Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Kamis, 02 Juni 2016 10:20

Pernikahan Sayidina Ali dan Sayidah Fathimah

Pernikahan Sayidina Ali dan Sayidah Fathimah

Jabir bin Abdullah Anshari mengatakan, “Suatu hari saya duduk di masjid, di sisi Rasulullah Saw. Pada saat itu datanglah Abu Bakar untuk menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anda tahu dengan baik betapa saya sangat simpati pada Anda. Karena Andalah saya meninggalkan kaum saya dan berhijrah dari tempat tinggal saya, agar saya berada di samping Anda. Kekayaan dan umur saya, saya pakai untuk mengabdi kepada Anda. Bilal, saya beli dari majikannya dan saya bebaskan karena Anda...sekarang saya punya satu permohonan kepada Anda, yaitu nikahkanlah Fathimah dengan saya!”

 

 

Rasulullah sejenak berpikir, kemudian berkata, “Tentang masalah ini, selama belum ada perintah dari Allah, maka saya tidak akan mengambil keputusan.”

 

 

Abu Bakar tahu bahwa ia tidak boleh memaksa. Untuk itu ia tidak berbicara apa-apa dan keluarlah dia dari masjid.

 

Beberapa hari berikutnya Umar datang menemui Rasulullah Saw. Dia juga mengajukan permohonan untuk menikahi Fathimah, setelah sebelumnya menyampaikan pembukaan yang panjang dan menyinggung tentang pengabdiannya kepada Rasulullah dan Islam. Rasulullah Saw juga menjawab, “Saya akan bertindak berdasarkan perintah Allah. Selama belum ada perintah dari Allah, maka tidak ada gunanya Engkau ngotot.”

 

Setelah kedua orang ini, Sayidina Ali datang menemui Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Rasulullah! Anda tahu akan hakku dan hak ayahku dan kecintaanku kepadamu dan berjihad menghadapi musuh...”

Rasulullah Saw tersenyum dan berkata, “Hai Ali! Apakah Engkau punya sebuah keinginan?”

 

Sayidina Ali berkata, “Nikahkanlah Fathimah denganku!”

 

Rasulullah Saw berkata, “Engkau punya harta seberapa?”

 

Sayidina Ali berkata, “Saya punya seekor onta dan baju perang.”

 

Rasulullah Saw berkata, “Ontamu itu sebagai alat untuk mencari rezekimu. Tapi Engkau adalah seorang pejuang yang berani dan tidak membutuhkan baju perang. Juallah baju perangmu dan serahkan uangnya kepadaku!”

 

Sayidina Ali membawa baju perangnya ke pasar dan menjualnya seharga delapan puluh Dirham dan menyerahkan uangnya kepada Rasulullah. Rasulullah Saw berkata, “Bacalah khutbah nikah!”

 

Sayidina Ali membaca khutbah nikah dan Rasulullah kepada para hadirin berkata, “Hai orang-orang! Aku telah menyerahkan Fathimah kepada Ali atas izin dan perintah Allah. Jibril mendatangi aku dan berkata, “Allah telah mengirimkan salam dan berfirman, “Aku telah menyerahkan Fathimah kepada Ali dua ribu tahun sebelum penciptaan langit dan Jibril yang membacakan khutbah nikahnya di tengah-tengah semua malaikat...”

 

Kemudian Rasulullah Saw menyerahkan sebagian uang tersebut kepada Salman dan berkata, “Pergilah ke pasar dan belikan baju dan perabot rumah tangga untuk pasangan pengantin ini!”

 

Beliau juga menyerahkan sebagian uang itu kepada Miqdad dan berkata, “Pergilah ke pasar dan belikan parfum untuk Fathimah!”

 

Beliau juga memberikan sebagian uang itu kepada Abu Dzar dan berkata, “Berikan uang ini kepada Ummu Hani [saudaranya Sayidina Ali] supaya dia memberikan uang ini kepada Fathimah.”

 

Ketika Sayidina Ali mau membawa Sayidah Fathimah ke rumahnya, Rasulullah Saw berkata, “Hai Ali! Sekarang juga Jibril bersama tujuh puluh malaikat akan mengiringi Fathimah.”

 

Dan saat akan keluar dari rumah mereka, beliau berkata, “Semoga Allah memberkahi pernikahan ini dan menganugerahi anak-anak yang saleh dan mukmin kepada kalian.”  (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

 Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Ali as

Add comment


Security code
Refresh