Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 02 Mei 2016 11:41

Tasbih Sayidah Fathimah az-Zahra as.

Tasbih Sayidah Fathimah az-Zahra as.

Pekerjaan rumah, merawat anak, membuat roti dan menyiapkan makanan dan lain-lain membuat repot Sayidah Fathimah as. Dari satu sisi, meskipun pekerjaan di luar rumah dilakukan oleh Sayidina Ali as, namun karena ia merupakan lelaki pejuang dan senantiasa mendampingi Rasulullah Saw dalam berperang melawan musuh,  pada kondisi-kondisi seperti ini pekerjaan di luar rumah seperti mengangkat air, menyiapkan kebutuhan rumah, belanja ke pasar menjadi tanggung jawab Sayidah Fathimah as.

 

 

Sayidina Ali merasa bahwa istrinya benar-benar kerepotan lebih dari kemampuan yang ada dan memerlukan seorang pembantu. Namun sebaiknya meminta pendapat kepada Rasulullah Saw terlebih dahulu dan memutuskan untuk menyelesaikan masalah ini dengan meminta pendapat beliau. Oleh karenanya ia mengutus istrinya untuk menemui Rasulullah.

 

Atas usulan Sayidina Ali, Sayidah Fathimah pergi menemui ayahnya dan menceritakan apa yang ada. Rasulullah Saw sejenak berpikir dan bersabda, “Maukah aku ajari engkau sesuatu yang lebih baik bagimu dari seorang pembantu?”

 

Sayidah Fathimah as berkata, “Iya. Kami memutuskan untuk meminta pendapat Anda.”

 

Rasulullah Saw bersabda, “Ketika engkau mau tidur, bacalah Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu Akbar 34 kali dan percayalah bahwa pengaruh yang dimiliki oleh zikir ini benar-benar lebih baik dari bantuan seorang pembantu.”

 

Kemudian kepada putrinya Rasulullah Saw berkata, “Bagaimana pendapatmu?”

 

Sayidah Fathimah az-Zahra, tiga kali berkata, “Saya merasa senang pada Allah dan Rasul-Nya.”

 

Zikir ini terkenal sebagai Tasbih Sayidah Zahra. Tentunya dikatakan bahwa pahala membaca zikir ini setiap setelah shalat wajib sama dengan pahala lima ratus rokaat shalat sunnah. Tentunya setelah shalat dibaca dalam bentuk lain yakni Allahu Akbar 34 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Subhanallah 33 kali. (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Sayidah Fathimah Zahra as

Add comment


Security code
Refresh