebasan. Tapi pasca bulan kelima, kita menyaksikan bahwa sebagian dari koran-koran yang ada dan sebagian majalah berafiliasi ke Israel, Amerika dan sibuk melakukan konspirasi. Mereka melakukan konspirasi menentang gerakan bangsa Iran. Mereka harus diadili dan ditindak.

(Sahifah Imam, jilid 11, hal 433)

* * *

Mereka yang berteriak tentang kebebasan adalah mereka yang telah terbaratkan. Mereka menginginkan kebebasan seperti di Barat. Mereka yang berbicara atas nama demokrasi juga menginginkan demokrasi Barat dan kebebasan Barat. Yakni, kebebasan mutlak tanpa ada aturan. Apakah kita harus mengikuti apa saja yang telah dilakukan Barat?! Mereka termasuk orang-orang yang telah terbaratkan.

Semua surat kabar bebas menulis apa saja. Silahkan menulis, tapi apakah mereka juga bebas untuk menistakan kesucian yang dipercayai masyarakat?! Apakah mereka bebas mencaci masyarakat?! Mereka tidak punya kebebasan seperti ini. Kebebasan tidak bisa menjadi konspirasi.

(Sahifah Imam, jilid 7, hal 536) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Gozideh-i az Asar va Sireye Imam Khomeini ra; Azadi, Tehran, 1383 Hs, Moasseseh Tanzim va Nashr Asar Emam Khomeini.

Baca juga:

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Kedelapan)

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Ketujuh)

Add comment


Security code
Refresh