Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 23 Maret 2016 10:25

Pencuri Yang Tidak Jera

Pencuri Yang Tidak Jera

Bagaimana caranya menghadapi seorang pencuri profesional? Seorang pencuri yang sudah berkali-kali dihukum, namun tidak pernah merasa jera dan tetap mencuri lagi.

 

 

Seorang pencuri itu dibawa kepada khalifah Umar. Khalifah Umar menginterogasinya dan memerintahkan untuk memotong tangan pencuri tersebut. Setelah beberapa lama, pencuri itu juga dibawa lagi kepada khalifah Umar karena mencuri. Khalifah Umar berkata, “Bukankah sebelum ini aku memerintahkan untuk memotong tangannya. Saya berpikir engkau telah mendapatkan hukuman yang berat. Namun saya menyaksikan engkau datang lagi kepadaku karena kejahatan mencuri...kali ini aku memerintahkan agar kakimu dipotong...”

 

Kaki pencuri tersebut telah dipotong. Namun tetap saja ia melanjutkan profesinya mencuri. Khalifah Umarpun memerintahkan untuk memotong tangan yang satunya. Akan tetapi Imam Ali kepada khalifah Umar berkata, “Engkau telah memotong tangan dan kakinya. Kali ini masukkan saja dia ke dalam penjara supaya masyarakat merasa aman darinya. Karena bila memang dia bisa menjadi baik, maka sudah pasti menjadi baik.”

 

Imam Ali meyakini bahwa bila seorang pencuri setelah dipotong tangan dan kakinya masih tetap saja mencuri, maka ia harus dimasukkan ke dalam penjara dan kehidupannya harus ditanggung dari uang baitulmal umat Islam. (IRIB Indonesia / Emi Nur Hayati)

 

 Sumber: Sad Pand va Hekayat; Imam Ali as

Add comment


Security code
Refresh