Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 24 Mei 2016 13:24

Perpisahan Terakhir Imam Ali Dan Sayidah Fathimah as

Perpisahan Terakhir Imam Ali Dan Sayidah Fathimah as

Setelah Sayidah Fathimah as wafat, Imam Ali as harus memakamkan jenazah beliau secara sembunyi-sembunyi sesuai dengan wasiat yang diberikannya. Kemudian beliau bangkit dan menghadap makam Rasulullah Saw dan dengan sedih berkata, “Salam untukmu Wahai Rasulullah! Terimalah salamku! Putrimu yang saat ini telah datang menjumpaimu dan berbaring di dalam tanah di sampingmu. Allah telah menghendaki bahwa dia harus bergabung denganmu lebih cepat dari yang lain.

 

Wahai Rasulullah! Kesabaranku telah habis karena perpisahan dengan kekasihmu. Dan ketahananku telah hilang karena perpisahan dengan dengan penghulu para wanita di alam. Tidak ada jalan lain kecuali aku harus bersabar seperti dirimu untuk menahan semua musibah ini, sebagaimana aku harus bersabar ketika menghadapi musibah perpisahan denganmu. Aku telah meletakkan kepalamu di kuburan dan Engkau meninggal dunia saat bersandar di dadaku. Sesungguhnya kami semua adalah milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali.

 

Aku mengembalikan amanatmu dan aku kehilangan Zahra. Wahai Rasulullah! Setelah kepergiannya, langit dan bumi bagiku tampak jelek dan kesedihanku senantiasa abadi. Malamku bergulir tanpa bisa tidur dan hatiku senantiasa sedih. Aku tak punya jalan keluar selain harus bersabar sampai ketika Allah menerimaku di sisimu.

 

Sabar itu menenangkan dan indah. Kalau bukan karena khawatir akan kegembiraan para pezalim, maka sampai akhir hayatku aku akan tetap berada di sini di sisimu dan di sisi putrimu dan aku akan menjerit dan menangis terseduh-seduh.

 

Allah telah menjadi saksi bahwa aku telah memakamkan putrimu secara sembunyi-sembunyi, dalam kondisi haknya dighasab dan tidak mendapatkan warisannya. Padahal kewafatanmu belum lama berlalu.

 

Wahai Rasulullah! Aku tenangkan hati dengan mengingatmu. Salam Allah untukmu dan untuk Fathimah." (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Sayidah Fathimah Zahra as

Add comment


Security code
Refresh