Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 01 Mei 2016 07:47

Segalanya Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

Segalanya Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

Penentangan-penentangan Muawiyah terhadap Imam Hasan as dan ketegasan Imam Hasan di hadapan Muawiyah akhirnya harus menjadikan pasukan Syam dan Irak saling berhadap-hadapan dan percikan perang mengobar. Kali ini di medan perang, Muawiyah juga melakukan konspirasi dan menggunakan rencana setan untuk memporak-porandakan pasukan Imam Hasan as.

 

 

Ubaidullah bin Abbas merupakan salah satu komandan pasukan Imam Hasan as. Begitu Muawiyah dan pasukannya melakukan penyerangan, Ubaidullah lantas mengirim pasukannya untuk melawan Muawiyah dan berhasil memaksa mereka mundur.

 

Karena pada malam itu Muawiyah mengalami kekalahan telak, ia mengirim seorang utusan kepada Ubaidullah untuk membujuknya. Ketika lelaki utusan itu melihat Ubaidullah, ia berkata, “Hasan bin Ali telah mengusulkan perdamaian kepada Muawiyah dan menyerahkan kekhalifahan kepadanya. Lantas, bila engkau bergabung dengan Muawiyah, maka dia berjanji akan mengangkatmu menjadi pemimpin sekaligus memberimu uang sebanyak satu juta Dirham.

 

Ubaidullah tergiur dengan ucapan ini dan menerima iming-iming Muawiyah. Kemudian pada pertengahan malam ia melarikan diri dari pasukannya bersama utusan Muawiyah dan pergi menjumpai Muawiyah.

 

Muawiyah memenuhi janjinya. Ia memberikan uang sebanyak lima ratus Dirham kepada Ubaidullah dan berkata, “Ketika kita sampai di Kufah, aku akan memberikan sisanya lima ratus Dirham.  

 

Keesokan harinya, pasukan Imam Hasan memahami bahwa Ubaidullah sudah tidak ada lagi di antara mereka. Mereka tidak tahu kemana Ubaidullah pergi. Sampai akhirnya Qais bin Saad salah satu sahabat Imam Hasan as kepada mereka berkata, “Hai orang-orang! Lelaki penakut dan pengecut ini telah melakukan sesuatu yang tidak jauh darinya. Ia telah terbujuk oleh Muawiyah. Karena rakus terhadap dunia, ia telah keluar dari pasukan Allah. Sekarang kalian telah menyaksikan bahwa harta dan kekayaan duniawi yang sementara begitu mudah bisa menipu seseorang...”

 

Pasukan Imam Hasan berkata, “Terima kasih kepada Allah yang telah mengeluarkannya dari kalangan kami. Hai Qais! Engkau sekarang sebagai komandan. Kami siap berperang melawan Muawiyah di sisimu.” (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Hasan as.

Add comment


Security code
Refresh