Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 03 Juni 2016 08:36

Anak-Anak Sayidah Fathimah

Hasan dan Husein, anak-anak Sayidah Fathimah sedang bermain gulat di hadapan Rasulullah Saw. Rasulullah Saw tersenyum menyaksikan kegembiraan dua anak ini dan terus-terusan mengatakan, “Hai Hasan! bangkitlah...bagus! Jatuhkan saudaramu dan kalahkan dia!

Jabir bin Abdullah Anshari mengatakan, “Suatu hari saya duduk di masjid, di sisi Rasulullah Saw. Pada saat itu datanglah Abu Bakar untuk menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anda tahu dengan baik betapa saya sangat simpati pada Anda. Karena Andalah saya meninggalkan kaum saya dan berhijrah dari tempat tinggal saya, agar saya berada di samping Anda. Kekayaan dan umur saya, saya pakai untuk mengabdi kepada Anda. Bilal, saya beli dari majikannya dan saya bebaskan karena Anda...sekarang saya punya satu permohonan kepada Anda, yaitu nikahkanlah Fathimah dengan saya!”

Rasulullah Saw senantiasa berbau harum dan memakai wewangian. Disebutkan bahwa beliau selalu menyisihkan uangnya untuk membeli parfum.

Imam Hasan dalam sikap-sikapnya di hadapan Muawiyah dan surat-surat yang ditulis untuknya, senantiasa ada kritikan terkait kesalahan-kesalahan dan kezaliman-kezaliman yang dilakukan oleh Muawiyah. Suatu hari Muawiyah kesal dan marah karena kritikan-kritikan Imam Hasan dan berkata, “Hai Hasan! Apa yang harus kami lakukan dalam pemerintahan kami sehingga Engkau tidak melontarkan kritikan?!”

Setelah Sayidah Fathimah as wafat, Imam Ali as harus memakamkan jenazah beliau secara sembunyi-sembunyi sesuai dengan wasiat yang diberikannya. Kemudian beliau bangkit dan menghadap makam Rasulullah Saw dan dengan sedih berkata, “Salam untukmu Wahai Rasulullah! Terimalah salamku! Putrimu yang saat ini telah datang menjumpaimu dan berbaring di dalam tanah di sampingmu. Allah telah menghendaki bahwa dia harus bergabung denganmu lebih cepat dari yang lain.

Senin, 23 Mei 2016 06:30

Jawaban Telak

Seorang Yahudi lewat di samping Amirul Mukminin Ali as. Begitu dia melihat Imam Ali lantas berkata, “Kalian orang muslim, itu bagaimana sih? Nabi kalian belum dimakamkan sudah berselisih tentang ucapan-ucapannya?”

Kamis, 05 Mei 2016 07:59

Mengapa Engkau Menarik Tanganmu?!

Rasulullah Saw bersabda, “Setiap kali dua saudara muslim saling bertemu, sunnah hukumnya untuk mengucapkan salam dan saling berjabat tangan.

Pekerjaan rumah, merawat anak, membuat roti dan menyiapkan makanan dan lain-lain membuat repot Sayidah Fathimah as. Dari satu sisi, meskipun pekerjaan di luar rumah dilakukan oleh Sayidina Ali as, namun karena ia merupakan lelaki pejuang dan senantiasa mendampingi Rasulullah Saw dalam berperang melawan musuh,  pada kondisi-kondisi seperti ini pekerjaan di luar rumah seperti mengangkat air, menyiapkan kebutuhan rumah, belanja ke pasar menjadi tanggung jawab Sayidah Fathimah as.

Penentangan-penentangan Muawiyah terhadap Imam Hasan as dan ketegasan Imam Hasan di hadapan Muawiyah akhirnya harus menjadikan pasukan Syam dan Irak saling berhadap-hadapan dan percikan perang mengobar. Kali ini di medan perang, Muawiyah juga melakukan konspirasi dan menggunakan rencana setan untuk memporak-porandakan pasukan Imam Hasan as.

Kamis, 28 April 2016 09:38

Masjid Yang Senantiasa Rusak

Di masa kekhalifahan Abu Bakar, masyarakat ingin membangun sebuah masjid di tepi pantai Adan. Setiap kali mulai membangun, dindingnya rusak. Masyarakat bertanya tentang apa sebabnya kepada Khalifah Abu Bakar. Abu Bakar menyampaikan masalah ini kepada masyarakat dan meminta siapa saja yang tahu sebabnya untuk membantu mereka. Namun tidak ada seorangpun yang tahu.

Jumat, 03 Juni 2016 08:36

Anak-Anak Sayidah Fathimah

Hasan dan Husein, anak-anak Sayidah Fathimah sedang bermain gulat di hadapan Rasulullah Saw. Rasulullah Saw tersenyum menyaksikan kegembiraan dua anak ini dan terus-terusan mengatakan, “Hai Hasan! bangkitlah...bagus! Jatuhkan saudaramu dan kalahkan dia!

Jabir bin Abdullah Anshari mengatakan, “Suatu hari saya duduk di masjid, di sisi Rasulullah Saw. Pada saat itu datanglah Abu Bakar untuk menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anda tahu dengan baik betapa saya sangat simpati pada Anda. Karena Andalah saya meninggalkan kaum saya dan berhijrah dari tempat tinggal saya, agar saya berada di samping Anda. Kekayaan dan umur saya, saya pakai untuk mengabdi kepada Anda. Bilal, saya beli dari majikannya dan saya bebaskan karena Anda...sekarang saya punya satu permohonan kepada Anda, yaitu nikahkanlah Fathimah dengan saya!”

Rasulullah Saw senantiasa berbau harum dan memakai wewangian. Disebutkan bahwa beliau selalu menyisihkan uangnya untuk membeli parfum.

Imam Hasan dalam sikap-sikapnya di hadapan Muawiyah dan surat-surat yang ditulis untuknya, senantiasa ada kritikan terkait kesalahan-kesalahan dan kezaliman-kezaliman yang dilakukan oleh Muawiyah. Suatu hari Muawiyah kesal dan marah karena kritikan-kritikan Imam Hasan dan berkata, “Hai Hasan! Apa yang harus kami lakukan dalam pemerintahan kami sehingga Engkau tidak melontarkan kritikan?!”

Setelah Sayidah Fathimah as wafat, Imam Ali as harus memakamkan jenazah beliau secara sembunyi-sembunyi sesuai dengan wasiat yang diberikannya. Kemudian beliau bangkit dan menghadap makam Rasulullah Saw dan dengan sedih berkata, “Salam untukmu Wahai Rasulullah! Terimalah salamku! Putrimu yang saat ini telah datang menjumpaimu dan berbaring di dalam tanah di sampingmu. Allah telah menghendaki bahwa dia harus bergabung denganmu lebih cepat dari yang lain.

Senin, 23 Mei 2016 06:30

Jawaban Telak

Seorang Yahudi lewat di samping Amirul Mukminin Ali as. Begitu dia melihat Imam Ali lantas berkata, “Kalian orang muslim, itu bagaimana sih? Nabi kalian belum dimakamkan sudah berselisih tentang ucapan-ucapannya?”

Kamis, 05 Mei 2016 07:59

Mengapa Engkau Menarik Tanganmu?!

Rasulullah Saw bersabda, “Setiap kali dua saudara muslim saling bertemu, sunnah hukumnya untuk mengucapkan salam dan saling berjabat tangan.

Pekerjaan rumah, merawat anak, membuat roti dan menyiapkan makanan dan lain-lain membuat repot Sayidah Fathimah as. Dari satu sisi, meskipun pekerjaan di luar rumah dilakukan oleh Sayidina Ali as, namun karena ia merupakan lelaki pejuang dan senantiasa mendampingi Rasulullah Saw dalam berperang melawan musuh,  pada kondisi-kondisi seperti ini pekerjaan di luar rumah seperti mengangkat air, menyiapkan kebutuhan rumah, belanja ke pasar menjadi tanggung jawab Sayidah Fathimah as.

Penentangan-penentangan Muawiyah terhadap Imam Hasan as dan ketegasan Imam Hasan di hadapan Muawiyah akhirnya harus menjadikan pasukan Syam dan Irak saling berhadap-hadapan dan percikan perang mengobar. Kali ini di medan perang, Muawiyah juga melakukan konspirasi dan menggunakan rencana setan untuk memporak-porandakan pasukan Imam Hasan as.

Kamis, 28 April 2016 09:38

Masjid Yang Senantiasa Rusak

Di masa kekhalifahan Abu Bakar, masyarakat ingin membangun sebuah masjid di tepi pantai Adan. Setiap kali mulai membangun, dindingnya rusak. Masyarakat bertanya tentang apa sebabnya kepada Khalifah Abu Bakar. Abu Bakar menyampaikan masalah ini kepada masyarakat dan meminta siapa saja yang tahu sebabnya untuk membantu mereka. Namun tidak ada seorangpun yang tahu.

Jumat, 03 Juni 2016 08:36

Anak-Anak Sayidah Fathimah

Hasan dan Husein, anak-anak Sayidah Fathimah sedang bermain gulat di hadapan Rasulullah Saw. Rasulullah Saw tersenyum menyaksikan kegembiraan dua anak ini dan terus-terusan mengatakan, “Hai Hasan! bangkitlah...bagus! Jatuhkan saudaramu dan kalahkan dia!

Jabir bin Abdullah Anshari mengatakan, “Suatu hari saya duduk di masjid, di sisi Rasulullah Saw. Pada saat itu datanglah Abu Bakar untuk menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anda tahu dengan baik betapa saya sangat simpati pada Anda. Karena Andalah saya meninggalkan kaum saya dan berhijrah dari tempat tinggal saya, agar saya berada di samping Anda. Kekayaan dan umur saya, saya pakai untuk mengabdi kepada Anda. Bilal, saya beli dari majikannya dan saya bebaskan karena Anda...sekarang saya punya satu permohonan kepada Anda, yaitu nikahkanlah Fathimah dengan saya!”

Rasulullah Saw senantiasa berbau harum dan memakai wewangian. Disebutkan bahwa beliau selalu menyisihkan uangnya untuk membeli parfum.

Imam Hasan dalam sikap-sikapnya di hadapan Muawiyah dan surat-surat yang ditulis untuknya, senantiasa ada kritikan terkait kesalahan-kesalahan dan kezaliman-kezaliman yang dilakukan oleh Muawiyah. Suatu hari Muawiyah kesal dan marah karena kritikan-kritikan Imam Hasan dan berkata, “Hai Hasan! Apa yang harus kami lakukan dalam pemerintahan kami sehingga Engkau tidak melontarkan kritikan?!”

Setelah Sayidah Fathimah as wafat, Imam Ali as harus memakamkan jenazah beliau secara sembunyi-sembunyi sesuai dengan wasiat yang diberikannya. Kemudian beliau bangkit dan menghadap makam Rasulullah Saw dan dengan sedih berkata, “Salam untukmu Wahai Rasulullah! Terimalah salamku! Putrimu yang saat ini telah datang menjumpaimu dan berbaring di dalam tanah di sampingmu. Allah telah menghendaki bahwa dia harus bergabung denganmu lebih cepat dari yang lain.

Senin, 23 Mei 2016 06:30

Jawaban Telak

Seorang Yahudi lewat di samping Amirul Mukminin Ali as. Begitu dia melihat Imam Ali lantas berkata, “Kalian orang muslim, itu bagaimana sih? Nabi kalian belum dimakamkan sudah berselisih tentang ucapan-ucapannya?”

Kamis, 05 Mei 2016 07:59

Mengapa Engkau Menarik Tanganmu?!

Rasulullah Saw bersabda, “Setiap kali dua saudara muslim saling bertemu, sunnah hukumnya untuk mengucapkan salam dan saling berjabat tangan.

Pekerjaan rumah, merawat anak, membuat roti dan menyiapkan makanan dan lain-lain membuat repot Sayidah Fathimah as. Dari satu sisi, meskipun pekerjaan di luar rumah dilakukan oleh Sayidina Ali as, namun karena ia merupakan lelaki pejuang dan senantiasa mendampingi Rasulullah Saw dalam berperang melawan musuh,  pada kondisi-kondisi seperti ini pekerjaan di luar rumah seperti mengangkat air, menyiapkan kebutuhan rumah, belanja ke pasar menjadi tanggung jawab Sayidah Fathimah as.

Penentangan-penentangan Muawiyah terhadap Imam Hasan as dan ketegasan Imam Hasan di hadapan Muawiyah akhirnya harus menjadikan pasukan Syam dan Irak saling berhadap-hadapan dan percikan perang mengobar. Kali ini di medan perang, Muawiyah juga melakukan konspirasi dan menggunakan rencana setan untuk memporak-porandakan pasukan Imam Hasan as.

Kamis, 28 April 2016 09:38

Masjid Yang Senantiasa Rusak

Di masa kekhalifahan Abu Bakar, masyarakat ingin membangun sebuah masjid di tepi pantai Adan. Setiap kali mulai membangun, dindingnya rusak. Masyarakat bertanya tentang apa sebabnya kepada Khalifah Abu Bakar. Abu Bakar menyampaikan masalah ini kepada masyarakat dan meminta siapa saja yang tahu sebabnya untuk membantu mereka. Namun tidak ada seorangpun yang tahu.