Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 12 Januari 2014 09:32

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Ketujuh)

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Ketujuh)

Kebebasan Individu dan Politik

Kita tidak mencegah sesuatupun kecuali kefasadan. Rakyat semua bebas.

(Sahifah Imam, jilid 5, hal 547)

* * *

Kita sekarang bebas dan kebebasan merupakan nikmat besar ilahi. Apakah dalam kondisi ketika kita bebas, kita menyalahgunakan kebebasan ini atau memanfaatkan sesuai dengan yang disyariatkan Islam? Kebebasan merupakan amanat ilahi yang dianugerahkan Allah kepada kita. Apa yang telah kita perbuat dengan kebebasan sebagai amanat yang diberikan Allah kepada kita ini? Apakah kebebasan kita manfaatkan untuk kebaikan umat dan Islam? Ataukan kebebasan kita pergunakan untuk sesuatu yang bertentangan dengan jalur revolusi dan keridhaan Allah Swt

(Sahifah Imam, jilid 8, hal 37)

* * *

Kalian semua bebas dan gunakan kebebasan ini demi kebaikan umat dan negara. Kebebasan tidak bermakna setiap orang bebas melakukan yang diinginkannya. Seseorang menyelundupkan barang, menjual dengan harga mahal, merusak batasan-batasan yang ada, melawan pemerintahan Islam dan tidak mengikuti aturan negara dan Islam. Ini bukan makna dari kebebasan. Karena kebebasan itu ada dalam batasan dan aturan. Semua harus menghormati aturan. Setiap orang tidak berhak melanggar hak-hak kalian. Di sini kalian bebas dan tidak ada seorangpun yang berhak membatasimu, tapi semua harus menghormati aturan. Saya yang berada di sini dan kalian semua sama di depan hukum. Kita semua harus menghormati hukum. Kita semua harus menghormati aturan yang telah ditetapkan untuk kita dan kalian. Dengan demikian, Insya Allah, negara ini bisa kita kelola dengan baik.

(Sahifah Imam, jilid 8, hal 38)

* * *

Kebebasan yang sekarang dianugerahkan kepada bangsa kita untuk perempuan dan laki-laki, untuk para penulis. Kebebasan ini merupakan kebebasan dalam semua urusan yang bermanfaat bagi kalian. Kalian bebas untuk melakukan demonstrasi menyampaikan tuntutan kalian dan bebas mengritik pemerintah. Kalian bebas mengritik siapa saja yang meletakkan kakinya tidak pada tempatnya. Tidak ada orang yang akan mengatakan kepada kalian mengapa melakukan ini... Semua hal yang ada hubungannya dengan pertumbuhan manusia, perempuan dan laki-laki serta anak-anak adalah bebas.

Tapi ketika Islam mencegah itu, berarti tidak bebas seperti bermain judi yang merusak bangsa. Begikut juga minuman keras yang menghancurkan negara. Semua ini dilarang dalam Islam.

(Sahifah Imam, jilid 10,hal 188)

* * *

Di negara Iran yang Islam, rakyat pengambil keputusan dalam semua urusan.

(Sahifah Imam, jilid 16, hal 266)

* * *

Jangan sampai kita beranggapan bahwa apa saja yang kita sampaikan, tidak ada yang berhak untuk mempertanyakannya. Pertanyaan bahkan menyalahkan merupakan hadiah ilahi bagi pertumbuhan manusia.

(Sahifah Imam, jilid 20, hal 451) (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

Sumber: Gozideh-i az Asar va Sireye Imam Khomeini ra; Azadi, Tehran, 1383 Hs, Moasseseh Tanzim va Nashr Asar Emam Khomeini.

Baca juga:

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Keenam)

Imam Khomeini: Kebebasan dalam Islam (Bagian Kelima)

Add comment


Security code
Refresh